Profil Bima Sakti, Terbang ke Italia hingga Juara Piala AFF U-16

0
49

Debatbola.com – Garuda Muda sukses meraih gelar Piala AFF U-16 2022, usai mengalahkan rival abadi Vietnam di partai puncak dengan skor 1-0 melalui gol dari sepakan kaki kiri Kafiatur Rizky pada menit ke-45. Ini merupakan gelar kedua yang didapat oleh Timnas U-16, yang pertama kali diraih oleh David Maulana dkk pada empat tahun lalu.

Pada Piala AFF U-16 2022 ini, Garuda Muda berhasil mempersembahkan trofi melalui tangan dingin Bima Sakti. Pelatih asal Balikpapan tersebut sukses membuktikan bahwa dirinya layak disebut sebagai pelatih berprestasi. Terlebih, Bima Sakti memiliki segudang prestasi dan pengalaman di dunia sepak bola nasional. Berikut perjalanan kariernya!

Pernah Menimba Ilmu di Italia

Bima Sakti terkenal sebagai pemain yang andal dalam menguasai bola. Prestasi pria yang pernah menjadi asisten Luis Milla ini patut diapresiasi. Ia mengawali kariernya bersama klub Ossiana Sakti dan PKT. Beruntung, bakatnya ditemukan tim pencari bakat milik PSSI.

Kemudian, ia terpilih mewakili Indonesia berlatih di Italia bersama Sampdoria Primavera saat masih berusia 17 tahun. Bima berlatih bersama rekan-rekan lainnya, seperti Kurnia Sandy, Kurniawan Dwi Yulianto, dan masih banyak lagi. Tak lama setelah itu, Bima bergabung dengan klub Swedia, Helsingborg IF.

Pernah Menjadi Asisten Luis Milla

Pada 2017, Bima beruntung dapat bekerja sama dengan mantan pemain Real Madrid, Luis Milla. Kala itu, ia ditunjuk menjadi asisten pelatih Timnas U-23 yang bermain di ajang Kualifikasi Piala Asia U-23, SEA Games 2017 di Malaysia, dan Asian Games 2018 di Indonesia. Keduanya juga pernah bekerja sama menangani Timnas Senior, meski belum pernah mendampingi di ajang resmi.

Kini, ketika ia dipercaya menahkodai Timnas U-16, Bima selalu mendapat wejangan dari pria asal Spanyol itu. Biasanya, Luis Milla menuliskan wejangan tersebut melalui akun Instagram miliknya. Luis Milla mengatakan bahwa tidak apa-apa gagal dalam pertandingan, asalkan selalu menjadi pekerja yang tulus dan profesional.

Memiliki Jiwa Sosial dan Sayang Keluarga

Meski dikenal sebagai legenda sepak bola dan pelatih Timnas U-16, tidak membuat dirinya tinggi hati. Bima sering terlihat dalam beberapa kali dalam acara sosial. Pada 2018, ia pernah terlibat saat menolong korban gempa 6,4 SR di Lombok.

Selain itu, Bima Sakti adalah seorang yang sayang terhadap keluarga. Ia rela bolak-balik ke Balikpapan demi menemui keluarga yang tinggal di sana. Saat masih aktif sebagai pemain, ia pernah menunda gantung sepatu karena sang anak masih ingin melihatnya sebagai pesepakbola.

Pernah Dicap Buruk Sebagai Pelatih Penjas

Kegagalan saat menukangi Timnas Senior yang diproyeksikan mengikuti Piala AFF 2018 mungkin masih membekas di dalam karier kepelatihan. Pada saat itu, Garuda Nusantara hancur lebur dengan hanya meraih empat poin dari empat laga di fase grup.

Berbagai cemooh dan cacian datang kepadanya. Ia dianggap gagal sebagai pelatih kepala yang menangani Timnas Senior. Bahkan, dirinya dicap buruk oleh para suporter dengan menjulukinya “pelatih penjas”. Hasil tersebut menyebabkan dirinya diturunkan menjadi pelatih Timnas U-16 mulai Desember 2018.

Sukses Bersama Timnas U-16

Setelah lengser dari kursi kepelatihan Timnas Senior, ia melanjutkan karier sebagai pelatih Timnas U-16. Perjalanannya dimulai saat mendampingi Marselino dkk pada Piala AFF U-16 2019. Bima berhasil finish di peringkat ketiga karena kalah di babak semifinal oleh Thailand dengan skor 2-0, namun menang pada perebutan tempat ketiga melawan Vietnam.

Tiga tahun berselang, Bima Sakti kembali dipercaya mendampingi Timnas U-16 dengan generasi baru, yakni Iqbal Gwijangge dkk. Ia mempersiapkan tim dengan semaksimal mungkin. Hasilnya, berkat kerja sama, Timnas U-16 tampil perkasa di hadapan pendukung sendiri. Garuda Muda sukses menjadi juara usai mengandaskan mimpi Vietnam dengan skor tipis 1-0.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here