Shin Tae-yong merekomendasikan Pemain AZ Alkmaar untuk dinaturaliasi

0
87

Debatbola.com – PSSI menyebutkan jika mereka batal melanjutkan proses naturalisasi kepada dua pemain yaitu Kevin Diks dan Mees Hilgers. Secara lisan Kevin Diks mengungkapkan ketertarikannya untuk membela Timnas Indonesia

Akan tetapi dua pemain rekomendasi dari pelatih Shin Tae-yong ini gagal direalisasi lantaran restu orang tua. Tidak butuh waktu lama, pelatih Shin segera merekomendasikan nama pemain baru untuk dinaturalisasi.

Bidikan PSSI Beralih Ke Tijjani Reijnders

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya jika PSSI gagal mencapai kesepakatan dengan Kevin Diks dan Mees Hilgers. Alasannya yaitu Indonesia menerapkan satu kewarganegaraan saja. Sehingga apabila keduanya tetap bermain di Eropa khususnya Belanda dikhawatirkan akan sulit dalam administrasi di negara tersebut, Dengan kata lain mereka lebih memprioritaskan sebagai warga negara Belanda. 

Oleh karena alasan itu, PSSI bersama dengan Pelatih Shin Tae-yong bergerak cepat dengan mencari pemain keturunan lain untuk dinaturalisasi. Anggota EXCO PSSI, Hasani Abdulgani mengatakan jika pemain bidikan Pelatih Shin Tae-yong merupakan punggawa AZ Alkmaar dan berposisi sebagai gelandang serang. 

Meskipun tidak menyebutkan nama pemain tersebut secara gamblang, namun setelah ditelusuri sosok yang dimaksud mengarah pada Tijjani Reijnders. PSSI akan melakukan penelusuran garis keturunan Reijnders terlebih dahulu guna memenuhi statuta FIFA sebelum mengajukan perpindahan kewarganegaraan.

Asal-Usul Tijjani Reijnders

Tijjani Reijnders memiliki darah Indonesia secara langsung dari ibunya yang merupakan keturunan Ambon, Maluku. Dengan demikian apabila memang benar, maka dia dapat dinaturalisasi melalui jalur khusus sesuai UU Nomor 12 tahun 2006, dimana seseorang yang memiliki darah keturunan Indonesia dapat dijadikan warga negara Indonesia.

Meskipun demikian, sekali lagi PSSI harus benar-benar memastikan akan kebenaran darah Indonesia yang mengalir dari darah Tijjani Reijnders. Hal ini sesuai dengan Statuta FIFA 2020 pasal ke-7 mengenai kelayakan bermain untuk tim perwakilan. Untuk itu, dikarenakan dia belum pernah menetap di Indonesia selama kurang lebih 5 tahun maka sang pemain harus menunjukkan bukti darah Indonesia minimal dari Kakek atau Nenek.

Kiprah Tijjani Reijnders

Pemain yang lahir di Zwolle 29 Juli 1998 ini merupakan pesepakbola yang berposisi sebagai pemain tengah. Dia mengawali karir profesionalnya di Liga belanda bersama Twente saat usia masih muda kemudian mulai matang saat membela PEC Zwolle di tahun 2016. Selang 1 musim bermain bersama PEC Zwolle kemudian Tijjani Reijnders bergabung bersama AZ Alkmaar hingga saat ini. Karirnya bersama Alkmaar dapat dikatakan cukup mentereng.

Berkat permainan apiknya bersama AZ Alkmaar, Tijjani Reijnders dipercaya untuk mengisi daftar pemain utama tim asuhan Pascal Jansen ini di musim 2019/20. Di musim itu, dia telah memainkan laga sebanyak 28 pertandingan di semua ajang. Dia juga mengantongi dua gol serta dua Assist bersama AZ Alkmaar.

AZ Alkmaar sendiri merupakan tim elite yang berlaga di level Eredivisie, Belanda. Saat ini tim yang bermarkas di Stadion AFAS tersebut menduduki peringkat 5 klasemen sementara Eredivisie dan besar kemungkinan untuk dapat mencapai 3 besar pada akhir musim serta tampil di pentas Eropa.

Kelebihan dari Tijjani Reijnders yaitu dia dapat bermain di berbagai posisi gelandang. Menurut data, pada musim ini dia telah melakoni laga di berbagai posisi seperti gelandang tengah, gelandang, bertahan, gelandang tengah bahkan winger.

Saat berusia muda, Media wahana888 memantau Tijjani Reijnders pernah membela Timnas Belanda U-23. Selama berkarir Internasional bersama “Der Oranje”, dia telah melakoni tiga pertandingan kala bertanding di Elite League U-20 2018/2019.

Saat itu Belanda berhasil menjadi juara setelah tim-tim besar lain seperti Italia, Meksiko, Rep. Ceko dan masih banyak lagi. Penampilannya bersama Timnas Belanda U-20 tidak berlanjut ke tim senior sehingga besar kemungkinan untuk dapat dinaturalisasi dan membela Timnas Indonesia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here