Segera, Pochettino dan Paris Saint-Germain Bakal Berpisah

0
37

Debatbola.com – Seperti yang banyak diisukan, karir Mauricio Pochettino di Paris Saint-Germain nampaknya tidak akan berakhir baik-baik saja. Sempat muncul desas-desus bahwa Pochettino bakal didepak menyusul kegagalan timnya di Liga Champions. Desas-desus itu kian mendekati kenyataan setelah kabar pemecatan Pochettino disebut kian mendekat.

Pemecatan Tinggal Menunggu Waktu

Konflik yang kabarnya melibatkan para petinggi Paris Saint-Germain dengan Thomas Tuchel pada tahun 2021 ternyata berakhir buruk buat klub Paris. Tuchel yang kala itu sukses mengantar Les Parisiens ke final Liga Champions, pada akhirnya didepak. Kepergian Tuchel juga menandai era baru Paris Saint-Germain di bawah arahan Mauricio Pochettino.

Pochettino yang ditunjuk untuk menggantikan Tuchel diharapkan bisa melanjutkan sukses era pelatih asal Jerman tersebut. Namun, pada musim 2020/2022, Pochettino gagal membawa pasukan barunya mempertahankan gelar domestik. Justru, Lille lah yang pada akhirnya menggondol pulang trofi dan kembali mengakhiri dominasi Paris Saint-Germain.

Untuk kasus tersebut, manajemen Paris Saint-Germain mungkin masih bisa memaklumi. Tetapi, pasca melihat kegagalan Pochettino dan pasukannya di Liga Champions musim ini, manajemen mulai bertanya-tanya. Apalagi, para petinggi klub Prancis sudah memberi skuad yang disebut banyak orang sebagai skuad impian kepada Pochettino.

Ditambah, fakta bahwa para bintang yang baru mereka bawa nyatanya tidak bersinar, nampaknya telah membulatkan tekad manajemen untuk mendepak Pochettino. Lihat saja, Lionel Messi seakan telah melepas statusnya sebagai pemain legendaris. Begitu pula dengan Sergio Ramos yang tiba-tiba menjelma menjadi pemain rentan cedera dan kerap absen.

Musim ini, Paris Saint-Germain bisa dibilang sudah bisa merasakan gelar juara Liga Prancis. Namun, tetap saja, bagi manajemen, kegagalan mendapatkan gelar Liga Champions merupakan kegagalan yang tidak bisa dimaafkan. Belum lagi, Pochettino telah gagal membuat sejumlah bintang yang datang ke Parc des Princes bersinar.

The Telegraph mengabarkan bahwa karir Pochettino di Parc des Princes tidak akan bertahan lama. Manajemen Paris Saint-Germain disebut sudah mempersiapkan pemecatan untuk juru taktik asa Argentina, dan pemecatan itu mungkin bakal terjadi di akhir musim ini. Jadi, musim ini bisa jadi akhir era Pochettino sebagai nahkoda Les Parisiens.

Sudahkah Ada Calon Klub Baru?

Beberapa bulan terakhir, banyak desas-desus yang mengaitkan Pochettino dengan pekerjaan melatih Manchester United. Pochettino disebut-sebut bakal menjadi suksesor Ralf Rangnick di musim depan. Tetapi, dengan adanya kabar bahwa Erik Ten Hag yang akan maju, maka Pochettino kini tidak diunggulkan untuk menduduki kursi pelatih Setan Merah.

Sekadar informasi, pasca dipecat oleh Tottenham Hotspur, Pochettino sempat melewati masa menganggur yang cukup lama. Pelatih asal Argentina diketahui tidak mendapat pekerjaan melatih di klub manapun hingga lebih dari setahun lamanya. Paris Saint-Germain lalu melihat Pochettino, dan pada akhirnya menaruh kepercayaan kepadanya pasca pemecatan Tuchel.

Sayangnya, kepercayaan klub terhadap Pochettino saat ini sepertinya sudah mulai menurun. Jadi, sang juru taktik harus siap-siap angkat kaki ketika musim 2021/2022 resmi ditutup. Memang, Manchester United terlihat kurang memungkinkan, tetapi dengan kapasitas sebagai pelatih top, Pochettino harusnya tak begitu kesulitan mencari klub baru.

Statistik Bersama Paris Saint-Germain

Sebagai catatan, sejak menjabat sebagai juru taktik Les Parisiens, Pochettino sudah mendampingi timnya dalam 77 pertandingan di seluruh ajang. Catatan Pochettino selama melatih Paris Saint-Germain pun terbilang cukup baik. Ia memperoleh total 28 kemenangan, dengan hanya kalah delapan kali dari 77 laga tersebut.

Rata-rata poin yang didapat Pochettino juga cukup bagus, yakni berada di angka 2,29 poin per laga. Catatan ini menjadi yang terbaik sepanjang karir kepelatihan Pochettino. Sebelumnya, di Tottenham Hotspur, Pochettino hanya memperoleh rata-rata 1,84 poin per laga, atau hampir separuh dari yang ia dapat sekarang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here