PSIS Jadi Tim Kuda Hitam Liga 1 Musim 2022/2023

0
27

Debatbola.com – Bukan tanpa alasan jika klub PSIS Semarang menyandang predikat sebagai tim ‘kuda hitam’ di Liga 1 kali ini. Hal tersebut lantaran aksi PSIS dalam mendatangkan 2 pemain kunci milik Arema FC dan Persebaya Surabaya. Mengingat PSIS juga merupakan tim dengan rata-rata usia pemain termuda, tentu tak menampik kemungkinan jika para ‘Wonderkid’ akan bermunculan.

Kedatangan Marukawa dan Carlos Fortes

Kedatangan Taisei Marukawa dan juga Carlos Fortes ke kubu Laskar Mahesa Jenar tentu sangat mengejutkan. Selain karena masing-masing dari mereka baru 1 musim di sepakbola Indonesia, tentu tak banyak orang yang menyangka jika keduanya akan hengkang. Dengan kedatangan kedua pemain itu, PSIS Semarang menjadi klub pertama yang ‘sukses’ di bursa transfer pemain.

Hal tersebut bukan tanpa alasan mengingat keduanya merupakan salah satu pemain asing terbaik di Liga 1 musim lalu. Selain itu, kedatangan keduanya hanya berjarak beberapa hari usai berakhirnya gelaran Liga 1 2021/2022. Karena aksi ‘gerak cepat’ tersebut, tak banyak rumor yang sempat mengatakan jika keduanya akan menuju PSIS Semarang.

Fortes di 31 laganya bersama Arema tampil moncer dengan 20 gol dan 3 assists. Dengan begitu, ia berhak menyandang gelar sebagai pemain asing tersubur di Liga 1 musim 2021/2022. Pada Piala Presiden kemarin Carlos mampu tampil cemerlang bersama PSIS dengan menceploskan 5 gol dan juga 1 assist dari 5 pertandingan.

Sejak memulai debut bersama Persebaya pada September 2021 lalu, Marukawa mampu tampil meyakinkan. Bahkan ia mampu mengakhiri musim dengan menyandang status sebagai Top Assist dan juga Pemain Terbaik Liga 1. Oleh karena itu, jika ia mampu konsisten bukan tidak mungkin PSIS akan memberi kejutan di Liga 1 musim ini.

Tempatnya Pemain Muda

Berdasarkan data yang dikutip dari Transfermarkt, PSIS menempati posisi kedua sebagai skuat dengan rata-rata umur pemain termuda di Liga 1 Indonesia. Mereka hanya berada dibawah Persebaya Surabaya dengan rata-rata usia pemain 22,5 tahun.

PSIS sendiri merupakan tim dengan rata-rata usia hanya berkisar 24,7 tahun. Dengan begitu, tidak menutup kemungkinan akan banyak bermunculan Wonderkid baru dari kubu Laskar Mahesa Jenar. Bahkan terdapat pemain Timnas Indonesia juga seperti Alfeandra Dewangga contohnya.

Dewangga sendiri sempat bermain untuk Timnas Indonesia dibawah asuhan Coach Shin Tae-Yong. Meski minim menit bermain di kualifikasi Piala AFC, sebenarnya Dewangga sempat dipercaya penuh saat diturunkan pada gelaran Piala AFF 2020. Ia selalu dimainkan selama 90 menit penuh dan mampu bermain bersih dengan hanya menerima 1 kartu kuning.

Beberapa pemain lain seperti Eduardus, Kartika Vedhayanto dan Ridho Syuhada merupakan pemain yang belum genap berusia 21 tahun. Dengan begitu, bukan tidak mungkin Dewangga mampu memotivasi para pemain tersebut yang bisa dibilang calon Wonderkid. Apalagi ketiganya merupakan mantan pemain Garuda Select, tentu tinggal mengasah kualitasnya dengan memberikan banyak jam terbang.

Roy Grand Sebagai Pelatih Kiper

Mantan Pelatih Kiper Bangkok United, Roy Grand resmi bergabung PSIS Semarang melengkapi staff kepelatihan. Roy Grand, selama menjadi pelatih kiper Bangkok United untuk musim 2017/2018 terbilang cukup sukses. Roy Grand menjadikan Bangkok United sebagai tim kedua yang paling sedikit kebobolan dengan hanya kemasukan 36 gol.

Timnya berada 1 tingkat di bawah Buriram United, sang jawara Liga Thailand saat itu dengan kebobolan 25 gol. Kehadiran Roy Grand guna memperbaiki catatan kebobolan dari PSIS Semarang yang musim lalu kebobolan 34 gol dari 34 laga. Meski begitu, diperlukan kerja sama yang baik juga dengan para bek untuk memperkuat pertahanan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here