Pertahanan Kokoh Manchester City Kunci Langkah Mereka Ke Final UCL

0
257
Manchester City

Debatbola.com – Laga semifinal Liga Champions antara Manchester City vs Paris Saint-Germain telah berakhir. Manchester City berhak untuk melangkah ke final usai mempecundangi wakil Prancis itu. Tim besutan Pep Guardiola menang telak dengan skor 2-0.

Gol dicetak oleh Riyad Mahrez pada masing-masing babak pertama dan kedua. Gol pertama dilesatkan oleh sang winger memanfaatkan bola liar hasil tendangan Kevin De Bruyne. Sontekan pelannya mengecoh Keylor Navas dan bola mengalir ke gawang Paris Saint-Germain.

Sementara itu, gol penentu kemenangan skuat The Citizens terjadi pada babak kedua. Lewat skema serangan balik, Phil Foden yang memimpin serangan itu sempat melakukan aksi one-two bersama Kevin. Setelah itu, Foden yang berhasil lolos dari kawalan langsung mengumpankan bola datar kepada Mahrez yang berada di sisi kanan timnya.

Winger berkebangsaan Aljazair itu pun tidak menyia-nyiakan kesempatan emas. Dirinya yang sudah bebas berdiri di mulut gawang, sukses menjebloskan si kulit gawang dan memaksa Navas memungut bola dari gawangnya.

Kokohnya Lini Pertahanan Manchester City

Duet Ruben Dias dan John Stones kembali menjadi kunci permainan Pep Guardiola pada laga ini. Tim asal kota Manchester itu berhasil memenangi pertandingan mereka tanpa kebobolan satu gol pun di leg kedua ini.

Peran kedua pemain bertahan itu patut diapresiasi karena sukses membendung dan bahkan mematikan para penyerang Paris Saint-Germain. Neymar, Di Maria dan Icardi tidak mampu berbuat banyak di zona pertahanan The Citizens.

Mereka hanya mendapatkan rating yang cukup buruk dengan Neymar yang terbaik di antara ketiganya yang mendapatkan rating 6,5. Sementara wonderkid Les Parisiens, Kylian Mbappe sedang tidak fit lantaran cedera dan hanya menjadi penghangat bangku cadangan.

Wakil Prancis sukses mengontrol lebih banyak bola dengan mencapai 55% berbanding 45%. Walaupun demikian, menurut statistik pertandingan total Les Parisien mencatatkan nol tembakan ke arah gawang. Mereka hanya mampu membuat lima tembakan namun melenceng jauh dari sasaran.

Para pemain bertahan City yang bertugas pada malam itu tampil sangat solid. Mereka mampu memblokir sembilan tendangan sang wakil Prancis. Selain duet Ruben Dias dan John Stones, peran Fernandinho juga harus diacungi jempol karena kemampuannya menutup pergerakan para penyerang lawan.

Final Pertama Guardiola Untuk Manchester City

Selama lima musim menahkodai Manchester City, baru musim ini Pep Guardiola merasakan final UCL pertamanya bersama tim asal Inggris itu. Sebelumnya selama melatih The Citizens, mereka tidak pernah melangkah hingga ke fase semifinal.

Kali ini setelah melangkah ke babak semifinal, mereka langsung mampu menginjakkan langkahnya di partai final. Sang pelatih asal Spanyol itu sangat berjuang membangun timnya dan tidak pernah menyerah jika kalah.

Sementara itu jika dilihat dari karir kepelatihannya, ini merupakan final UCL ketiga bagi pelatih berusia 50 tahun tersebut. Dua diantaranya sukses dimenangkan bersama Barcelona ketika klub asal Catalan itu sedang jaya-jayanya.

Keputusan-keputusannya di laga semifinal leg kedua itu menandakan bahwa dirinya bukan pelatih abal-abal. Pep Guardiola berhasil membuktikan bahwa dirinya merupakan juru taktik yang cerdik dan mampu membaca situasi dengan baik.

Sementara di sisi lain, Mauricio Pochettino tidak mampu berbuat banyak. Semua pemain yang diturunkan tidak mampu melewati ketatnya lini pertahanan Manchester City. Ditambah lagi pemain pengganti yang diturunkan oleh pelatih asal Argentina itu tidak merubah permainan.

Jika pada laga final nanti yang rencananya akan dimainkan pada Sabtu (29/5) di Istanbul, Pep Guardiola bisa menang, maka hal itu bisa mematahkan persepsi orang-orang yang mengatakan bahwa sang pelatih tersebut hanya bisa memenangkan Liga Champions bersama Messi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here