Richarlison Suarakan Dukungan untuk Kesehatan Mental

0
30

Debatbola.com – Pemain Tottenham dan Brasil, Richarlison menjadi sorotan saat ia mengungkapkan pentingnya mencari bantuan untuk masalah kesehatan mental di tengah persiapan menjelang pertandingan persahabatan internasional melawan Inggris.

Dalam usianya yang baru 26 tahun, Richarlison siap meraih caps ke-50 untuk Brasil dalam pertandingan melawan Inggris dan Spanyol, sambil berbagi pengalaman pribadinya tentang bagaimana terapi telah membantu memulihkan ritme permainannya. Mengalami tantangan dalam performanya selama kualifikasi Piala Dunia 2026 Brasil, Richarlison mengakui kesulitan yang ia hadapi dalam mencapai dampak yang diharapkan di Liga Premier.

Namun, setelah menjalani terapi dan operasi pangkal paha pada bulan November, Richarlison berhasil bangkit dengan mencetak sembilan gol dalam 10 pertandingan liga, memberikan kontribusi besar bagi Tottenham untuk naik di klasemen. Dalam pernyataannya kepada wartawan, Richarlison menyoroti stigma yang masih melekat terhadap pencarian bantuan psikologis untuk masalah kesehatan mental.

Ia menyatakan bahwa pentingnya untuk mengatasi prasangka tersebut dan memberikan dukungan kepada sesama dalam menemukan bantuan yang mereka butuhkan. Sebagai pemain dengan suara aktif di tim nasional, Richarlison merasa bertanggung jawab untuk membagikan pengalaman pribadinya sebagai inspirasi bagi orang lain yang mungkin mengalami hal serupa.

“Saya tahu betapa prasangkanya orang ketika mereka menyatakan bahwa mereka mencari bantuan (psikologis). Syukurlah saya tidak lagi memiliki prasangka tentang hal itu,” ungkap Richarlison dengan tegas. Dalam upayanya untuk menghapus stigma dan mempromosikan kesadaran akan kesehatan mental, Richarlison menekankan pentingnya bagi para pemain untuk tidak hanya peduli dengan kesehatan fisik mereka, tetapi juga kesehatan mental mereka.

Menurutnya, hanya para pemain yang sebenarnya mengerti tekanan yang mereka alami di lapangan dan di luar lapangan. Richarlison juga mengungkapkan perjuangannya sendiri dalam menghadapi masa sulit, termasuk ketika ia tidak dipanggil ke tim nasional. Namun, ia menegaskan bahwa dengan kerja keras dan dukungan yang tepat, ia berhasil membalikkan keadaan dan kembali memberikan kontribusi penting bagi klubnya.

Dengan kepribadiannya yang tegas dan inspiratif, Richarlison menegaskan bahwa mencari bantuan untuk kesehatan mental bukanlah sesuatu yang harus dipermalukan atau ditutup-tutupi. Sebaliknya, itu adalah langkah penting menuju pemulihan dan kesejahteraan yang lebih baik, baik di lapangan maupun di luar lapangan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here