Piala FA Tak Lagi Menjadi Prioritas Oleh Tim Besar Liga Inggris

0
19

Debatbola.com – Piala FA menjadi perhatian publik sejak 22 tahun yang lalu. Penampilan tim – tim besar yang berhadapan dengan tim kelas kedua dari Liga Inggris membuat pertandingan semakin menarik. Gengsi dari tim besar jika mengalami kekalahan menjadi semangat tersendiri bagi masing – masing klub.

Helikopter akan mengikuti tim ke Wembley hampir seperti acara kenegaraan, hari di mana trofi glamor yang didambakan setiap klub dimenangkan dan dikalahkan.

Kerumunan para suporter 100.000 orang yang membawa atribut dari tim yang didukungnya selalu menggetarkan dada. Hal ini sangat lama sekali dinantikan oleh para penggemar. Mereka akan bersama mendukung tim kesayangannya di stadion nasional miliki pemerintah kerajaan Inggris. Permukaan rumput yang hijau sangat membuat kontrasa sekali dari luar lapangan yang penuh dengan genangan air hujam yang coklat dan hitam.

Babak final akan segera dimulai memainkan tim – tim yang lolos dari penyisihan beberapa pertandingan sebelumnya. Berita tentang update pemain, kondisi tim dan persiapan semua pihak sudah menjadi konsumsi publik untuk segera menantikan pertandingan berikutnya di EFL Cup.

Kompetisi ini adalah yang tertua didunia, tetapi banyak klub liga inggris yang mengesampingkannya. Menurut mereka kompetisi domestik ini kurang bergengsi dari pada Liga Primer Inggris sendiri. Sehingga seringkali kita melihat pemain dengan lapis kedua yang dimainkan dikompetisi ini oleh tim – tim besar. Karena menurut mereka menjuarai kompetisi ini bukan lagi prioritas dan gengsi.

Pada tahun 1970 orang – orang inggris sangat antusias dengan Piala FA yang digelar saat itu. Tercatat lebih dari 2 juta penonton menyaksikan semua pertandingan yang digelar di Piala FA selama satu musim tersebut. Namun semakin kesini, muncul kompetisi baru yang bergengsi dan memerankan tim – tim terbaik dieropa, menjadikan Piala FA ini tidak lagi prioritas utama para tim papan atas Liga Inggris.

Kehadiran pera penonton saat ini semakin menurun dari 100% menjadi 50% saja. Hal ini karena para pemain yang ditampilkan tidak menjadi idola para fans. Justru karena hal tersebut minat untuk menonton Piala FA semakin turun. Turunnya kelas Piala FA justru berbanding selaras dengan turunnya jumlah penonton yang menyaksikannya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here