Romelu Lukaku Tersiksa Selama Menjalani Masa Karantina

Debatbola.com – Semua pemain Serie A Italia harus menjalani masa karantina mandiri. Di Italia, korban meninggal karena virus corona sudah melebihi empat ribu jiwa, di mana angka tersebut melebihi Tiongkok, negara awal virus ini menyerang.

Kota Milan menjadi salah satu kota yang cukup banyak menelan korban jiwa. Hal itu terjadi karena Milan terletak di provinsi Lombardy, provinsi yang pertama kali dan terparah di Italia diserang COVID-19.

Pemain Inter, Romelu Lukaku, menceritakan betapa mengerikannya virus corona di Italia. Ia bahkan membayangkan bahwa virus corona di Italia bisa menular hanya ketika manusia saling bersentuhan.

“Di sini kami harus sangat berhati-hati karena bukan tak mungkin kita bisa menyentuh seseorang dan mereka sebenarnya sudah memiliki virus itu. Ibuku punya diabetes dan orang seperti ini punya risiko tinggi ketika memiliki virus ini. Jadi aku tak bisa pulang dan menyentuhnya. Ibuku bahkan tidak ke mana-mana sekarang. Dia hanya berjalan ke halaman belakang atau berjalan pada malam hari lalu kembali,” kata Lukaku pada channel YouTube Ian Wright.

Situasi ini membuat Lukaku tersiksa. Selain tidak bisa bertemu dengan keluarganya, ia juga tak bisa berlatih seperti biasa. Terlebih ia tak memiliki rumah di Milan, karena dia tinggal di apartemen.

“Aku tidak bisa bepergian. Aku tidak bisa berlatih. Ini sudah 9 hari. Mereka membelikanku sepeda karena banyak pemain yang tinggal di pusat kota di sebuah apartemen kecil. Aku tidak punya ruangan yang luas.”

“Aku merindukan kehidupan normal. Bersama ibuku dan anakku. Juga bersama saudaraku dan orang-orang luar. Aku memikirkan semua orang. Ini buruk. Kita tidak bisa lagi melakukan kontak sebagai manusia. Aku merindukan latihan dan bermain di hadapan pendukung. Sekarang kita hanya bisa bersyukur apa yang kita miliki saat ini.”  

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here