Sejumlah Klub Tolak Kebijakan Liga 1 Tanpa Degradasi

0
96
Liga 1

Debatbola.com – Dari liga dalam negeri ada berita yang menjadi pembahasan hangat menjelang pertandingan Liga 1 yang sebentar lagi bakal bergulir. Beredar kabar bahwa liga nantinya akan digelar tanpa adanya proses degradasi. Kini, hal itu menjadi ketidaksetujuan beberapa klub.

Sejumlah klub di Indonesia akhir-akhir ini dikejutkan dengan sistem baru dari Exco PSSI. Rencananya Liga 1 bakal diselenggarakan dengan tanpa degradasi. Namun sistem ini belum final dan masih menunggu keputusan saat Kongres PSSI, federasi persepakbolaan tertinggi Indonesia, 2022 mendatang.

PSSI direncanakan masih ingin berkonsultasi dengan FIFA dan AFC perihal sistem tersebut. Federasi sepakbola tertinggi di Indonesia itu ingin lebih mengetahui apakah kompetisi tanpa degradasi menyalahi peraturan atau tidak.

Klub yang Tidak Setuju

Kesulitan di tengah situasi Covid-19 ini ditengarai menjadi alasan kuat pengaturan baru tersebut. Namun di tengah kontroversi itu, ada sejumlah klub yang terang-terangan menentang sistem baru ini, mereka adalah:

Persipura Jayapura
Klub-klub ternama Indonesia mengambil sikap yang berlawanan dengan keputusan sementara PSSI. Salah satunya adalah klub peraih juara ISL 2005 itu secara terbuka menunjukkan penolakannya pada sistem baru tersebut.

Melalui managernya, Persipura menyuarakan pendapatnya. Ridwan Madubun mengatakan bahwa sistem tersebut tidak mengikuti prinsip dasar kompetisi. Prinsip yang dimaksudkan adalah sporting merit and the integrity.

Dirinya memberi penjelasan bahwa seburuk apapun buruknya situasi, kompetisi harus sesuai dengan aturan yang berlaku. Ridwan takut kalau-kalau sistem baru tersebut malah membuat peluang adanya kecurangan dalam pertandingan terbuka lebar.

Ridwan juga memberikan solusi yang lebih baik. Manajer tim Mutiara Hitam tersebut menganjurkan agar kompetisi dibuat panjang. Hal itu dilakukan agar kebijakan tersebut tidak keluar dari marwah kompetisi itu sendiri.

Bhayangkara Solo FC
Pimpinan Bhayangkara Solo FC, Kombes Pol Sumardji menyerukan pendapatnya mengenai kontroversi ketentuan pertandingan tanpa degradasi. Dirinya beralasan bahwa tanpa adanya degradasi, persaingan di liga menjadi tidak maksimal.

COO klub yang berjuluk The Guardian tersebut melihat adanya sisi positif dan negatif dari kebijakan itu. Dari sisi positif, dengan adanya liga tanpa degradasi, klub bisa bermain tanpa adanya beban. Peluang pemain junior untuk tampil menjadi lebih banyak.

Sedangkan dari sisi negatif seperti dijelaskan di atas bahwa persaingan diantara tim menjadi kurang. Hal tersebut bisa berpengaruh buruk terhadap kualitas dari kompetisi yang dijalani oleh klub-klub dari Liga 1 tersebut.

Persib Bandung
Selain kedua klub di atas, kini Maung Bandung juga berada di posisi penentang kebijakan kontroversial tersebut. Melalui Teddy Tjahjono, Direktur dari Persib Bandung, dirinya berbicara mengenai ketidaksetujuan klub.

Sama dengan manajer klub asal Papua, Ridwan Madubun, dirinya tidak setuju karena kebijakan baru ini. Teddy Tjahjono berpendapat juga bahwa kebijakan tersebut tidak sesuai dengan prinsip dasar kompetisi.

Tentang tim yang setuju dengan tidak adanya degradasi, Teddy menolak untuk berpendapat. Dirinya hanya ingin berfokus untuk klub dan keputusannya sendiri. Mengenai pihak yang pro, sang direktur merasa bahwa klub-klub lain bebas berpendapat.

Selain ketiga klub yang sudah dibahas, dari kabar terakhir terdapat klub lain yang menolak kebijakan baru ini. Ada 10 klub dari Liga 1 serta 16 klub Liga 2 yang sependapat dengan Persipura, Bhayangkara dan Persib.

Mereka juga sudah melayangkan surat ke Exco PSSI. Klub-klub tersebut meminta agar dihapuskan segera mengenai sistem tanpa degradasi tersebut. Hal itu dilakukan menjelang Kongres PSSI 2022 nantinya. Patut ditunggu mengenai kebijakan federasi ke depannya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here