STY Berbicara Tentang Taktik Timnas, Juga Kritik Penyerangnya

0
90

Debatbola.com – Senin, 17 Mei merupakan tanggal yang dimana timnas dijadwalkan akan bergerak menuju Dubai untuk menggelar latihan lanjutan. Timnas bakal dihadapkan oleh dua lawan di partai uji coba sebelum melakoni World Cup Qualifier.

Telah diketahui juga, sudah ada 28 pemain yang siap dibawa oleh pelatih Shin Tae Yong untuk menjajal pertandingan demi pertandingan di UEA. Direncanakan dari jumlah pemain tersebut masih akan diseleksi lagi menjadi 23 nama.

Sementara itu, federasi sepakbola tertinggi di Indonesia, PSSI berharap agar timnas Garuda mampu memberikan permainan terbaiknya. Selain itu juga PSSI telah memperkenalkan manajer timnas yakni, Endri Irawan.

Tak Banyak Bawa Playmaker

Dari 28 nama pemain yang bakal dibawa tersebut hanya terdapat dua pemain saja yang bertipe playmaker. Mereka adalah Syahrian Abimanyu dan Evan Dimas. Namun pemain pertama dikabarkan belum sembuh 100% dari cedera.

Dengan begitu tim Garuda dipastikan akan diperkuat oleh Evan Dimas sebagai pemimpin di lini tengah. Pengalamannya yang sudah didapatnya dari pelatih era sebelumnya bakal banyak dikeluarkan dalam laga tim selanjutnya.

Sementara gelandang lainnya yakni Ady Setiawan dan Kadek Agung lebih diposisikan sebagai ball winning midfielder. Yang mana tugas dari mereka adalah sebagai gelandang petarung atau perusak serangan lawan.

Pelatih Minta Pusat Latihan Khusus

Shin Tae Yong dikabarkan telah berbicara kepada ketua umum federasi sepakbola tertinggi di Indonesia, Mochamad Iriawan. Pelatih berusia 51 tahun tersebut kabarnya meminta agar timnas diberikan lapangan latihan khusus. Hal itu diperlukan agar para pemainnya bisa berlatih secara mandiri untuk memperkuat kualitasnya.

Sang juru taktik timnas tersebut berkaca kepada sepakbola Eropa dan Korea yang punya training center sendiri. Dimana para pemain di sana bisa menggelar latihan sendiri dan meningkatkan kemampuannya masing-masing.

Timnas saat ini berlatih di Stadion Madya yang mana itu bukanlah milik PSSI. Akibat itulah timnas tidak bisa menggunakan arena tersebut secara maksimal dan seringkali para pemain tidak dapat menambah porsi latihan.

Sang pelatih juga meminta agar para pemainnya tidak malas-malasan berlatih karena minimnya fasilitas. Dirinya juga berharap agar punggawanya tersebut mau untuk melakukan latihan pribadi di gym untuk meningkatkan kebugaran.

Sementara Mochamad Iriawan menjelaskan bahwa pihaknya belum bisa merealisasikan hal tersebut. Dirinya menambahkan bahwa federasi masih belum mempunyai cukup dana untuk membangun pusat latihan tersebut di masa pandemi ini.

Pria yang kerap dipanggil Iwan Bule tersebut juga berharap agar ada bantuan dari pemerintah. Dirinya melihat dan ingin meniru sepakbola Spanyol, dimana di sana fasilitas merupakan faktor penunjang nomor satu.

Kritik STY Terhadap Osvaldo

Selepas latihan terakhir timnas di Stadion Madya, sang pelatih menyampaikan komentarnya. Shin Tae-Yong melihat kurangnya striker Persija, Osvaldo Haay untuk turun membantu pertahanan. Sang juru taktik menginginkan agar strikernya itu berani untuk mengganggu arah bola.

Hal itu ditujukan untuk menghalau serangan dan mengacaukan permainan tim. Menurutnya, permainan timnas akan sangat terbantu apabila strikernya tersebut berani melakukan hal-hal yang sudah disebutkan sang pelatih tersebut.

Sementara itu Osvaldo bersaing dengan sederet nama-nama kandidat penyerang inti timnas Indonesia. Dengan formasi andalannya 4-4-2, maka hanya dua nama penyerang inti yang akan diturunkan sang pelatih.

Striker Persija tersebut akan bertarung ketat dengan empat striker lain yang akan dibawa sang pelatih. Mereka adalah Kushedya Yudo, Muhammad Rafli, Saddam Emiruddin dan kompatriotnya di kubu Macan Kemayoran, Braif Fatari.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here