Vela: Aku Sebenarnya Ingin Gabung Barca, Tapi Klub Tak Mengizinkan

Debatbola.com – Sudah sejak 2018 Carlos Vela melanjutkan karier sepakbolanya di Amerika Serikat dengan membela Los Angeles FC. Sebelum itu, ia merupakan pemain berbakat didikan akademi Arsenal dan sempat promosi ke tim utama.

Namun Vela kesulitan menembus tempat utama Arsenal. Akhirnya ia sempat dipinjamkan ke Celta Vigo, Osasuna, West Bromwich Albion, dan Real Sociedad. Di Sociedad ia sempat dipermanenkan dan bermain di sana hingga menjalani lebih dari 200 laga. 

Di Amerika Serikat, Carlos Vela sukses menjadi bintang. Kini total ia telah mencetak 52 gol dari 64 laga Major League Soccer.

Ketajamannya itu sempat membuat raksasa Spanyol, Barcelona, meminatinya pada bursa transfer musim dingin lalu. Ketika itu Barca diterpa badai cedera setelah Ousmane Dembele dan Luis Suarez cedera.

Vela senang bukan kepalang mendapatkan tawaran itu. Ia siap kembali berkarier di Eropa walaupun saat itu Barca hanya menawari kontrak berdurasi empat bulan. Akan tetapi, ia tak diizinkan pindah oleh manajemen LAFC.

“Barca menawariku kontrak empat bulan saat itu dan aku ingin menerimanya karena itu kesempatan yang sangat bagus. Aku tidak menego tawaran mereka. Mereka bilang empat bulan maka aku siap bermain untuk mereka selama empat bulan,” tutur Vela pada GQ Mexico.

“Tapi LAFC tidak mengizinkanku untuk hengkang, meskipun itu sangat aku pahami. Pada akhirnya, mereka mencari alternatif lain untuk klub. Aku juga mencoba (mencari pengganti dirinya untuk LAFC) dan tidak ada yang bisa dilakukan. Pada akhirnya aku sadar kalau aku lebih bahagia di sini.”

Memasuki usia 31 tahun, Vela memang mulai fokus untuk menikmati sisa karier profesionalnya di sepakbola. Ia pun cukup senang bisa terus membela LAFC yang cukup serius untuk berkembang walau kualitas liga Amerika Serikat tak sama dengan Eropa.

“Mereka punya rencana besar dan infrastruktur bagus. Mereka ingin mewujudkan rencana mereka karena mereka memang mampu dan harus mampu. Ini hal penting. Tapi kita memang tidak bisa dibandingkan dengan apa yang terjadi di Eropa karena butuh waktu lama untuk bisa seperti klub Eropa.” 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here