Prediksi Udinese vs AC Milan : Rossoneri Harus Ekstra Waspada

0
347
Prediksi Udinese vs AC Milan 1 November 2020

Debatbola.comUdinese bakal menghadapi AC Milan pada pekan keenam Serie A Italia 2020/21, Minggu (1/11/20), di Stadio Friuli. Tim tamu masih lebih layak diunggulkan untuk memenangkan pertandingan ini, meski harus ekstra waspada karena lawatan terakhir mereka ke markas Udinese berakhir dengan kekalahan.

  • Lemah di Finishing

Udinese masih diselimuti hasil buruk dalam lima laga pembuka musim ini (W1, L4). Dengan baru mengemas tiga poin, Le Zebre masih tertahan di zona degradasi klasemen sementara; tepatnya di posisi ke-18.

Jika dibedah lebih lanjut, kegagalan Udinese sejauh ini adalah buntut dari lemahnya finishing. Le Zebre mampu menciptakan lima shot on goal ketika menghadapi AS Roma tiga pekan lalu. Jumlah itu bahkan melebihi Roma, yang hanya mencatatkan tiga tembakan ke gawang. Sayangnya, mereka harus pulang dengan kekalahan 0-1.

Hal yang sama terjadi juga saat kalah dari tim promosi, Spezia (0-2). Udinese benar-benar dominan dalam penciptaan peluang; dengan total 10 tembakan. Akan tetapi, mereka ‘dihukum’ oleh Spezia karena terlalu asyik menyerang, sehingga dengan mudahnya kebobolan lewat serangan balik cepat.

Catatan ini sangat mengkhawatirkan, terlebih mereka akan menghadapi AC Milan yang masih on-fire. Akan tetapi, perlu disadari bahwa Udinese terkadang bisa memberi kejutan. Pada pembuka musim lalu saja, mereka bisa mengalahkan Milan di Friuli dengan skor 1-0.

Melihat kemenangan terakhir atas Milan di Friuli, Udinese tampaknya butuh gol pembuka untuk bisa membangun momentum positifnya. Dalam laga nanti, Stefano Okaka diprediksi kembali jadi tumpuan Le Zebre di depan gawang Rossoneri. Ia adalah striker terproduktif Udinese sejauh ini dengan dua golnya.

  • Tim Paling Sempurna di Serie A

AC Milan masih menjadi tim paling sempurna di Serie A Italia. Dengan hasil imbang melawan AS Roma di laga terakhir (3-3), mereka belum terkalahkan sepanjang lima pekan pembuka dan menempati puncak klasemen sementara. Jika ditarik jauh ke belakang, mereka bahkan tak terkalahkan di 17 laga terakhir Serie A (W13, D4).

Khusus di ajang Liga Europa, tim asuhan Stefano Pioli baru saja mengalahkan Sparta Praha dengan sangat meyakinkan (3-0). Di sini, Pioli menunjukkan bahwa rotasi yang ia jalankan membuahkan hasil. Diogo Dalot dan Brahim Diaz, yang selama ini sering duduk di bangku cadangan, menyumbang satu gol di laga tersebut.

Jika bisa disimpulkan, produktivitas ialah alasan kesuksesan mereka. Rossoneri hampir selalu bisa mencetak dua gol tiap laga. Zlatan Ibrahimovic, yang telah berusia 39 tahun, masih belum menunjukkan tanda-tanda penurunan. Dirinya telah mencetak enam gol sepanjang musim ini.

Selain bertumpu kepada Zlatan, ketajaman AC Milan juga tercipta berkat performa apik lini tengahnya. Hakan Calhanoglu menjadi yang paling berbahaya dengan enam gol dan sembilan assists dalam 17 laga terakhir. Belakangan ini, Rafael Leao pun ikut mencuri perhatian dengan satu gol dan tiga assist-nya dalam empat laga terakhir.

