Profil Timnas Wanita Britania Raya, Tim Kuat Kandidat Juara Olimpiade Tokyo

0
332

Debatbola.com – Pada ajang Olimpiade Tokyo, Inggris mengirim wakil mereka ke cabang sepakbola wanita, tetapi wakil Inggris bukanlah timnas Inggris, melainkan timnas Britania Raya. Baru tampil dua kali di ajang Olimpiade, kekuatan timnas wanita Britania Raya patut diperhitungkan. Untuk mengenal lebih dekat timnas ini, berikut adalah profilnya.

Profil dan Sejarah

Timnas wanita Britania Raya adalah timnas yang mewakili empat negara, antara lain Inggris, Skotlandia, Wales dan Irlandia Utara. Sejatinya, cabang olahraga sepakbola wanita pertama kali diperkenalkan di Olimpiade pada tahun 1996. Tetapi timnas wanita Britania Raya baru berlaga di perhelatan ini pada Olimpiade edisi tahun 2012, saat mereka menjadi tuan rumah.

Prestasi timnas wanita Britania Raya pada Olimpiade London 2012 juga terbilang begitu bagus, di mana mereka sukses mencapai fase perempat final. Sayang, perjalanan Britania Raya sukses dihentikan oleh Kanada di babak tersebut. Sempat absen pada Olimpiade 2016 Rio, Britania Raya kembali tampil mengisi cabang olahraga sepakbola wanita di tahun ini.

Gambaran Skuad

Usai dipastikan lolos ke ajang Olimpiade tahun ini, timnas wanita Britania Raya memasukkan 22 nama. Rinciannya, 19 pemain berasal dari Inggris, dua pemain asal Skotlandia, serta satu pemain lagi berasal dari Wales. Artinya, ada total tiga pemain yang berasal dari luar Inggris, antara lain Kim Little, Caroline Weir, dan Sophie Ingle.

Dari sekian nama yang masuk ke dalam skuad, ada beberapa nama pemain yang juga pernah memperkuat Britania Raya di ajang Olimpiade 2012 lalu. Mereka antara lain Kim Little, Steph Houghton, Jill Scott dan Ellen White. Pengalaman para pemain ini tentu dibutuhkan untuk membuat tim yang bermental juara.

Pelatih

Awalnya, kursi kepelatihan timnas wanita Britania Raya bakal diserahkan kepada Phil Neville karena Neville merupakan pelatih timnas wanita Inggris kala itu. Namun, nasib ternyata berkata lain. Neville memilih mengambil tugas melatih klub MLS Inter Miami dan Britania Raya terpaksa mencari pelatih lain.

Akhirnya, Britania pun menunjuk Hege Riise, seorang pelatih interim yang dahulu dikenal sebagai salah satu pesepakbola wanita terbaik pada masanya. Soal pengalaman melatih, Riise memang bisa dibilang masih kalah ketimbang Neville. Tetapi Riise juga tercatat pernah menjadi asisten di beberapa tim, termasuk menjadi asisten pelatih timnas Amerika Serikat.

Dampak Covid-19, Riise sampai saat ini tercatat baru tiga kali mendampingi timnas wanita Inggris berlaga. Hasilnya, pelatih berusia 52 tahun tampil tak begitu buruk dan berhasil meraih kemenangan telak 6-0 kontra Irlandia Utara di laga debutnya. Sayang, di dua laga terakhir, skuad asuhan Riise kalah dua kali, masing-masing atas Prancis dan Kanada.

Peluang Menjuarai Turnamen

Pada ajang Olimpiade tahun ini, timnas wanita Britania Raya tergabung dalam grup yang cukup sulit. Britania Raya menempati Grup E, bersama dengan negara-negara kuat lainnya, macam Chile, Kanada dan Jepang. Meski begitu, Britania Raya mengawali langkah mereka di Grup E dengan baik via kemenangan 2-0 atas Chile di laga pembuka.

Selepas kemenangan melawan Chile, lawan kuat lain sudah menanti timnas wanita Britania Raya. Tiga hari usai laga kontra Chile, Britania Raya akan langsung menantang tuan rumah Jepang di Sapporo. Lalu di laga pamungkas yang akan berlangsung pada 27 Juli, Britania Raya bakal bersua Kanada.

Jika Britania Raya bisa melewati fase grup, maka mereka jelas harus siap untuk menghadapi lawan-lawan yang lebih kuat. Kendati demikian, kekuatan tim asuhan Hege Riise juga tak boleh dipandang sebelah mata. Bagaimanapun, mereka adalah satu dari empat tim terbaik pada turnamen Olimpiade London tahun 2012 kemarin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here