Warganet Ngamuk Karena Dugaan Ada Match Fixing, PSSI Ajukan Protes Resmi Pada AFF

0
41

Debatbola.com – Timnas Indonesia baru saja merampungkan pertandingan pamungkas di Piala AFF U-19 2022 ini dengan melawan Myanmar. Kemenangan besar serta pesta gol berhasil diraih oleh Indonesia di pertandingan yang terjadi pada tanggal 10 Juli itu. Sayang sekali meskipun menang di pertandingan terakhir, Indonesia tetap gagal lolos ke babak semifinal Piala AFF 2022.

Penyebab gagalnya Indonesia di babak semifinal tersebut dikarenakan pertandingan Thailand dan Vietnam berakhir imbang. Namun warganet serta PSSI mengendus adanya kecurangan di pertandingan tersebut yang menyebabkan Indonesia tersingkir. Karena hal itulah warganet mengamuk dan PSSI akan mengajukan protes pada AFF terkait hasil tersebut.

Indonesia Gagal Melaju Ke Semifinal

Minggu tanggal 10 Juli kemarin, AFF mengeluarkan peraturan baru tepat sebelum laga pamungkas grup A dilaksanakan. Dalam peraturan tersebut AFF mengatakan jika akan melihat hasil head-to-head untuk menentukan tim yang lolos jika memiliki poin sama. AFF baru akan melihat selisih gol jika hasil head-to-head tetap imbang.

Regulasi baru dari AFF tersebut sontak menjadi pro dan kontra di kalangan publik pecinta sepak bola. Pasalnya Indonesia dipastikan paling dirugikan dari pernyataan tersebut mengingat hasil head-to-head dengan Thailand dan Vietnam tidak berakhir baik. Dan benar saja Indonesia gagal lolos ke putaran semifinal karena regulasi baru dari AFF itu.

Padahal, Indonesia menang besar dari Myanmar dan berhasil mencetak total 5 gol selama pertandingan. Namun karena pertandingan Vietnam dan Thailand berakhir imbang dengan skor 1-1, maka Indonesia tidak bisa melaju ke final. Hal tersebut dikarenakan Indonesia kalah head-to-head dengan Vietnam dan tertahan seri Thailand.

Sebagai pelatih, Shin Tae-Yong tidak ingin para pemainnya kecewa karena gagal lolos ke semifinal. Shin Tae-Yong mengucapkan terima kasih pada perjuangan skuad Garuda dan meminta untuk tidak menyesali hasil kompetisi. Terlebih Indonesia tampil cukup apik dan menjadi tim tersubur di Piala AFF fase grup tahun ini.

Warganet Mengamuk

Berbeda dengan sang pelatih, Warganet justru melihat ada kejanggalan selama pertandingan antara Vietnam dan Thailand. Para pemain kedua negara itu terlihat loyo dan tidak bersemangat setelah masing-masing tim mencetak satu gol. Akibatnya pertandingan keduanya berakhir seri dan membuat Indonesia tersingkir.

Menurut warganet, kedua tim itu sengaja tidak bermain serius demi bisa sama-sama lolos ke semifinal. Bahkan pertandingan kedua tim elit Asean itu terlihat seperti fun football dibandingkan laga pamungkas. Melihat Timnas kebanggaan dicurangi, warganet tentu saja geram dan sakit hati.

Karena hal itulah warganet ngamuk dan menyerang akun official milik AFF. Postingan AFF mengenai hasil pertandingan antara Vietnam dan Thailand diserbu dengan kritikan warganet yang banyak menyuarakan match fixing. Warganet juga meminta pada PSSI untuk keluar saja dari keanggotaan AFF yang disampaikan melalui komentar di Instagram.

PSSI Ajukan Protes Resmi

Bukan hanya warganet, PSSI rupanya juga mencium adanya sepak bola gajah pada pertandingan Vietnam melawan Thailand. PSSI juga menyadari jika pertandingan kedua negara itu terkesan mengulur waktu untuk menggagalkan Indonesia. Karena hal itulah PSSI mempertanyakan sportifitas Thailand dan Vietnam yang justru bermain mata selama kompetisi.

Melihat hal tersebut, PSSI berjanji akan mengajukan protes ke AFF karena merasa dicurangi. Rencananya PSSI akan melakukan pertemuan internal dengan berbagai pihak termasuk direktur teknik secepatnya. Demi mendapatkan bukti, PSSI juga akan memutar ulang pertandingan antara Vietnam dan Thailand.

PSSI tidak bisa langsung menentukan apakah ada permainan skor ketika Vietnam dan Thailand bertanding. Pasalnya PSSI hanya bisa mengajukan protes dan menunjukkan bukti, sedangkan yang bisa menentukan hal tersebut adalah komdis dari AFF sendiri. Akan tetapi PSSI sudah cukup kecewa dengan permainan loyo Vietnam dan Thailand di laga pamungkas kemarin.

Endri Erawan selaku manajer Timnas U-19 juga menuntut pada AFF untuk melakukan investigasi terhadap kasus kali ini. Pasalnya Indonesia harusnya menjadi juara grup jika tidak terikat dengan regulasi baru yang terkesan jadul itu. Jika memang terbukti ada kecurangan, Endri meminta AFF untuk menindak tegas Vietnam dan Thailand.

Meskipun kecewa dengan AFF, PSSI tetap memberikan apresiasi yang besar untuk Shin Tae-Yong dan juga para pemain Timnas Indonesia. Mochamad Iriawan juga mengakui jika para pemain Timnas sudah bertanding habis-habisan demi mengamankan tiket ke semifinal. Namun usaha tersebut harus gagal karena terhalang regulasi baru dari AFF.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here