Trofeo Ronaldinho, Bukan Fun Tapi Justru Membuat Publik Geram

0

Debatbola.com – Trofeo Ronaldinho telah selesai dilaksanakan pada Minggu tanggal 26 Juni kemarin di Stadion Kanjuruhan. Pertandingan bertajuk fun football tersebut mempertemukan RANS Nusantara, Persik Kediri serta Arema. Sayang sekali pertandingan tersebut tak sesuai dengan yang diharapkan publik.

Pertandingan yang harusnya menyenangkan dan memanjakan mata para penggemar Ronaldinho itu berakhir tak sesuai ekspektasi. Hal tersebut dikarenakan para pemain, panitia serta pihak yang berkepentingan seakan tidak mengetahui tujuan dari fun football itu. Karena hal itulah publik yang geram akhirnya memenuhi media sosial dengan segala komentar kemarahannya.

Ronaldinho Tak Mendapat Panggung

Dalam pertandingan hari Minggu kemarin, Ronaldinho bermain untuk RANS Nusantara dan akan melawan dua klub yaitu Persik Kediri dan Arema. Bahkan mantan pemain Barcelona tersebut juga menggunakan nomor punggung 10 yang memang identik dengannya. Bukannya menjadi bintang utama, Ronaldinho justru hampir tak mendapat panggung.

Selama pertandingan berlangsung, Ronaldinho sangat jarang tersorot kamera dan hanya beberapa kali saja. Hal tersebut dikarenakan para pemain RANS Nusantara jarang mengoper bola padanya dan lebih banyak unjuk skill. Bahkan Ronaldinho yang seharusnya menjadi pusat acara tersebut seakan terlupakan khususnya oleh para pemain RANS Nusantara.

Ronaldinho merupakan mantan bintang dunia yang sudah merasakan bermain dengan klub-klub besar. Seharusnya, para pemain bisa memanfaatkan moment tersebut untuk melihat cara Ronaldinho mengolah bola di lapangan menimba ilmu sebanyak-banyaknya. Terlebih bisa satu lapangan dengan legenda merupakan suatu hal yang langka.

Alih-alih menikmati moment yang langka tersebut, para pemain justru sibuk unjuk diri dan terlalu ngotot dalam bermain. Bahkan pemain RANS Nusantara tidak mau mengoper ke Ronaldinho yang berada di dekatnya dan lebih memilih pemain lain. Dipastikan Ronaldinho sangat kaget dan juga kecewa karena trofeo yang memakai namanya itu tak sesuai dengan yang seharusnya.

Ronaldinho yang seharusnya menjadi bintang di pertandingan tersebut tak dapat menyelesaikan pertandingan. Dirinya harus keluar lapangan karena tak sanggup menyelesaikan pertandingan berintensitas tinggi itu. Terhitung hanya 30 menit Ronaldinho bermain dan itupun hanya ketika melawan Persik saja dan absen ketika melawan Arema.

Hingga Ronaldinho keluar lapangan, terhitung hanya dua kali penggemar bisa melihat gocekan magisnya. Kedua moment memanjakan mata itu berupa umpan terobosan yang diberikan Ronaldinho pada Jujun Junaedi. Selebihnya, Ronaldinho tak dapat menunjukkan skillnya karena kekurangan pasokan bola selama berada di lapangan.

Publik Geram

Hasil pertandingan Trofeo Ronaldinho kali ini sukses membuat publik geram karena tak sesuai dengan tujuan awal. Hal tersebut dikarenakan para fans Ronaldinho tidak mendapatkan apa yang diinginkan dalam pertandingan tersebut. Seharusnya di pertandingan itu, Ronaldinho bisa menunjukkan skill, trik-trik serta kepandaiannya dalam membawa bola seperti halnya ketika masih aktif.

Para pecinta sepak bola yang melihat pertandingan tersebut tentu sangat kecewa dengan jalannya laga. Bukannya menyenangkan melihat sang legenda kembali bermain bola, pertandingan justru terlihat sangat serius dan bertempo cepat. Akibatnya, para penggemar tidak bisa menikmati permainan yang disuguhkan Ronaldinho.

Netizen bahkan menilai jika pertandingan tersebut bukanlah Trofeo fun football, akan tetapi laga final kompetisi resmi. Karena hal itulah netizen beramai-ramai di media sosial untuk menyuarakan kekecewaannya. Para pecinta sepak bola khususnya penggemar Ronaldinho harus kehilangan moment berharga bisa melihat gocekan serta selebrasi khas dari pemain tersebut.

Akhirnya netizen yang marah pun meramaikan media sosial dengan berbagai postingan yang beberapa mengatai para pemain bodoh dan tak mengerti arti fun football. Selain itu, Netizen juga prihatin dengan Ronaldinho yang justru kehilangan panggungnya. Belum lagi Ronaldinho yang sudah tak muda serta faktor jetlag tentu tidak bisa bermain dengan intensitas tinggi.

Para pecinta sepak bola juga menyayangkan karena Ronaldinho harus bermain dengan para pemain aktif yang ambisinya masih tinggi. Seharusnya, Ronaldinho bermain dengan legenda all star Indonesia yang sebagian besar sudah pensiun. Dengan begitu tidak akan ada perebutan juara dan benar-benar akan menjadi fun football.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

error: No !!!
Exit mobile version