Prediksi Celtic vs AC Milan 23 Oktober 2020

Debatbola.comGlasgow Celtic akan menjamu AC Milan dalam laga perdana grup H Liga Europa 2020/21, Jumat (23/10/20), di Celtic Park. Salah satu duel panas di grup neraka ini sepertinya akan berakhir poin untuk Milan; mengingat Rossoneri belakangan ini lebih konsisten, termasuk saat menghadapi tim kuat.

  • Gagal Liga Champions, Malah Masuk Grup Neraka

Glasgow Celtic masih beruntung bisa tampil di Liga Europa; usai mengandaskan Sarajevo dan Riga FC di babak kualifikasi (1-0). Menariknya, dua laga tersebut harus dilalui dengan susah payah karena tim asuhan Neil Lennon harus bertandang ke markas lawan.

Sebagai juara bertahan Liga Skotlandia, mereka sebenarnya punya kesempatan melaju ke Liga Champions. Sayangnya, kiprah mereka terhanti di babak kedua kualifikasi. Celtic secara mengejutkan tunduk di hadapan wakil Hungaria, Ferencvaros, yang akhirnya bisa lolos ka fase grup Liga Champions musim ini.

Bermain di Liga Europa, Celtic malah masuk ke grup neraka; sebagaimana mereka akan menghadapi Lille dan Sparta Praha selain AC Milan. Pertemuan melawan AC Milan ini terbilang unik sekaligus menjadi yang pertama di Liga Europa. Pasalnya, sejak pertama bertemu pada 2004/05, pertemuan mereka selalu terjadi di ajang Liga Champions.

Modal Celtic melawan Milan sendiri kurang begitu bagus; khususnya usai takluk dari rival abadi mereka, Glasgow Rangers (0-2), di kandang sendiri pada beberapa hari yang lalu. Mereka kalah karena tak bisa bangkit setelah kebobolan gol pembuka Rangers pada menit-menit awal.

  • Pertahankan Momentum Kemenangan

AC Milan kembali lolos ke fase grup Liga Europa sejak terakhir kali mencapainya pada musim 2018/19. Keberhasilan Rossoneri menembus fase ini dipastikan usai mereka menyingkirkan wakil Portugal, Rio Ave, lewat babak adu penalti yang sangat panjang (9-8).

Kemenangan memang menjadi satu hal yang mulai melekat di tubuh Milan. Jika ditarik dari pasca-jeda pandemi, AC Milan belum terkalahkan di 15 laga terakhir Serie A (W13, D3). Pada empat awal laga musim ini, mereka memborong semua kemenangan; yakni atas Bologna, Crotone, Spezia, dan Inter Milan. 

Milan bahkan menjadi satu-satunya klub Serie A yang belum terkalahkan. Produktivitas menjadi alasan keberhasilannya. Seluruh kemenangan Rossoneri minimal dihiasi dengan mencetak dua gol. Jika gagal menciptakan gol, atau hanya membuat satu saja, Rossoneri punya kecenderungan akan bermain imbang.

Selain bertumpu kepada Zlatan Ibrahimovic, ketajaman AC Milan juga tercipta berkat performa apik lini tengahnya. Hakan Calhanoglu menjadi yang paling berbahaya dengan enam gol dan sembilan assists dalam 16 laga terakhir. Belakangan ini, Rafael Leao ikut mencuri perhatian dengan dua gol dan satu assist-nya dalam dua laga terakhir.

  • Permainan Kreativitas

Set-play Stefano Pioli cenderung sangat sulit ditebak oleh tim lawan. Pasalnya, ia lebih membebaskan pemainnya untuk mengatasi beragam situasi di lapangan dengan kreativitas masing-masing. Hal ini bisa berjalan dengan baik karena mayoritas pemainnya punya kecerdasan taktik di atas rata-rata. 

Di lini tengah, Milan punya sejumlah gelandang cerdas dalam diri Ismael Bennacer, Hakan Calhanoglu, dan Sandro Tonali. Ketiganya punya kreativitas dan visi permainan yang apik; alhasil Rossoneri selalu bisa menciptakan peluang berbahaya meski lawan bisa lebih mendominasi jalannya laga.

Permainan dengan mengandalkan kreativitas ini membutuhkan komunikasi yang bagus. Sedangkan, kualitas komunikasi sendiri terbangun dengan chemistry. Chemistry bukan hal yang sembarangan pula; ini terbentuk dengan proses yang panjang, membutuhkan banyak menit bermain bersama.

Untuk bisa menjaga chemistry, tugas terberat Pioli adalah menjaga pemain intinya agar tak terlalu banyak yang mengalami cedera. Pasalnya, jika banyak bongkar pasang, komunikasi tim tak akan berjalan maksimal seperti sebelumnya. Kesulitan Pioli pun semakin tinggi karena kompetisi Eropa semacam ini selalu meningkatkan risiko cedera pemain.

  • Tetap Berakhir Poin Untuk Milan

AC Milan tetap diunggulkan meraih poin di laga ini menurut judi online; entah menang ataupun imbang. Milan bakal menang jika bisa unggul sejak turun minum. Di sini, penampilan Zlatan Ibrahimovic dan Hakan Calhanoglu bakal sangat krusial untuk terus membombardir Glasgow Celtic dengan banyak tembakan.

Hanya saja, jika Celtic bisa mencetak gol pembuka, Milan sepertinya bakal pulang dengan hasil imbang. Celtic adalah tim yang relatif kuat dalam mempertahankan keunggulan. Mohamed Elyounoussi bakal menjadi figur kunci di lini depan; sebagaimana Celtic tak pernah kalah ketika ia mencetak gol di ajang Liga Europa. 

Baca Juga : Prediksi Villarreal vs Sivasspor 23 Oktober 2020

Perkiraan Susunan Pemain Celtic vs AC Milan :

(Celtic) : V. Barkas; S. Duffy, K. Ajer, G. Taylor, J. Frimpong, S. Brown, N. Bitton, C. McGregor, M. Elyounoussi, R. Christie, O. Édouard.

Manager : N. Lennon.

(AC Milan) : C. Tătărușanu; D. Calabria, A. Romagnoli, T. Hernández, M. Musacchio, I. Bennacer, S. Tonali, J. Hauge, M. Gabbia, Z. Ibrahimović, Rafael Leão.

Manager : S. Pioli.

Berikut Statistik Kedua Tim Di Bawah Ini :
  • H2H Celtic vs AC Milan
27/11/13UCLCeltic0-3AC Milan
19/09/13UCLAC Milan2-0Celtic
05/12/07UCLAC Milan1-0Celtic
04/10/07UCLCeltic2-1AC Milan
08/03/07UCLAC MilanE 1-0Celtic
  • 5 Laga Terakhir Celtic
17/10/20PRECeltic0-2Rangers
04/10/20PRESt. Johnstone0-2Celtic
02/10/20UELSarajevo0-1Celtic
27/09/20PRECeltic3-0Hibernian
25/09/20UELRiga0-1Celtic
  • 5 Laga Terakhir AC Milan
17/10/20SEAInter Milan1-2AC Milan
04/10/20SEAAC Milan3-0Spezia
02/10/20UELRio Ave2-2 PAC Milan
27/09/20SEACrotone0-2AC Milan
25/09/20UELAC Milan3-2Bodø / Glimt

Salam, Debatbola.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here