Wasit Terlibat Kontroversi di Pekan Pertama, PSSI Akan Lakukan Investigasi

0
25

Debatbola.com – Liga 1 resmi dibuka pada tanggal 23 Juli kemarin dengan 4 pertandingan yang berlangsung di hari tersebut. Diantara klub yang bertanding di hari pertama itu, PSM Makassar, Madura United dan Bali United berhasil mengalahkan lawannya. Sedangkan pertandingan antara Rans Nusantara dan PSIS Semarang berakhir imbang.

Pertandingan perdana memang berjalan lancar, namun ada kontroversi yang melibatkan wasit di laga tersebut. Keputusan wasit dinilai kurang tepat dan merugikan klub-klub yang bertanding dan bahkan ada yang berakhir ricuh. Karena hal itulah PSSI kemudian merencanakan investigasi pada wasit yang bertugas di pertandingan tersebut.

Kontroversi Wasit

Pekan pertama di Liga 1 musim baru harus tercoreng dengan kinerja wasit yang dinilai kontroversial. Bukan hanya di satu pertandingan, tetapi dua pertandingan hari pertama dipimpin oleh wasit yang salah dalam mengambil keputusan. Dua laga yang dimaksud yaitu ketika Rans Nusantara menghadapi PSIS Semarang dan Bali United dengan Persija.

Ketika Rans Nusantara melawan PSIS Semarang, terdapat kejadian yang membuat para pemain klub milik Raffi Ahmad itu memprotes keras wasit. Hal tersebut dikarenakan wasit Yeni Kristianto memberikan tendangan penalti pada PSIS Semarang karena David Laly dianggap melanggar Oktafianus Fernando. Padahal jika dilihat ulang, pemain PSIS Semarang itu terjatuh sendiri.

Pihak Rans Nusantara menganggap jika Oktafianus Fernando melakukan diving di kotak pinalti klub tersebut. Akibatnya pemain Rans Nusantara dianggap melakukan pelanggaran dan berujung pinalti untuk PSIS Semarang. Karena hal itulah klub tersebut kemudian melaporkan keputusan wasit itu pada PSSI.

Di hari yang sama, Thomas Doll yang merupakan pelatih baru di Indonesia juga mengeluhkan kinerja wasit yang memimpin pertandingan antara Persija dan Bali United. Pasalnya keputusan yang diambil dinilai sangat merugikan Persija. Jika wasit tidak salah mengambil keputusan, kemungkinan Persija tidak akan kalah di pertandingan tersebut.

Bertanding di Stadion I Wayan Dipta, Persija seharusnya mendapat hadiah pinalti lantaran pemain Bali United melakukan handball. Akan tetapi wasit Fariq Hitaba tidak menganggap hal tersebut sebagai handball dan hanya memberi tendangan sudut. Karena kejadian itu pemain Persija termasuk juga Thomas Doll memprotes keputusan wasit.

Bukan hanya Persija, Bali United juga dirugikan akibat kesalahan keputusan yang diambil oleh wasit Fariq Hitaba. Bali United harusnya mendapat penalti karena Privat Mbarga dilanggar oleh Muhammad Ferarri di area penalti. Namun lagi-lagi sang wasit tidak memberi penalti pada klub tersebut.

PSSI Akan Lakukan Investigasi

Menindaklanjuti kontroversi yang melibatkan wasit di pertandingan perdana kemarin, Mochamad Iriawan mengatakan akan melakukan investigasi. Kinerja wasit selama memimpin pertandingan Bali United dengan Persija serta Rans Nusantara dengan PSIS Semarang akan diselidiki. Untuk Proses investigasi tersebut akan langsung diserahkan pada komite wasit.

Mochamad Iriawan mengakui pihak Rans Nusantara sudah menghubunginya terkait dugaan diving dan juga kesalahan wasit di pertandingannya. Ketua Umum PSSI itu juga sudah menyerahkan permasalahan tersebut pada komite wasit. Pihak komite wasit lah yang menentukan apakah saat pertandingan pemain Rans Nusantara memang melakukan pelanggaran atau diving dari pemain PSIS.

Terkait dengan Rans Nusantara, PSSI juga menindaklanjuti mengenai protes berlebihan yang dilakukan pemain klub tersebut. Syamsir Alam bahkan sampai mendorong wasit lantaran tidak terima dengan keputusan yang diambil. PSSI akan menyerahkan kasus tersebut pada komdis yang memang bertanggung jawab menangani tindakan indisipliner.

Untuk kejadian yang terjadi di pertandingan antara Bali United dengan Persija, PSSI juga akan menyerahkan kasus tersebut pada komite wasit. Mochamad Iriawan juga sangat menyayangkan kejadian tersebut terjadi di pekan pertama Liga 1. Pasalnya PSSI sudah berkali-kali mengingatkan pada para wasit untuk tidak memihak klub manapun.

Sebagai ketua umum PSSI, Mochamad Iriawan menjanjikan jika memang ada human error pada wasit, maka akan diberi sanksi. Wasit yang terbukti melanggar akan disanksi berupa tidak boleh memimpin pertandingan atau yang lainnya. Untuk kepastian mengenai sanksi akan ditentukan oleh Komdis PSSI.

Selain itu, PSSI juga menjanjikan reward pada wasit terbaik selama memimpin pertandingan di Liga 1. Mochamad Iriawan juga berharap jika kedepannya tidak ada kejadian kontroversial yang melibatkan wasit. Pasalnya hal tersebut bisa merugikan klub dan bisa saja mengganggu jalannya kompetisi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here