Terjadi Aksi Keramaian Pasca Final, PSSI Kecewa

0
277

Debatbola.com – Pelaksanaan Piala Menpora 2021 sejatinya berjalan dengan lancar dan sesuai dengan harapan. Protokol kesehatan dijalankan dengan ketat sehingga tidak ada kasus baru dari pertandingan, penonton tidak ada yang ke stadion, termasuk hingga partai puncak antara Persija vs Persib di final.

Namun usai laga final, gelaran Piala Menpora 2021 tercoreng aksi sejumlah suporter. Di Jakarta, pendukung Persija yang bersuka cita merayakan konvoi dan tumpah ruah ke jalan sehingga menimbulkan keramaian. Sedangkan di Bandung, puluhan suporter Persib mendatangi kantor manajemen Persib untuk meluapkan kekecewaan.

Kondisi ini membuat PSSI kecewa. Hal itu diutarakan oleh Head of Dept. Suporter Development and Fan Engagement PSSI, Budiman Dalimunthe. Sebelumnya PSSI sudah meminta para pentolan kedua pendukung untuk berkordinasi dengan kelompok-kelompok suporter daerahnya agar tidak menciptakan kerumunan massa.

“Untuk pendukung Persija sebelumnya kami sudah menjalin komunikasi yang baik dengan Ketua The Jak Mania (Diky Soemarno) agar tidak ada suporter yang datang ke stadion, nonton bareng dan melakukan konvoi kemenangan. Pengurus Jak Mania sudah memberikan arahan kepada anggotanya untuk tidak melakukan kegiatan-kegiatan tersebut. Bahkan di Solo, pendukung Persija mampu menahan diri untuk tidak merayakan euforia di jalan,” kata Budiman.

“Bobotoh sebelumnya kami sudah edukasi dan berikan arahan kepada mereka agar tidak datang ke stadion, nonton bareng, konvoi atau membikin kerumunan. Namun mereka secara spontan malah melakukan tindakan-tindakan yang membuat kerugian. Tentu hal ini sangat kami sayangkan dan semoga kedepan tidak terjadi lagi.”

Budiman pun menyampaikan permohonan maaf atas aksi kedua suporter yang menciptakan keramaian bahkan melakukan tindakan yang merugikan orang lain. Ia pun berharap hal seperti ini tidak terulang lagi di masa yang akan datang.

“Terkait euforia spontan di Jakarta dan aksi di Bandung, kami juga mohon maaf. Insya Allah kami akan lebih intens berkomunikasi dengan teman-teman suporter semua klub agar tidak hanya mengawal dan menjaga kondusifitas di kota-kota penyelenggara tetapi juga intens mencegah euforia dan aksi kecewa di kota asal (domisili) tim yang sedang bertanding.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here