Turunkan Pemain Muda, Kebijakan Thomas Doll Patut Ditiru

0
28

Debatbola.com – Persija akan segera melakoni pertandingan perdananya di Piala Presiden tahun ini dengan melawan Barito Putera. Klub asal Jakarta tersebut tergabung dalam grup B dengan 4 klub lainnya dan akan bertanding di Stadion Segiri. Berdasarkan bocoran dari Thomas Doll, Persija akan menurunkan para pemain mudanya di laga perdana itu.

Sejak awal, Thomas Doll memang berencana menurunkan dua tim yang akan bertanding di Piala Presiden tahun ini. Rupanya Thomas Doll memang tidak terlalu serius di turnamen pramusim karena ada target besar yang harus diraih. Kebijakan Thomas Doll tersebut meskipun agak berbeda dengan klub lainnya namun patut untuk ditiru.

Akan Turunkan Dua Tim
Dalam turnamen Piala Presiden 2022 ini, Thomas Doll sudah menyerahkan sebanyak 35 nama. Dari keseluruhan nama tersebut, Thomas membaginya sebanyak dua tim yang masing-masing mengikuti dua pertandingan. Pihak manajemen klub sendiri tidak keberatan dan mendukung keputusan pelatih tersebut.

Rencananya untuk pertandingan melawan Barito Putra dan Rans Nusantara, Persija akan menurunkan pemain U-20. Dalam tim pertama ini juga akan ada 3 pemain Jepang yang mengikuti trial di Persija. Untuk dua pertandingan terakhir tepatnya saat melawan Borneo FC dan Madura United, tim senior Persija yang akan diturunkan.

Selain para pemain muda, adanya 3 pemain Jepang juga menjadi sorotan publik. Seperti yang diketahui, dalam 35 pemain yang didaftarkan Thomas Doll, ada 3 pemain Jepang yang berstatus trial. Ketiga pemain itu adalah Daisuke Kobayashi, Norito Hashiguchi dan kemudian Ryohei Miyazaki.

Rupanya Thomas Doll memiliki tujuan lain mengapa memasukkan tiga nama pemain trial dalam strateginya. Dalam pertandingan nanti, Thomas Doll juga sekalian ingin melihat kemampuan dari ketiga pemain Jepang yang mengikuti trial itu. Dari hasil pertandingan nanti, Thomas Doll akan memilih yang terbaik untuk direkrut oleh Persija.

Dibandingkan menjuarai turnamen pramusim kali ini, Thomas Doll memiliki tujuan lain yang justru lebih penting. Tujuan utama Thomas Doll menurunkan semua skuad yang dimilikinya yaitu untuk melihat permainan dari para pemain itu. Terutama para pemain muda yang membutuhkan lebih banyak pengalaman.

Patut Ditiru
Kedatangan pelatih Persija membawa pandangan baru dalam sepak bola yang berkebalikan dengan biasanya. Bagi Thomas Doll turnamen kali ini hanya dianggap sebagai ajang uji coba pertandingan dan bukan sebuah kompetisi. Berbanding terbalik dengan pelatih sebelumnya, Thomas Doll justru tidak menganggap serius Piala Presiden.

Selama ini, hampir keseluruhan klub yang ada di Indonesia selalu menganggap turnamen pramusim sama pentingnya dengan kompetisi Liga. Klub-klub tersebut akan tampil totalitas dalam ajang pramusim itu termasuk juga Piala Presiden kali ini. Situasi tersebut diperparah dengan PSSI dan PT. LIB yang mengemas turnamen pramusim dengan tajuk yang menarik.

Sejatinya, setiap klub memiliki agenda sendiri untuk mengisi jeda pramusim. Karena hal itulah sebenarnya klub tidak akan membutuhkan kompetisi dengan jadwal padat seperti Piala Presiden. Untuk klub-klub besar bahkan bisa memanfaatkan pramusim untuk melakukan pertandingan uji coba dengan klub dari luar negeri.

Kompetisi pramusim membuat klub-klub terjebak di dalam sangkar dan hanya bisa menjajal lawan sesama klub lokal. Dengan kebijakan baru dari Thomas Doll, Persija kini mulai melaju ke arah yang benar. Hadiah besar serta gengsi di turnamen pramusim tidak membuat Persija tergoda dan tampil maksimal di kompetisi tersebut.

Persija tentu tidak ingin kejadian seperti musim kemarin yang tampil melempem di Liga 1 meskipun juara di Piala Menpora. Thomas Doll menyadari jika jadwal padat seperti Piala Presiden akan rawan membuat para pemain cedera. Karena hal itulah Persija kemudian membagi dua skuad yang dimilikinya untuk bertanding di turnamen kali ini.

Thomas Doll juga lebih memilih pemain muda serta pemain trial yang diturunkan dalam kompetisi kali ini. Tujuan dari sang pelatih yaitu agar para pemain muda itu memiliki pengalaman yang lebih banyak terutama dari para seniornya. Dengan kebijakan tersebut, diharapkan saat Liga 1 nanti, para pemain Persija dalam kondisi performa terbaiknya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here