Pressing Jadi Kunci Chelsea Matikan Serangan Real Madrid

0
294

Debatbola.com – Real Madrid harus puas berbagi satu gol dengan Chelsea pada leg pertama semifinal Liga Champions 2020/21. Chelsea yang berstatus sebagai tim tamu bahkan sempat unggul lebih dulu lewat gol Christian Pulisic, sebelum akhirnya Karim Benzema menyamakan kedudukan.

Secara keseluruhan, situs judi slot online mencatatkan bahwa permainan Chelsea bisa dikatakan lebih menjanjikan dibanding Real Madrid. The Blues mampu menciptakan lebih banyak peluang, sedangkan Real Madrid begitu kesulitan membangun serangan.

Penampilan kurang menggigit Madrid ini diakui oleh beknya, Raphael Varane. Bek asal Perancis itu mengatakan para pemain Madrid kesulitan menembus tekanan yang dilancarkan oleh para pemain Chelsea sejak para pemain belakang menguasai bola.

“Mereka memulainya dengan intensitas tinggi dan mereka menekan kami dengan baik, lalu mereka menembus garis pertama pressing kami dengan permainan vertikal. Tapi dengan gol Karim kami masih berada di permainan, di babak kedua kami tampil lebih baik,” ujar Varane.

“Kami tak bisa menembus garis pertahanan mereka dengan operan kami. Mereka mengganggu kami dengan pressing dan kami perlu belajar dari hal itu sejak awal pertandingan pada leg kedua nanti.”

Varane sendiri merasa beruntung Madrid punya Benzema. Eks penyerang Olympique Lyon itu selalu bisa jadi pembeda bagi Los Merengues. Tidak hanya pada laga ini, tapi juga pada pertandingan-pertandingan Madrid yang lain.

“Di pertandingan seperti ini, Benzema bisa membuat perbedaan. Dia mengubah dinamisme pertandingan. Kami tahu kualitas yang dimilikinya bisa sangat membantu kami.”

“Selain itu, di babak seperti ini, kebugaran kami pun akan sangat penting secara fisik dan mental. Kami harus mengerahkan segala kemampuan untuk menang pada leg kedua nanti.”

Rekan setim Varane sekaligus pemain senior Real Madrid, Marcelo, juga mengakui ketangguhan Chelsea. Tapi ia optimis bahwa pada leg kedua Liga Champions nanti akan ada perubahan yang bisa membuat Madrid melangkah ke babak final.

“Kami punya rencana untuk melakukan sesuatu tapi kami tidak bisa melakukannya. Ketika kami memulai apa yang hendak kami inginkan, segalanya terasa berbeda. Mereka banyak berlari dan seolah tahu apa yang akan terjadi.”

“Masih ada satu pertandingan dan yang berikutnya akan berbeda. Kami harus beradaptasi dengan apa yang akan terjadi di sana. Akan menjadi pertandingan sulit lainnya, tapi kami tetap tenang, kami yakin bisa bermain bagus di sana. Kami akan beristirahat, melihat apa yang akan terjadi di sana, dan aku yakin akan berbeda.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here