Prediksi Lazio vs Udinese : Rentetan Hasil Positif yang Masih Akan Berlanjut

0
209
Prediksi Lazio vs Udinese 29 November 2020

Debatbola.comLazio akan menghadapi Udinese pada pekan kesembilan Serie A Italia 2020/21, Minggu (29/11/20), di Olimpico. Tim tuan rumah diprediksi kembali menjaga tren positifnya; tentunya menilik fakta bahwa mereka sedang diselimuti kepercayaan diri tinggi karena tampil bagus belakangan ini.

  • Determinasi Tinggi dari Tren Positif

Determinasi Lazio tampaknya akan semakin meninggi usai tak terkalahkan dalam lima laga terakhir. Meski harus selalu melalui hambatan yang sangat terjal, mereka selalu sanggup menyelamatkan diri dari kekalahan (vs Torino, 4-3; vs Zenit St. Petersburg, 1-1; vs Juventus, 1-1; vs Crotone, 2-0; vs Zenit St. Petersburg, 3-1). 

Dalam lima hasil terakhir di atas, poin Lazio hampir selalu ditentukan dengan late-goal. Kemenangan atas Torino tercipta dengan sangat dramatis. Biancoceleste sebenarnya tertinggal saat laga sudah memasuki menit ke-90. Namun, mereka terus menekan hingga akhirnya mencetak gol lewat gol Ciro Immobile (90+5’) dan Felipe Caicedo (90+8’).

Selanjutnya, Lazio selamat dari kekalahan saat melawan Zenit dan Juventus berkat gol Felipe Caicedo. Saat melawan Zenit (1-1), striker gaek Ekuador itu mencetak golnya pada menit ke-82. Sedangkan, saat menghadapi Juventus, ia lagi-lagi menjadi penyelamat secara dramatis berkat melesakkan gol pada menit ke-90+5.

Ketika melawan Crotone dan Zenit di pertemuan kedua, Lazio cukup beruntung karena sang lawan tak bermain impresif. Alhasil, tim asuhan Simone Inzaghi bisa unggul sejak babak pertama lewat gol Immobile; dan menggandakan keunggulannya di babak kedua.

Berbicara ketajaman, Lazio tak akan hanya bergantung kepada Felipe Caicedo dan Ciro Immobile saja, tetapi juga trio lini tengah yang diisi oleh Joaquin Correa, Andreas Pereira, dan Sergej Milinkovic-Savic. Salah satu dari lima nama di atas diprediksi bakal kembali menyumbang end-products.

  • Jangan Kebobolan Dua Gol

Untuk terhindar dari kekalahan, Lazio perlu menjaga gawangnya agar tidak kebobolan dua gol atau lebih. Pasalnya, sejak Juni lalu, hampir seluruh kemenangan Biancoceleste hanya diperoleh ketika clean sheet atau hanya kebobolan satu gol.

Sejauh ini, Lazio belum terkalahkan di Liga Champions karena tak pernah kebobolan lebih dari satu gol di tiap pertandingan (Borussia Dortmund, 3-1; Club Brugge, 1-1; Zenit, 1-1; Zenit, 3-1). Hasil di atas menempatkan mereka sebagai runner-up klasemen dan berpeluang lolos ke babak 16 besar.

Demi tak kemasukan dua gol, pertahanan Lazio sebenarnya masih butuh konsistensi. Mereka cukup rentan kebobolan dari kotak penalti; terutama lewat umpan crossing lambung dan corner. Sebenarnya, ini adalah kelemahan mereka sejak musim lalu yang belum kunjung teratasi dengan baik.

Kebobolan terakhir Lazio sendiri terjadi lagi-lagi di kotak penalti, dimana striker Zenit, Artem Dzyuba, tak mendapatkan kawalan berarti sehingga bisa menaklukkan Pepe Reina dengan mudahnya. Positioning bek Lazio tentu tak boleh salah, mengingat Udinese juga sanggup mengancam lewat situasi seperti itu.

Buruknya Kualitas Finishing

Udinese masih diselimuti hasil buruk dalam delapan laga pembuka musim ini (W3, D1, L5). Dengan baru mengemas tujuh poin, Le Zebre masih tertahan di papan bawah klasemen sementara; tepatnya di peringkat ke-16.

Jika ditilik lebih lanjut, kegagalan Udinese sejauh ini disebabkan karena lemahnya finishing. Le Zebre mampu menciptakan tujuh tembakan saat menghadapi AC Milan pekan lalu (1-2). Jumlah itu bahkan beda tipis dengan sang lawan yang membuat delapan shots. Sayangnya, lini depan mereka tak cukup bagus dalam mengonversi peluang.

Hal yang sama terjadi juga saat bermain imbang pada laga terakhir melawan Sassuolo (0-0). Mereka hanya bisa menciptakan dua tembakan sepanjang laga; bahkan tanpa satu pun shot on goal. Beruntung, satu poin bisa mereka dapatkan karena tim lawan juga bermain sama buruknya.

Keberuntungan bahkan datang lagi pada akhir pekan lalu. Mereka mengalahkan Genoa (1-0) dengan hanya menciptakan dua shots on target. Kemenangan ini datang karena Genoa hanya bisa melepas satu tembakan tepat sasaran; yang sayangnya sepakan itu sangat lemah dan bisa dihentikan Juan Musso.

Jika tak bisa menciptakan banyak peluang tanpa peningkatan kualitas finishing, Udinese diyakini tak akan mendapatkan hasil positif. Terlebih, Lazio bakal sangat berbahaya dan punya banyak pemain yang bisa mengonversi peluang kecil menjadi gol.

  • Naik dari Peringkat Delapan

Lazio diprediksi situs judi online kembali meraih kemenangan dan naik dari posisi delapan klasemen Serie A. Determinasi tinggi dari hasil positif di Liga Champions kemungkinan bisa menolong mereka. Terlebih, Udinese selaku sang lawan juga masih tampil buruk, bahkan baru saja tersingkir dari Coppa Italia tengah pekan lalu usai kandas di tangan Fiorentina.

Baca Juga : Prediksi Lyon vs Reims 29 November 2020

Perkiraan Susunan Pemain Lazio vs Udinese :

(Lazio) : Pepe Reina; F. Acerbi, Patric, A. Marušić, W. Hoedt, Lucas Leiva, M. Parolo, Luis Alberto, J. Correa, M. Lazzari, C. Immobile.

Manager : S. Inzaghi.

(Udinese) : J. Musso; M. Zeegelaar, J. Stryger Larsen, B. Nuytinck, Samir, Rodrigo Becão, R. Pereyra, T. Arslan, R. De Paul, I. Pussetto, S. Okaka.

Manager : L. Gotti.

Berikut Statistik Kedua Tim Di Bawah Ini :
  • H2H Lazio vs Udinese
16/07/20SEAUdinese0-0Lazio
01/12/19SEALazio3-0Udinese
18/04/19SEALazio2-0Udinese
27/09/18SEAUdinese1-2Lazio
08/04/18SEAUdinese1-2Lazio
  • 5 Laga Terakhir Lazio
25/11/20UCLLazio3-1Zenit
21/11/20SEACrotone0-2Lazio
08/11/20SEALazio1-1Juventus
05/11/20UCLZenit1-1Lazio
01/11/20SEATorino3-4Lazio
  • 5 Laga Terakhir Udinese
25/11/20COIUdinese0-1 EFiorentina
23/11/20SEAUdinese1-0Genoa
07/11/20SEASassuolo0-0Udinese
01/11/20SEAUdinese1-2Milan
29/10/20COIUdinese3-1Vicenza

Salam, Debatbola.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here