Debatbola.com – Dalam tempo kurang dari dua bulan, beberapa pesepakbola mendapatkan aksi rasial dari penggemar, baik pendukung tim maupun tim lawan. Dimulai dari Tammy Abraham, Paul Pogba, hingga terakhir Romelu Lukaku.

Gerakan perlawanan rasisme sudah digaungkan di media sosial. Tak sedikit yang mengutuk perbuatan tidak terpuji itu. Namun yang terjadi aksi rasisme baik dari tribun suporter maupun media sosial tetap terjadi.

Muncul saran, khususnya pada kasus Lukaku, agar para pemain yang mendapatkan aksi rasial dari penonton di tribun ketika pertandingan berlangsung untuk tidak melanjutkan pertandingan alias mogok main. Namun menurut Lukaku ia merasa tak perlu dilakukan.

“Tidak. Tapi aku rasa pemain tersebut harus menentukan sikapnya. Rasisme adalah sesuatu yang harus dijawab. Lihat di Inggris, beberapa hal terjadi pada pemain dari Manchester United dan Chelsea belakangan ini. Itu harus dijawab,” ujar Lukaku.

“Sepakbola adalah sesuatu yang internasional dan multikultural. Kalau kamu ingin melihat banyak pemain terbaik di dunia bermain di hadapan Anda, Anda harus menyambutnya dengan tangan terbuka, karena para atlet pun harus beradaptasi dengan budaya yang ia datangi. Oleh karent itu penting untuk tidak mendiskriminasi dan lebih menghargai apa yang ia bawa atas kehadirannya,” sambung pemain yang dipinjam Inter dari Man United tersebut.

Sama seperti Lukaku, penyerang Manchester United, Marcus Rashford, juga merasa bahwa setiap pemain yang mendapatkan aksi diskriminasi tidak boleh diam. Akan tetapi Rahsford menyayangkan atas lambatnya respons federasi baik federasi negara maupun federasi tertinggi sepakbola (FIFA) terhadap insiden rasisme.

“Ini mengecewakan,” kata Rashford pada Jumat (06/09). “Buatku tampaknya sekarang berjalan mundur daripada melangkah maju. Orang-orang di seluruh dunia sudah berdiri bersama dan hanya itu yang bisa kita lakukan. Suara kita harusnya punya kekuatan besar.”

“Tapi seperti yang aku selalu bilang, semakin kami banyak berbicara, itu semakin sia-sia. Ada banyak contoh kasus di mana banyak orang berbicara tapi tetap saja tidak ada perubahan apa-apa,” sambung penyerang Tim Nasional Inggris itu.

Rasisme memang terus menjadi momok bagi sepakbola di seluruh dunia. Hukuman denda pada pihak-pihak yang dirasa bersalah akan terjadinya insiden aksi rasial tak membuat jera para pelaku. Pada akhirnya rasisme terus menghantui para pemain baik di lapangan maupun di luar lapangan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here