Sneijder: “Aku Gagal di Real Madrid Akibat Ulahku Sendiri”

Debatbola.com – Wesley Sneijder merupakan salah satu gelandang terbaik dalam sejarah sepakbola Belanda. Keberhasilan terbesarnya adalah ketika dirinya membawa Internazionale Milan meraih Treble Winners pada 2009/10.

Sebelum ke Inter, Sneijder sempat membela raksasa Spanyol, Real Madrid. Selama dua musim, hanya satu gelar juara La Liga yang berhasil dipersembahkannya. Permainannya sendiri tak sesuai ekspektasi sehingga akhirnya ia dilego ke Inter.

Sneijder sendiri mengakui bahwa ia tak bermain maksimal selama membela Real Madrid. Saat itu ia tak bisa menahaan godaan akan status superstar setelah Real Madrid merekrutnya dari Ajax Amsterdam, di mana saat itu ia mulai kecanduan minuman keras.

“Aku masih muda dan menikmati kesuksesan dan perhatian. Segalanya berjalan keliru di sana. Tidak kecanduan obat terlarang, tapi aku kecanduan minuman keras dan ‘rock and roll’. Aku belum terbiasa atas semua itu, sebagai salah satu pemain bintang. Anda punya keistimewaan sebagai seorang pemain Real Madrid,” beber Sneijder pada buku otobiografinya yang baru rilis. 

“Semua langkah keliru langsung diwajarkan karena status dan popularitas. Meski aku berjalan di jalanan dan menghabiskan ribuan euro, atau aku sudah mengelilingi semua bar di sana. Aku bisa katakan kalau aku tak bisa tahan.”

Tak hanya di lapangan, kebiasaan buruk Wesley Sneijder itu pun merembet ke kehidupan keluarganya. Ia bercerai dengan istrinya saat itu.

“Aku ditinggal sendirian dan tak bisa bertemu dengan putri kecilku, Jessey, itu gila. Dan aku selalu buruk ketika aku sendirian. Bagaimana bisa aku merasa kesepian sementara aku memiliki banyak teman yang menemaniku sepanjang waktu? Aku hanya tak sadar bahwa teman-teman terbaikku saat itu hanyalah minuman keras.”

Kehidupan seperti itu sangat berpengaruh pada permainan Sneijder di lapangan. Ia tak bisa tampil maksimal. Ia mengatakan tak ada satu pun orang yang menyadari bahwa dirinya saat itu sedang bermasalah.

“Aku masih bermain di banyak pertandingan, tapi tidak terlalu bagus atau tidak terlalu tajam, kurang konsentrasi. Sikapku tak layak selama di Real Madrid. Aku membohongi diriku sendiri bahwa aku baik-baik saja. Secara fisik aku terkuras. Aku tak banyak berlari, menggantinya dengan permainan teknikku. Aku juga berpikir kenapa tak seorang pun menyadari itu.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here