Profil Bev Priestman, Pelatih Inggris yang Cetak Kesuksesan Bersama Timnas Wanita Kanada di Olimpiade Tokyo

0
323

Debatbola.com – Gelaran Olimpiade Tokyo 2020 menyajikan banyak sekali kejutan, dan salah satunya adalah kesuksesan timnas wanita Kanada mencapai partai final. Kesuksesan timnas wanita Kanada ini tentu tak lepas dari peran sang juru taktik, Bev Priestman. Untuk mengenal lebih dekat sosoknya, mari kita simak profil sang juru taktik berikut ini.

Perjalanan Karir

Lahir pada tanggal 29 April 1986, Bev Priestman yang memiliki nama lengkap Beverly Priestman mulai menyukai dunia kepelatihan sepakbola di usia yang sangat dini, 12 tahun. Kecintaannya bermula ketika ia menyaksikan sesi latihan klub futsal asal Brazil yang dipimpin oleh seorang pelatih paruh waktu, John Herdman.

Sejak saat itu pula, Priestman menjadi lengket dengan sosok Herdman dan mengikuti jejaknya ke Selandia Baru. Bahkan, ketika Herdman melatih timnas Kanada, Priestman ikut bersamanya sebagai asisten. Keduanya lalu berpisah pada tahun 2018, di mana Herdman melatih timnas pria Kanada, dan Priestman menjadi asisten pelatih timnas wanita Inggris.

Perpisahannya dengan Herdman ternyata membawa berkah tersendiri, dan pada bulan Oktober tahun 2020, Priestman kembali dipanggil timnas Kanada. Kali ini, Priestman tidak ditawari tugas sebagai asisten pelatih lagi. Kanada kali ini memberikannya kesempatan melatih timnas wanita hingga akhirnya meraih kesuksesan di Olimpiade Tokyo 2020.

Pencetak Berbagai Rekor

Sebelum era kepelatihan Bev Priestman, Kanada hampir tidak diperhitungkan di beberapa turnamen sepakbola, terutama Olimpiade. Namun, polesan tangan dingin Priestman membuat Kanada menjadi tim yang ditakuti di Olimpiade Tokyo 2020. Tangan dingin Priestman ini pula yang mengantar sang pelatih mencetak beberapa rekor.

Sebelum Bev Priestman, ada nama pelatih pria asal Inggris, George Raynor yang dikenal sebagai salah satu pelatih Inggris yang sukses membawa sebuah tim ke final Olimpiade. Raynor kala itu melakukannya bersama timnas Kanada pada tahun 1948. Kini, setelah 73 tahun, rekor nyaris abadi Raynor itu sukses disamai Priestman.

Ternyata, rekor yang diraih Priestman selama menangani timnas wanita Kanada bukan cuma itu. Di ajang Olimpiade Tokyo 2020 ini, Priestman mencatatkan namanya sebagai pelatih termuda yang tampil di ajang empat tahunan. Sebagai informasi, Priestman saat ini berusia 35 tahun, dan usia ini memang terbilang masih muda untuk ukuran pelatih sepakbola.
Mantan Asisten dan Teman Dekat Phil Neville

Seperti yang sudah diungkapkan sebelumnya, Priestman pernah berkarir sebagai asisten pelatih timnas wanita Inggris. Kala itu, pelatih timnas wanita Inggris adalah mantan punggawa Manchester United, Phil Neville. Sejak menjadi asisten Neville, Priestman pun mulai berkawan dekat dengan pria kelahiran Bury, Inggris tersebut.

Kedekatan antara Neville dengan Priestman terbukti masih terjalin hingga kini, meski keduanya sudah berkarir di dua tempat yang berbeda. Buktinya, Neville masih sempat mengucapkan selamat atas kesuksesan timnas wanita Kanada ke final Olimpiade Tokyo. Neville menyebut bahwa Priestman adalah salah satu pelatih wanita asal Inggris terbaik.

Pelajaran dari Sosok Bev Priestman

Keberhasilan timnas Kanada mencapai final sepakbola wanita Olimpiade tentu terasa seperti mimpi yang jadi kenyataan bagi Priestman. Priestman membuktikan bahwa mimpi apapun bisa dicapai dengan kerja keras. Sosok wanita berusia 35 tahun itu kini bertransformasi menjadi pelatih yang ditakuti oleh lawan-lawannya.

Satu hal lain yang menjadi kunci sukses Priestman adalah keberaniannya keluar dari zona aman. Hal ini diungkapkan sendiri oleh wanita kelahiran tanggal 29 April 1986 tersebut. Priestman mengaku bisa saja menjalani hidup selamanya di Consett, kota kelahirannya, tetapi Priestman memilih keluar dari zona nyaman dan mencari tantangan baru.

“Consett adalah kota kecil, dan mudah saja menghabiskan hidup anda selamanya berada di sana.” Kata Priestman. “Tapi saya memilih keluar dari zona nyaman dan mengejar hal yang selama ini saya gemari. Rintangan itu selalu ada, tetapi jika anda benar-benar semangat melakukan hal yang anda senangi dan mau bermimpi, kadang hal bagus akan datang.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here