Tembok Kokoh Pertahanan Jepang Kembali Diuji

0
145

Debatbola.com – Semifinal Olimpiade Tokyo2020 cabang olahraga sepakbola bakalan bergulir sebentar lagi. Masing-masing tim telah mengambil tiket yang telah dimenangkannya pada babak perempat final sebelumnya.

Tuan rumah turnamen, Jepang juga dipastikan mengikuti jejak tuan rumah sebelumnya, Brasil lolos ke babak semifinal. Namun masih belum tentu tim yang berjuluk Samurai Biru ini dapat meraih medali emas seperti yang dilakukan Selecao 2016 silam.

Pertahanan Kuat Jepang

Jepang dalam menjalani pertandingan demi pertandingan sejak babak grup hingga perempat final selalu konsisten. Mereka selalu turun dengan pertahanan yang kuat dan kebobolan paling sedikit di antara tim-tim semifinalis lainnya.

Arsitek tim, Hajime Moriyasu memang terbantu dengan tiga bek tengah yang dipanggilnya. Mereka adalah Ko Itakura, Takehiro Tomiyasu dan kapten tim, Maya Yoshida. Ketiga pemain ini selalu saling bergantian dipasangkan.

Ko Itakura dan Maya Yoshida menjalani dua pertandingan awal bersamaan. Kemudian di laga ketiga, Takehiro Tomiyasu dipasangkan bersama sang kapten. Hingga babak semifinal hampir bergulir, barisan pertahanan Jepang hanya menerima 1 kali kebobolan.

Winger Meksiko, Roberto Alvarado adalah satu-satunya pemain yang mampu membobol pertahanan Samurai Biru. Gol tersebut dilesatkan ketika kedua tim bertemu di pertandingan kedua babak grup dengan kemenangan tuan rumah dengan skor akhir 2 – 1 pada bursa inter303.

Bahkan melawan Prancis yang diperkuat oleh penyerang haus gol, Andre Pierre Gignac, sang striker tidak mampu berbicara banyak. Pertahanan kokoh timnas negeri matahari terbit begitu kokoh ditambah Kosei Tani di bawah mistar gawang.

Bahkan sang kiper berhasil tampil dengan impresif ketika bertemu Selandia Baru di fase perempat final. Pertandingan tersebut harus dilanjutkan ke babak adu penalti setelah pada waktu tambahan tidak mampu menciptakan gol.

Penjaga gawang yang bermain untuk Shonan Bellmare itu sanggup menepis sepakan penalti dari Liberato Cacace sebagai penendang kedua. Sedangkan penendang ketiga Selandia Baru, Clayton Lewis tendangannya melebar.

Sementara itu keempat algojo penalti dari Jepang semuanya mampu menunaikan tugasnya dengan sempurna. Semuanya berhasil membobol gawang yang dijaga kiper All Whites, Michael Woud tanpa ampun.

Perbandingan Kekuatan Pertahanan

Jika dibandingkan dengan pertahanan kokoh lainnya tim-tim semifinalis, maka tim tuan rumah dapat dibandingkan dengan Spanyol dan Brasil. Baik masing-masing tim sudah kebobolan 3 gol sejauh turnamen ini bergulir.

Tim Spanyol di atas kertas merupakan pertahanan dengan para pemain yang mempunyai kualitas lebih dari pemain dari tim lainnya. Sebab skuat asuhan Luis de la Fuente itu diperkuat dengan kehadiran pemain skuat senior, Pau Torres dan Eric Garcia.

Namun kedua pemain tersebut masih memiliki umur yang cukup untuk memperkuat timnas U23. Keduanya juga menjadi andalan La Furia Roja saat melakoni pertandingan di turnamen Euro bulan Juni lalu.

Sayangnya mereka hanya mampu membawa timnya hingga babak semifinal setelah ditaklukkan kampiun Euro, Italia. Mereka dikalahkan dengan babak adu penalti dimana penendang terakhir, Alvaro Morata tidak mampu menyelesaikan tugasnya dengan baik.

Sementara Brasil diperkuat satu pemain seniornya, Diego Carlos yang tampil menakjubkan ketika membela Sevilla musim lalu di La Liga. Dirinya ditemani oleh pemain muda Selecao, Mino yang berusia 24 tahun dan bermain untuk Fluminense.

Jepang dengan kekuatan pertahanannya bakalan diuji oleh Spanyol dengan barisan pemain dengan kedalaman skuat yang mumpuni. Keduanya akan saling bertarung untuk mendapatkan tiket lolos ke babak final.

Namun La Furia Roja yang banyak pemainnya dibawa memperkuat tim di dua turnamen dipastikan akan kelelahan. Sebelumnya mereka telah memainkan pertandingan dan dengan tanpa rotasi yang dilakukan Luis de la Fuente.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here