Persipura Tolak Rencana Gelar Liga 1 Berpusat Di Pulau Jawa, Pemain Asing Ketiga Sudah Datang

0
286
Sumber : suara.com

Debatbola.com – Liga 1 sebentar lagi akan bergulir, sementara itu beberapa wacana juga mengalir bersamaan. Kemarin, pembahasan mengenai digelarnya liga tanpa degradasi sempat membuat geger beberapa klub tanah air.

Persipura Jayapura menjadi klub yang berada di pihak penentang kebijakan tersebut. Tim yang berjuluk Mutiara Hitam tersebut bersama Persib Bandung, Bali United, Madura United dan Borneo FC menentang dengan keras formula itu.

Akan tetapi setelah digelar beberapa pertemuan dan pembahasan akhirnya format kontroversial tersebut resmi tidak jadi diterapkan. PSSI yang menggelar rapat darurat pada Selasa (25/5) lalu sukses mengeluarkan keputusan tersebut.

Wacana Liga 1 Digelar Terpusat

Selepas berita mengenai liga tanpa degradasi, kini muncul lagi sebuah wacana yang kembali membuat geger klub-klub tanah air. Persipura Jayapura juga mengambil langkah yang sama seperti berita sebelumnya yakni tidak setuju.

PSSI yang terus menerus mengusahakan agar penggelaran Liga 1 dengan izin dari Polri berkembang pesat. Pihak Polri disebut-sebut segera akan mengeluarkan surat perizinan diselenggarakannya Liga 1 Indonesia mendatang.

Mendengar hal itu, manager tim Mutiara Hitam, Ridwan Madubun mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada federasi sepakbola tertinggi di Indonesia itu. Sang manager juga tidak menyembunyikan rasa gembiranya setelah mendapat informasi tersebut.

Namun informasi selanjutnya berisi bahwa pertandingan demi pertandingan Liga 1 bakalan dimainkan di pulau Jawa. Penggunaan stadion atau tempat dengan format terpusat menjadi pembahasan pihak penyelenggara liga.

Ridwan Madubun juga mengomentari hal wacana terbaru ini. Dirinya menganggap bahwa regulasi yang masih belum resmi ini akan sangat membuat rugi klub-klub tanah air. Terutama tim yang bermarkas di luar pulau terpadat di Indonesia itu.

Selain itu sang manager tim asal Papua itu juga mengaitkannya dengan dampak di luar lapangan. Para pemain dan stafnya yang bermain jauh dari keluarga akan sangat merasa dampaknya secara psikologis. Ketidakadilan di antara klub luar dan dalam pulau Jawa pun semakin kelihatan.

Yevhen Bokhashvili Resmi Menjadi Pemain Asing Ketiga Mutiara Hitam

Namun dibalik ketidaksetujuan Persipura dengan wacana format Liga 1 terpusat, mereka yang telah cemas menunggu-nunggu pemain asingnya ketiganya tampaknya sudah bisa tersenyum. Lantaran eks ujung tombak PS Sleman dan Pahang FA, Yevhen Bokhashvili telah resmi menjadi bagian dari skuat Jacksen Ferreira Tiago.

Bomber berkebangsaan Ukraina itu telah resmi diumumkan menjadi pembelian terbaru skuat asal Papua ini. Seperti diunggah oleh akun media sosial Persipura Jayapura pada Jumat (28/5), “RESMI. Welcome Yevhen Bokhashvili.”

Musim 2018/2019 saat membela PS Sleman, striker berusia 28 tahun ini tampil apik. Mantan penyerang Dnipro Dnipropetrovsk ini sukses tampil sebanyak 33 kali pada musim itu dan sukses menggelontorkan 16 gol.

Dengan tinggi badan yang menjulang hingga 185 cm tentu saja akan sangat membantu tim Mutiara Hitam. Jacksen Ferreira Tiago pun akan kebanjiran taktik serangan yang bisa digunakannya saat sang penyerang tersebut bermain.

Diprediksi Yevhen Bokhashvili akan mengisi posisi striker tim yang masih kosong. Dirinya akan membentuk trio maut baru. Boaz Solossa di sisi kiri serta Ricky Kayame di sayap kanan akan membuat kesusahan lini belakang tim lawan.

Memanfaatkan tinggi badan Yevhen, bola-bola atas bisa menjadi peluang tim dalam mencetak pundi-pundi gol klub. Persipura Jayapura sendiri terkenal dengan winger-wingernya yang kencang dan tusukan dari sisi sayap yang sangat mematikan.

Belum lagi sepakan keras dari striker dan legenda hidup tim Mutiara Hitam, Boaz Solossa. Akan tetapi semua itu akan bisa dengan mudah terealisasi jika para pemain dan pelatih saling klop dalam merancang strategi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here