Prediksi AS Roma vs Juventus 28 September 2020

Debatbola.comAS Roma akan menjamu Juventus pada pekan kedua Serie A Italia 2020/21, Senin (28/9/20), di Olimpico. Tim tamu diprediksi bisa meraih kemenangan di big match ini; mengingat mereka sudah mengantongi momentum positif di bawah asuhan Andrea Pirlo serta cenderung melakukan start apik atas Giallorossi dalam tiga pertemuan terakhir.

  • Tim Lima Besar dengan Defensif Terburuk

AS Roma menutup Serie A musim lalu dengan finish di peringkat lima. Hal ini sudah termasuk beruntung karena mereka menunjukkan kelemahan besar di lini pertahanan. Kebobolan 51 gol jadi rekor terburuk Giallorossi dalam tujuh tahun terakhir.

Statistik buruk ini sebenarnya terjadi karena sang pelatih, Paulo Fonseca, cenderung punya taktik ofensif. Roma sebisa mungkin akan mengalirkan bola ke depan dengan menyertakan pemain bertahannya. Hal ini wajar jika akhirnya mendatangkan lubang besar di antara bek dan penjaga gawang.

Meski begitu, kecenderungan selalu kebobolan di tiap laga seringkali bisa diatasi berkat ketajaman lini serang Roma. Tak heran jika kemenangan mereka kerap terjadi dengan skor 2-1, 3-1, dan seterusnya. Hasil itu pun terlihat pada pekan penutup musim lalu ketika menekuk Juventus di Allianz Stadium (3-1).

Untuk mempertahankan ketajamannya, Roma sendiri sukses mempermanenkan Henrikh Mkhitaryan dan menggaet Pedro dari Chelsea secara gratis. Akan tetapi, nama terakhir belum akan tampil karena masih bermasalah dengan kebugarannya. 

Satu masalah lainnya adalah potensi absen panjang Nicolo Zaniolo. Ia divonis kembali mengalami cedera ACL di kaki kanannya. Ini menjadi cedera ACL keduanya setelah musim lalu terkena di bagian kaki kiri. Potensi ketajaman Roma jelas bakal berkurang karena wonderkid Timnas Italia ini menjadi salah satu penyumbang gol/assist terbanyak.

  • Incar Gol Cepat Lebih Baik

Roma perlu membuka keunggulan untuk bisa menang dengan lebih mudah. Hal tersebut berangkat dari statistik bahwa Giallorossi menang dalam 78% kesempatan terakhir ketika melesakkan gol terlebih dahulu (W15, D3, L1). Mentalitas Roma dalam mempertahankan keunggulan jelas sangat terlihat.

Hanya saja, pertanyaan selanjutnya yang layak dilontarkan ialah mampu atau tidaknya Giallorossi mencetak gol pembuka. Pasalnya, Roma musim lalu cuma bisa membuka keunggulan sembilan kali (47%) dan jarang unggul saat turun minum (31%). Wajar jika kemudian mereka kerap menemui hambatan terjal untuk menang.

Selain itu, kecenderungan Roma musim lalu adalah kebobolan satu gol di tiap laga. Oleh karenanya, Edin Dzeko dkk. perlu menargetkan minimal dua gol untuk mengkompensasi kelemahan mereka di barisan pertahanan.

Untuk bisa membuka keunggulan dan mencetak dua gol, Roma tetap punya kekuatan yang bisa diandalkan. Produktivitas mereka pada akhir musim 2019/20 sangat merata. Pasalnya, sebanyak 18 gol terakhir Roma diciptakan oleh 11 pemain berbeda.

  • Kekuatan dan Kelemahan Juve

Laga tanpa penonton tampaknya sangat mempengaruhi antusiasme Juventus. Sejak liga dilanjutkan pasca-jeda pandemi, Bianconeri hampir selalu melakukan start lamban. Mereka sangat jarang bisa mencetak gol di babak pertama.