Dalam laga nanti, Pioli sepertinya bakal menurunkan ‘mode Serie A’; yakni skema 4-2-3-1 dengan pemain yang sering menjadi starter di ajang liga. Hanya saja, Rossoneri masih tak akan diperkuat oleh Gianluigi Donnarumma yang masih menjalani karantina.

  • Permainan Kreativitas

Set-play Stefano Pioli cenderung sangat sulit ditebak oleh tim lawan. Pasalnya, ia lebih membebaskan pemainnya untuk mengatasi beragam situasi di lapangan dengan kreativitas masing-masing. Hal ini bisa berjalan dengan baik karena mayoritas pemainnya punya kecerdasan taktik di atas rata-rata. 

Di lini tengah, Milan punya sejumlah gelandang cerdas dalam diri Ismael Bennacer, Hakan Calhanoglu, dan Sandro Tonali. Ketiganya punya kreativitas dan visi permainan yang apik; alhasil Rossoneri selalu bisa menciptakan peluang berbahaya meski lawan bisa lebih mendominasi jalannya laga.

Permainan dengan mengandalkan kreativitas ini membutuhkan komunikasi yang bagus. Sedangkan, kualitas komunikasi sendiri terbangun dengan chemistry. Chemistry bukan hal yang sembarangan pula; ini terbentuk dengan proses yang panjang, membutuhkan banyak menit bermain bersama.

Untuk bisa menjaga chemistry, tugas terberat Pioli adalah menjaga pemain intinya agar tidak banyak yang mengalami cedera. Pasalnya, jika banyak bongkar pasang, komunikasi tim tak akan berjalan maksimal seperti sebelumnya. Kesulitan Pioli pun semakin tinggi karena kompetisi Eropa semacam ini selalu meningkatkan risiko cedera pemain.

  • Tetap Unggulkan Milan

Melihat produktivitas yang masih terjaga menurut situs judi online, AC Milan tetap diunggulkan untuk bisa meraih kemenangan. Terlebih, trio Zlatan Ibrahimovic, Hakan Calhanoglu, dan Rafael Leao berada dalam kondisi siap tempur. Hanya saja, mereka patut sedikit lebih waspada karena lawatan terakhir ke markas Udinese berakhir dengan kekalahan.

Baca Juga : Prediksi Aston Villa vs Southampton 1 November 2020

Perkiraan Susunan Pemain Udinese vs AC Milan :

(Udinese) : J. Musso; Samir, T. Ouwejan, N. Molina, H. ter Avest, J. Makengo, R. De Paul, T. Arslan, T. Battistella, S. Okaka, K. Lasagna.

Manager : L. Gotti.

(AC Milan) : C. Tătărușanu; S. Kjær, A. Romagnoli, D. Calabria, T. Hernández, H. Çalhanoğlu, F. Kessié, I. Bennacer, A. Saelemaekers, Z. Ibrahimović, Rafael Leão.

Manager : S. Pioli.

Berikut Statistik Kedua Tim Di Bawah Ini :
  • H2H Udinese vs AC Milan
19/01/20SEAAC Milan3-2Udinese
25/08/19SEAUdinese1-0AC Milan
03/04/19SEAAC Milan1-1Udinese
05/11/18SEAUdinese0-1AC Milan
04/02/18SEAUdinese1-1AC Milan
  • 5 Laga Terakhir Udinese
29/10/20COIUdinese3-1Vicenza
26/10/20SEAFiorentina3-2Udinese
18/10/20SEAUdinese3-2Parma
04/10/20SEAUdinese0-1Roma
30/09/20SEAUdinese0-2Spezia
  • 5 Laga Terakhir AC Milan
30/10/20UELAC Milan3-0Sparta Praha
27/10/20SEAAC Milan3-3Roma
23/10/20UELCeltic1-3AC Milan
17/10/20SEAInternazionale1-2AC Milan
04/10/20SEAAC Milan3-0Spezia

Salam, Debatbola.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here