Sadio Mane Jalani Musim Terburuk

0
162
Sadio Mane Jalani Musim Terburuk

Debatbola.com – Sejak bergabung ke Liverpool, Sadio Mane sukses menjelma menjadi salah satu penyerang terbaik di Inggris, bahkan di dunia. Berkat kecepatan dan penyelesaian akhir yang dimilikinya juga Liverpool berhasil menjuarai Liga Champions dan mengakhiri puasa gelar Premier League.

Namun musim ini tak berjalan seperti biasanya bagi Mane. Pemain asal Senegal itu mulai seret gol. Jelang musim berakhir yang tinggal menyisakan tiga pertandingan, eks pemain Southampton itu baru mencetak 9 gol di Premier League.

Jika tak bertambah sampai musim berakhir, catatan tersebut akan membuatnya menorehkan gol paling sedikit di Premier League dalam satu musim. Paling sedikit ia mencetak 10 gol dalam satu musim.

Ketajaman Mane seolah hilang pada musim ini. Musim lalu ia berhasil mencetak 18 gol di Premier League. Bahkan ia sempat menorehkan capaian terbaiknya pada musim 2018/19 dengan mengemas 22 gol.

Mengenai situasinya ini, Mane pun tak mengerti apa yang terjadi dengan dirinya. Ia sudah melakukan serangkai pemeriksaan untuk menemukan jawabannya, namun hingga kini semuanya masih misteri.

“Ini adalah musim terburuk sepanjang karierku. Aku harus mengakuinya,” beber Mane pada Canal Plus. “Kalau kamu bertanya padaku apa yang salah, aku juga kesulitan untuk memberimu jawabannya. Aku sendiri tidak tahu.”

“Aku selalu mencoba positif, entah ketika aku menghadapi hal yang baik atau buruk. Aku juga selalu mempertanyakan diriku sendiri. Bahkan aku juga sudah melakukan tes untuk mengecek apa ada yang salah denganku, atau aku pernah memakan makanan yang salah, atau apa yang sudah berubah. Tapi ketika hasil tes keluar, semuanya baik-baik saja.”

Pada akhirnya yang bisa dilakukan oleh Sadio Mane adalah terus bekerja keras sebisa mungkin. Ia yakin bahwa suatu saat dirinya bisa melalui ini semua.

“Aku mungkin hanya perlu menyadari bahwa dalam hidup kita bisa ada di atas dan di bawah. Aku akan terus bekerja keras dan berharap seiring berjalannya waktu semuanya bisa berlalu dan kembali membaik.”

Penampilan Mane ini berimbas pada kegarangan Liverpool di lini depan. Kini Liverpool tercecer hingga ke peringkat enam dengan tiga pertandingan sisa, padahal mereka berstatus juara bertahan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here