Hanya saja, mental juara yang dimiliki tim asuhan Andrea Pirlo membuat mereka tampil ganas di babak kedua; dimana 20 dari 29 gol terakhirnya dicetak pada periode tersebut. Dalam laga terakhir, dua dari tiga gol Juve bahkan diciptakan setelah menit ke-80; lewat Leonardo Bonucci dan Cristiano Ronaldo.

Paulo Dybala dan Ronaldo menjadi yang paling sering menjebol gawang lawan di babak kedua. Dybala selalu mengancam lewat proses open-play, sedangkan Ronaldo sering mendapatkan golnya lewat penalti. Hanya saja, Dybala belum akan tampil di laga nanti akibat cedera yang menderanya.

Sementara itu, satu hal yang patut dibenahi Juventus ialah meningkatnya angka kebobolan. Sejak awal 2020, Juve tak pernah menang ketika lawan bisa mencetak dua gol atau lebih (vs Cagliari, 0-2; vs Udinese, 1-2; vs AC Milan, 2-4; vs Sassuolo, 3-3; vs Atalanta, 2-2). Ini juga terjadi saat mereka kalah dari Roma pada pekan penutup musim lalu (1-3).

Prediksi AS Roma vs Juventus 28 September 2020

  • Tak Ada Alasan dengan Kekuatan Penuh

Berdasarkan catatan apik judi poker idn Juventus sedikit lebih diunggulkan untuk meraih kemenangan karena selalu mencetak gol pembuka dalam tiga pertemuan terakhir atas AS Roma. Dengan menampilkan kekuatan penuh, Bianconeri tak punya banyak alasan untuk kalah. Maklum, saat kalah dari Roma pada pekan penutup musim lalu, Juve lebih banyak menurunkan pemain U-21.

Cristiano Ronaldo bakal menjadi figur penentu; dimana ia selalu mencetak gol dalam dua penampilan terakhirnya melawan Roma. Gol megabintang asal Portugal itu pun selalu tercipta sebelum laga menginjak 30 menit.

Baca Juga : Prediksi Reims vs PSG 28 September 2020

Perkiraan Susunan Pemain AS Roma vs Juventus :

(AS Roma) : R. Olsen; R. Karsdorp, Juan Jesus, F. Fazio, M. Kumbulla, B. Cristante, D. Perotti, J. Veretout, J. Pastore, E. Džeko, Carles Pérez.

Manager : Paulo Fonseca.

(Juventus) : W. Szczęsny; M. De Sciglio, M. de Ligt, Danilo, L. Bonucci, Arthur, A. Ramsey, W. McKennie, A. Rabiot, Cristiano Ronaldo, F. Bernardeschi.

Manager : A. Pirlo.

Berikut Statistik Kedua Tim Di Bawah Ini :
  • H2H AS Roma vs Juventus
02/08/20 SEA Juventus 1-3 AS Roma
23/01/20 COI Juventus 3-1 AS Roma
13/01/20 SEA AS Roma 1-2 Juventus
13/05/19 SEA AS Roma 2-0 Juventus
23/12/18 SEA Juventus 1-0 AS Roma
  • 5 Laga Terakhir AS Roma
20/09/20 SEA Hellas Verona 3-0 AS Roma
12/09/20 CLF Cagliari 2-2 AS Roma
09/09/20 CLF Frosinone 1-4 AS Roma
05/09/20 CLF AS Roma 4-2 Sambenedettese
06/08/20 UEL Sevilla 2-0 AS Roma
  • 5 Laga Terakhir Juventus
21/09/20 SEA Juventus 3-0 Sampdoria
13/09/20 CLF Juventus 5-0 Novara
08/08/20 UCL Juventus 2-1 Olympique Lyonnais
02/08/20 SEA Juventus 1-3 Roma
30/07/20 SEA Cagliari 2-0 Juventus

Salam, Debatbola.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here