Prancis Perketat Protokol Covid-19, Nasib Chelsea dan Real Madrid di 16 Besar Liga Champions Terancam

0
98

Debatbola.com – Merebaknya Covid-19 varian Omicron di Eropa membuat sejumlah negara memperketat protokol kesehatan. Prancis menjadi salah satu negara yang baru-baru ini kian memperketat protokol kesehatan. Namun, diperketatnya aturan ini justru mengancam Real Madrid dan Chelsea yang akan berlaga di Prancis pada leg pertama 16 besar Liga Champions.

Aturan Covid-19 Prancis Diperketat

Munculnya Covid-19 varian baru yang diberi nama Omicron benar-benar meresahkan dunia, terutama negara-negara Eropa. Sejumlah negara di Benua Biru kini mengalami pelonjakan kasus varian baru Covid-19 ini. Melonjaknya kasus ini membuat sejumlah negara terpaksa memperketat protokol kesehatan yang sebelumnya berlaku.

Prancis menjadi salah satu negara yang memperketat protokol Covid-19 karena varian Omicron benar-benar sudah merajalela di sana. Melansir Euronews. Otoritas kesehatan Prancis melaporkan ada peningkatan kasus yang signifikan. Selasa (18/1) kemarin, ada sekitar 464 ribu kasus baru dalam kurun waktu 24 jam saja.

Akibat dari melonjaknya varian Omicron, pemerintah Prancis memperketat aturan Covid-19 di berbagai sektor, termasuk salah satunya di sektor sepakbola. Aturan yang kini diperketat adalah aturan terkait vaksin. Pemerintah akan melarang seseorang yang belum divaksin memasuki arena-arena olahraga besar, dan hal ini juga berlaku untuk para atlet.

Real Madrid dan Chelsea Bisa Dirugikan

ESPN melaporkan aturan ini berlaku mulai hari Senin (24/1) mendatang, dan aturan ini sepertinya juga bakal berpengaruh terhadap jalannya kompetisi Liga Champions. Pertengahan Februari, fase knockout Liga Champions leg pertama dimulai. Aturan baru pemerintah Prancis ini pun ikut mengancam sejumlah laga yang bakal dimainkan di Negeri Menara Eiffel.

Chelsea dan Real Madrid bakal ikut terkena imbas aturan baru pemerintah Prancis ini, karena kedua raksasa Eropa ini bakal memainkan leg pertama mereka di Prancis. Real Madrid dipertemukan dengan Paris Saint-Germain. Adapun Chelsea dipertemukan dengan rival senegara Les Parisiens, Lille.

Raksasa Spanyol punya kesempatan mencuri gol tandang karena mereka bakal bertamu lebih dulu ke Prancis pada leg pertama, tanggal 15 Februari. Adapun Chelsea bakal memainkan leg pertama di rumah sendiri. Barulah pada 16 Maret, mereka bakal bertandang ke Prancis untuk memainkan leg ke-2 di markas Les Dogues.

Dengan diberlakukannya aturan baru, beberapa pemain Chelsea dan Real Madrid yang belum divaksin otomatis terancam absen di laga 16 besar Liga Champions. Tentunya, hal ini bakal merugikan kedua tim itu sendiri. Pasalnya, bisa jadi, para pemain yang belum divaksin itu merupakan pemain-pemain andalan tim selama musim 2021/2022 bergulir.

Solusi dari UEFA

Perihal diperketatnya aturan di Prancis yang mungkin merugikan Chelsea dan Real Madrid, UEFA sendiri sudah memberikan respon. Melalui pernyataan resminya, UEFA telah berdiskusi dengan para negara tuan rumah terkait kelanjutan Liga Champions. Para negara tuan rumah pun setuju melanjutkan kompetisi dengan mengikuti aturan yang berlaku.

UEFA meminta para klub peserta Liga Champions menuruti semua aturan yang diberlakukan oleh negara tuan rumah. Menurut UEFA, negara tuan rumah adalah pihak yang paling berhak memberlakukan aturan apapun. Meski begitu, UEFA tetap akan berusaha mendiskusikan aturan-aturan khusus untuk para pemain di era merebaknya Covid-19 varian Omicron ini.

Selain beberapa tindakan di atas, UEFA memberikan solusi alternatif, yakni mencari area netral. Menurut aturan UEFA, tim tuan rumah harus mencarikan arena netral jika aturan negara mereka melarang kedatangan tim dari negara lawan. Tapi jika situasinya macam Chelsea dan Real Madrid, maka mungkin tim tamu lah yang wajib mencari area netral.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here