Saatnya Pergi, Ziyech?

0
80
Saatnya Pergi, Ziyech?
Sumber : https://gilabola.com/wp-content/uploads/2020/11/Hakim-Ziyech-Bisa-Membuat-Fans-Chelsea-Bahagia.jpg

Debatbola.comKabar mengejutkan datang dari Stamford Bridge, sayap anyar mereka asal Maroko, Hakim Ziyech, menyatakan ingin pergi meninggalkan Chelsea. Faktor menit bermain menjadi alasan utama pemain berusia 27 tahun tersebut ingin hengkang.

Secara total, ia sudah bermain sebanyak 11 kali, delapan kali sebagai starter dan tiga kali sebagai pemain pengganti. Dari 635 menit bermain, dia sudah mengemas satu gol dan tiga asis. Catatan asis ini sendiri menjadi ketiga yang terbanyak di Chelsea, dibawah Timo Werner dengan lima asis dan Ben Chilwell  dengan 4 asis.

Langkah dari Ziyech sendiri semakin mantap setelah menit bermainnya semakin berkurang dibawah asuhan pelatih anyar Chelsea, Thomas Tuchel. Dari lima pertandingan yang telah dimainkan, Ziyech hanya bermain di dua pertandingan saja, yakni saat Chelsea bermain imbang 0-0 menghadapi Wolves di pertandingan pertama Tuchel, serta di pertandingan terakhir mereka menghadapi Barnsley di ajang FA Cup yang berakhir 1-0 untuk The Blues.

Saingan Ziyech di lini tengah Chelsea pun bisa dibilang begitu banyak, ada nama-nama seperti Kai Havertz, Mason Mount, Christian Pulisic, Mateo Kovacic ataupun Callum Hodson-Odoi.

Seiring perubahan pelatih, berubah pula taktik yang digunakan. Jika Lampard gemar memainkan 4-3-3, Thomas Tuchel membawa filosofinya sendiri dengan menerapkan taktik 3-4-2-1. Dalam formasi 4-3-3 ala Lampard selalu ada tempat bagi Ziyech di sisi kanan penyerangan Chelsea. Di era Tuchel, Ziyech sempat dicoba untuk mengisi posisi di belakang penyerang tunggal mereka. Namun itu hanya berlangsung di pertandingan pertama saja saat menghadapi Wolves, di tiga laga berikutnya, nama Ziyech tidak pernah masuk sebagai starter. Dua posisi belakang penyerang selalu diisi oleh Werner dan juga Mason Mount.

Baru di pertandingan terakhir menghadapi Barnsley di ajang FA Cup, nama Ziyech kembali masuk di starting XI Chelsea dan mengisi posisi sayap kanan penyerangan dalam formasi 3-4-3 ala Tuchel. Dalam pertandingan yang berakhir 1-0 untuk Chelsea tersebut, dia berhasil menciptakan dua operan kunci dan juga menyetuh bola sebanyak 48 kali. Tanpa ada peluang yang tercipta darinya.

Memang terlalu dini untuk Ziyech menyatakan ingin hengkang dari Chelsea, karena masih banyak pertandingan yang dimainkan, masih banyak kesempatan untuknya mendapat jam terbang. Namun pilihan tetap ada pada Ziyech, karena yang berhak menentukan karirnya ke depan adalah dirinya sendiri. Ia harus memikirkan pelabuhan barunya, klub barunya yang bisa membantu dia mencapai potensi terbaiknya.

Mungkin Milan atau Roma, Ziyech?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here