Roberto Carlos Beberkan Alasan Dirinya Gagal di Inter Milan

0
291
Roberto Carlos Beberkan Alasan Dirinya Gagal di Inter Milan

Debatbola.com – Roberto Carlos punya karier cemerlang sebagai pemain. Baik di klub maupun Tim Nasional, hampir semua gelar juara telah diraihnya. Trofi liga, Liga Champions, hingga Copa America dan Piala Dunia berhasil ditorehkannya.

Periode 1996 hingga 2002 jadi masa emas seorang Roberto Carlos. Di Real Madrid kala itu, empat juara La Liga dan tiga juara Liga Champions berhasil diraihnya. Di Timnas, ia sukes membawa Brasil dua kali juara Copa America dan sekali juara Piala Dunia.

Namun di tengah gelimang gelar tersebut, terdapat satu momen buruk bagi seorang Roberto Carlos. Pada musim 1995/96, ia menjalani masa terburuk dalam kariernya, yakni kala membela Inter Milan.

Inter memang jadi kesebelasan pertama Carlos di Eropa. Tapi ia gagal mencapai potensi maksimalnya. Carlos mengaku bahwa hal itu terjadi karena ia tak cocok dengan pelatih Inter saat itu, Roy Hodgson.

“Roy Hodgson menghancurkanku. Ia membuatku main sebagai pemain tengah. Aku tak mendapatkan kesempatan bermain seperti di Brasil di posisi itu, sementara itu tahun 1997 ada Copa America,” beber Carlos pada Marca.

“Kami bukannya tak akur, akan tetapi dia tak banyak tahu soal sepakbola. Aku pun bilang pada Moratti [Presiden Inter] kalau solusi terbaik adalah aku pergi dari Inter.”

Carlos akhirnya hijrah ke Real Madrid setelah hanya bermain selama satu musim di Inter. Ia bahkan bermain hingga 11 musim di Madrid. Total ia bermain dalam 584 laga di seluruh ajang, dan ia selalu ditempatkan di posisi favoritnya: bek kiri.

Momen tersebut tentu jadi titik balik karier seorang Roberto Carlos. Kariernya terselamatkan oleh Real Madrid. Lebih spesifik, Carlos menyebut bahwa kariernya diselamatkan oleh Fabio Capello. 

“Aku pergi ke Real Madrid yang ketika itu ditangani Fabio Capello. Dia adalah pelatih paling penting sepanjang hidupku.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here