Upamecano Pernah Tolak Manchester United

0
296

Debatbola.com – Dayot Upamecano akan menjalani lembaran baru dalam kariernya pada musim 2021/22 mendatang. Setelah empat musim bermain untuk RB Leipzig, bek asal Perancis itu akan memperkuat raksasa Jerman, Bayern Munich.

Bagi Upamecano, pindah ke Bayern menjadi peningkatan dalam kariernya. Di RB Leipzig, ia tak sekalipun meraih gelar juara. Satu-satunya kesempatan juara akan datang pada laga final DFB-Pokal musim ini saat RB Leipzig menghadapi Borussia Dortmund.

Sementara itu di Bayern, gelar juara adalah jaminan mutu. Sudah sembilan musim berturut-turut Die Roten menjuarai Liga Jerman, Bundesliga. Musim lalu mereka juga berhasil meraih enam gelar dalam satu musim.

Pindah ke Bayern juga jadi buah dari kesabarannya. Sebelumnya, Upamecano nyaris pindah ke klub besar lainnya, Manchester United. Namun pemain bertinggi 186cm itu memilih untuk tetap bertahan di RB Salzburg karena merasa belum siap untuk bergabung dengan tim besar.

“Aku masih mudah waktu itu. Aku ingin pergi dan menandatangani kontrak itu, Manchester United! Tapi kedua orang tuaku datang dan berkata: ‘mari kita pikirkan soal ini dengan matang’,” cerita Upamecano pada The Athletic.

“Kami memikirkan ini cukup lama dan aku kemudian memutuskan untuk melangkah selangkah demi selangkah, itu adalah opsi terbaik buatku. Apa yang dikatakan Ralf (Rangnick) katakan dulu telah menjadi nyata sekarang.”

Ralf Rangnick merupakan Direktur Olahraga Salzburg (sekarang di RB Leipzig). Ia merupakan sosok penting dari suksesnya para pemuda yang bermain di timnya. Dia akan membujuk para pemain yang ingin hengkang jika dirasa pemain tersebut dirasa belum siap atau belum matang bermain untuk klub besar.

Alih-alih ke United, Dayot Upamecano dipinjamkan Salzburg ke klub Austria lainnya, Liefering. Baru setelah ia tampil cemerlang bersama Salzburg, ia pindah ke Leipzig di usia 18 tahun. Baginya, kariernya terus menanjak tak lepas dari bimbingan Rangnick dan pelatihnya saat ini, Julian Nagelsmann.

“Ralf adalah pelatih paling berpengaruh dalam hidupku. Dia seorang profesor, ilmuwan sepakbola, yang juga peduli pada segala hal. Dia akan selalu ada buat kita dan memberikan pendapat tentang sepakbola dan non sepakbola, setiap hari.”

“Dia [Nagelsmann] akan membawamu ke level lain. Sebagai contoh, karena Julian, aku bisa meningkatkan kemampuanku dalam melakukan operan presisi di lini pertahanan ke lini tengah, dia mengajariku untuk melakukan dribbling untuk menciptakan ruang ke depan.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here