Sakit Hati Osayi-Samuel Akibat Tindakan Rasisme

0
112
Sakit Hati Osayi-Samuel Akibat Tindakan Rasisme
Sumber : https://www.thesun.co.uk/sport/football/13607189/qpr-osayi-samuel-racist-norwich/

Debatbola.comBright Osayi-Samuel, pemain sayap Queens Park Rangers (QPR), mengungkapkan mengalami pelecehan rasial di sosial media. Hal itu didapatkannya setelah bermain imbang 1-1 melawan Norwich City pada pertandingan lanjutan Divisi Championship 2020/2021, Selasa (30/12) dini hari. Osayi-Samuel menjadi peran penting QPR pada pertandingan tersebut.

Sebab pemain asal Nigeria itu menghindarkan QPR dari kekalahan. Osayi-Samuel mencetak gol penyama kedudukan melalui eksekusi penalti. Sebelumnya, QPR kebobolan terlebih dahulu melalui gol Teemu Pukki. Osayi-Samuel mengungkapkan di akun Instagram miliknya. Dia menulis “Menjijikan dan menyakitkan menerima pesan seperti ini,” catatannya.

Memang cukup sering sejumlah pemain asal Benua Afrika mengalami pelecehan rasialisme selama karirnya. Termasuk Samuel Eto’o mantan penyerang Chelsea dan legenda Barcelona serta Internazionale Milan. Pierre-Emerick Aubameyang pun pernah menjadi sasaran rasialis setelah menjebol gawang Tottenham Hotspur pada 2018 lalu.

Sebuah kulit pisang dilemparkan kepada Aubameyang ketika sedang merayakan gol. Sebetulnya, pihak Federasi Sepakbola Inggris (FA) dan Eropa (UEFA) sudah mencoba membasmi tindakan tercela tersebut. Tapi hanya sedikit yang berhasil. Asosiasi Pesepakbola Profesional (PFA) pun telah mendesak para pemain untuk berlutut sebagai bagian dari upaya menghentikan rasialisme.

Kabarnya, Osayi-Samuel akan diselidiki kepolisian. Pelakunya pun akan dihukum agar tidak terulang di masa depan. Osayi-Samuel sendiri merupakan pemain QPR sejak bursa transfer musim panas 2017. Ia menjadi pemain kunci dan sudah tampil lebih dari 100 pertandingan. Pemain 22 tahun itu pun membantu QPR berada di papan tengah klasemen akhir Divisi Championship 2019/2020.

Osayi-Samuel juga sudah mencetak tiga gol dan tiga asis dalam 21 pertandingan seluruh kompetisi yang diikuti QPR. Selanjutnya, QPR akan menghadapi Luton Town pada 2 Januari 2021. Sementara pihak QPR, sudah pasti mengutuk aksi rasialisme terhadap pemain andalannya itu. Hal itu diutarakan oleh Les Ferdinand selalu Direktur Sepakbola QPR.

“Bagaimana orang bisa membuat akun media sosial anonim? Ini akan berlanjut dan sampai kami menghentikannya dari kemungkinan seperti ini. Saya percaya badan-badan pemerintahan di seluruh olahraga. Tidak hanya sepakbola. Perlu persatuan untuk menciptakan suara yang kuat dan membutuhkan platform media sosial untuk mengubah pendirian mereka,” katanya seperti dikutip dari BBC.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here