Raih Perunggu di Olimpiade Tokyo, USWNT Kembali dapat Sindiran Donald Trump

0
248

Debatbola.com – Presiden Amerika Serikat ke-45 Donald Trump lagi-lagi menebar sensasi dengan menyindir timnas wanita Amerika Serikat di Olimpiade Tokyo 2020. Seperti yang kita tahu, USWNT tidak bisa merebut medali emas dan hanya pulang membawa perunggu. Kegagalan ini pun menjadi sasaran empuk bagi Trump.

Gagal Raih Emas

Seakan tak pernah lelah, presiden ke-45 Amerika Serikat Donald Trump kembali mengkritik performa timnas Amerika Serikat. Trump yang sudah tidak lagi menjabat sebagai presiden terbilang jarang mengkritik performa atlet di Olimpiade Tokyo 2020. Namun beberapa waktu lalu, Trump akhirnya melontarkan ucapan pedasnya pada timnas wanita Amerika Serikat.

Seperti yang kita tahu, timnas wanita Amerika Serikat datang ke Olimpiade Tokyo dengan status tim terbaik di sepakbola wanita. Mereka juga membawa status sebagai kampiun Piala Dunia 2019. Namun, di turnamen sepakbola wanita Olimpiade, tim yang biasa dipanggil USWNT hanya bisa meraih medali perunggu.

Secara mengejutkan, USWNT gagal merebut status sebagai jawara Grup G setelah mereka gagal menyalip Swedia yang ada di urutan pertama. Perjalanan USWNT merebut emas harus terhenti manakala mereka takluk 1-0 di tangan Kanada. Namun, USWNT sukses menaklukkan Australia dengan dramatis untuk membawa pulang medali perunggu.

Lemah Gara-Gara Politik

Kegagalan USWNT merebut medali emas ini dianggap Trump sebagai sebuah kegagalan besar. Bahkan, medali perunggu pun seakan tak bisa menutupi kegagalan tim asuhan Vlatko Andonovski tersebut. Trump pun menilai USWNT bisa gagal meraih emas karena tim itu beranggotakan pemain-pemain yang terlalu memikirkan politik.

“Jika timnas kita (USWNT) tidak beranggotakan pemain-pemain radikal, maniak politik kiri, maka mereka tidak akan lemah. Mereka akan memenangkan emas, bukannya perunggu.” Tutur Trump, seperti dikutip via The Guardian. “Lemah berarti kekalahan, setiap kelemahan adalah keburukan, dan semua itu ada di dalam timnas kita.”

“Sayangnya juga, hanya ada sedikit dari mereka yang berjiwa patriot. Yang paling penting adalah mereka perlu lebih menghormati negaranya dan lagu nasionalnya. Mereka perlu menghilangkan kelemahan dan mulai menang lagi. Wanita rambut ungu (Megan Rapinoe) bermain buruk, dan terlalu banyak memikirkan politik daripada melakukan tugasnya.”

Bukan yang Pertama Kalinya

Perlu diketahui, bukan kali ini saja Trump melontarkan kritikan pedas kepada timnas wanita Amerika Serikat, terutama pada sang kapten tim Megan Rapinoe. Pada tahun 2019 silam, Rapinoe dan Trump bahkan pernah terlibat perseteruan panas. Saking panasnya, Rapinoe kala itu mengatakan bahwa USWNT tak sudi melakukan kunjungan ke Gedung Putih.

Kepada The Guardian, Rapinoe mengatakan, “Kami (USWNT) adalah semua yang dicintai Trump, kecuali fakta bahwa kami adalah wanita-wanita yang kuat.” Rapinoe lalu ditanya apakah USWNT akan mengunjungi Gedung Putih usai menjuarai Piala Dunia Wanita. Ia menjawab, “Saya tidak akan berkunjung ke Gedung Putih sialan itu.”

Pada akhirnya, USWNT berhasil keluar sebagai juara turnamen Piala Dunia Wanita 2019, dan mereka memutuskan tidak melakukan tradisi berkunjung ke Gedung Putih. Rapinoe mengatakan, “Kami lebih baik menggunakan waktu kami untuk tempat yang lebih baik. Saya tidak berpikir akan pergi ke sana (Gedung Putih).”

Perjuangan yang Tetap Patut Dihargai

Ucapan Donald Trump bahwa USWNT sudah melemah memang tidak sepenuhnya salah. Buktinya, di Olimpiade, Megan Rapinoe CS tampil tidak seperti di Piala Dunia Wanita 2019. Awalnya, mereka dijagokan bakal membawa pulang emas. Namun, tim tersukses di sepakbola wanita Olimpiade itu justru pulang membawa perunggu.

Meski begitu, perjuangan anak asuh Vlatko Andonovski juga seharusnya tidak dipandang sebelah mata. Bagaimanapun, meraih medali di ajang sekelas Olimpiade tidaklah mudah. Apalagi, USWNT mendapat perlawanan cukup alot dari Australia, tim yang memang menampilkan banyak kejutan di Olimpiade tahun ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here