Timnas Wanita Kanada Raih Emas di Olimpiade, Quinn Cetak Rekor

0
162

Debatbola.com – Perhelatan sepakbola wanita di ajang Olimpiade Tokyo 2020 telah resmi berakhir, dan Kanada sukses merebut gelar juara, beserta medali emas. Kesuksesan timnas wanita Kanada inipun menjadi berkah tersendiri bagi punggawa mereka, Quinn. Quinn kini menjadi atlet transgender pertama yang memenangkan medali di Olimpiade.

Impresifnya Kanada di Olimpiade Tokyo

Penampilan timnas wanita Kanada di ajang Olimpiade Tokyo 2020 cabang olahraga sepakbola wanita memang terbilang mencengangkan. Di fase grup, Kanada yang hanya meraih satu kemenangan, sukses lolos berkat finish di urutan ke-2 Grup E. Lalu di fase gugur, mereka sukses singkirkan dua negara unggulan, Brazil dan Amerika Serikat.

Nasib mujur armada Bev Priestman ternyata berlanjut di partai final, partai yang mempertemukan mereka dengan Swedia, salah satu tim menakutkan di ajang ini. Meski Swedia bukan lawan yang mudah, Kanada berhasil merebut kemenangan. Melalui drama adu penalti, Kanada menaklukkan Swedia dengan skor akhir 3-2.

Kesuksesan timnas wanita Kanada di ajang Olimpiade Tokyo 2020 tentu menjadi catatan emas tersendiri bagi tim arahan Bev Priestman. Medali emas ini tercatat menjadi medali ke-3 secara beruntun yang mereka raih dalam tiga Olimpiade terakhir. Sebelumnya, timnas wanita Kanada juga berhasil meraih dua medali perunggu, pada Olimpiade 2012 dan 2016.

Rekor Sebagai Transgender

Bukan cuma berarti spesial untuk seluruh punggawa timnas wanita Kanada, kemenangan ini juga terasa sangat istimewa untuk Quinn, salah satu punggawa mereka. Beberapa waktu lalu, Quinn menoreh rekor sebagai salah satu atlet transgender yang berlaga di Olimpiade. Kini, ia menjadi atlet transgender pertama yang berhasil merebut medali di Olimpiade.

Dalam gelaran Olimpiade Tokyo, Quinn memang telah mengaku bahwa dirinya adalah transgender non-biner. Artinya, Quinn bukan termasuk ke dalam golongan berjenis kelamin pria, maupun wanita. Sekarang, ia menjadi atlet pertama yang mengaku terang-terangan sebagai transgender, sekaligus sukses merebut emas di ajang Olimpiade.

Ketika mengaku secara terbuka bahwa dirinya adalah transgender pada tahun 2016 lalu, Quinn berkata bahwa dirinya merasa lega. Sebelumnya, ia mengaku lelah karena menjadi orang yang menurutnya salah gender. Quinn ingin menjadi dirinya sendiri, dan ia ingin publik menerima dirinya apa adanya.

“Saya benar-benar ingin menjadi diri saya sendiri sepanjang hidup saya, dan saya ingin melakukan itu di ruang publik.” Tutur Quinn kala itu, seperti dikutip inter303 dari laman France24. “Itulah alasan mengapa saya mengakui diri saya sebagai transgender. Karena saya lelah menjadi seperti orang yang salah gender.”

Perjuangan Belum Selesai

Selepas mencetak rekor sebagai atlet pertama yang mengaku dirinya transgender dan merebut medali emas, Quinn menyatakan perjuangannya belum berakhir. Menurutnya, di luar sana masih ada banyak atlet transgender yang kurang dihargai. Quinn pun mengungkapkan dirinya akan terus memperjuangkan hak para atlet transgender, seperti dirinya.

“Mungkin, saya dipandang sebagai salah satu sosok yang paling tepat untuk mewakili kaum transgender. Saya adalah orang kulit putih, saya juga seorang transgender yang maskulin, saya ingin kisah saya terus diceritakan. Karena semakin banyak sudut pandang mengenai transgender, maka kami akan bisa bergerak makin maju dan makin dihargai di masyarakat.”

“Ada banyak wanita transgender yang dilarang bermain di suatu ajang olahraga. Para wanita transgender mendapat diskriminasi dan perlakuan bias. Padahal mereka hanya ingin mewujudkan mimpi mereka bermain di Olimpiade. Perjuangan ini (membela transgender) masih jauh dari kata selesai, dan saya akan merayakannya jika ini sudah selesai.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here