UEFA Tentang European Super League

0
617
UEFA Tentang European Super League
Sumber : https://i.ytimg.com/vi/5fsGMP_31Ms/maxresdefault.jpg

Debatbola.com – Sebanyak 12 klub top dari liga top Eropa mewacanakan untuk menggelar European Super League (ESL) dalam waktu dekat. ESL ini akan menjadi liga baru bagi para klub tersebut, di samping Liga Champions UEFA.

Ke-12 klub itu berasal dari tiga negara. Mereka adalah Real Madrid, Barcelona, Atletico Madrid, Juventus, AC Milan, Inter Milan, Manchester City, Manchester United, Liverpool, Arsenal, Chelsea, dan Tottenham Hotspur.

UEFA langsung menyatakan penolakan atas wacana ini. UEFA bahkan mengancam siapapun yang turut serta dalam ESL tidak boleh berlaga di kompetisi UEFA, mencakup Liga Champions dan liga domestik.

“UEFA, FA Inggris dan Premier League, FA Spanyol dan La Liga, serta FIGC dan Serie A mengetahui bahwa beberapa klub dari Inggris, Spanyol, dan Italia berencana untuk menggelar liga tertutup berjudul Super League. Jika itu terjadi, kami, juga FIFA, akan tetap bersatu untuk menghentikan proyek yang egois itu,” bunyi pernyataan resmi UEFA.

“Kami akan mempertimbangkan segala opsi yang kami miliki, dalam segala level, baik dari segi hukum maupun olahraga untuk menghindari hal ini terjadi. Sepakbola adalah tempatnya kompetisi terbuka dan sportif, tidak boleh sebaliknya.”

“Dan sebagaimana diumumkan oleh FIFA dan enam federasinya, klub-klub terkait akan dihukum tak boleh bermain di kompetisi apapun pada level domestik, Eropa atau level dunia, dan para pemainnya tidak bisa mewakili negaranya di Tim Nasional.”

ESL sendiri rencananya akan menambah klub lain. Namun memang tak semua klub bersedia bergabung. Beberapa klub besar seperti Paris Saint-Germain (PSG), Borussia Dortmund dan Bayern Munich menolak untuk berpartisipasi. Hal ini diapresiasi oleh UEFA.

“Kami berterima kasih pada klub dari negara lain, khususnya Perancis dan Jerman, yang menolak untuk bergabung dengan ini. Kami memanggil kepada semua pencinta sepakbola, suporter, politis, untuk bergabung dengan kami untuk melawan proyek semacam ini.”

ESL ini awalnya digagas oleh Presiden Real Madrid, Florentino Perez pada 2009. Segalanya baru berjalan lebih serius setelah adanya pandemi corona di mana klub-klub besar mengalami krisis finansial. ESL disebut-sebut akan menghadirkan uang lebih banyak bagi para klub pesertanya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here