Persik Kediri Kalah Telak dari PSIS Semarang Lantaran Kurang Disiplin

0
58

Debatbola.com – Juru taktik Persik Kediri, Alfiat berdalih bahwa anak asuhnya masih berusaha melakukan adaptasi taktik dan strategi baru. Pada Jum’at (15/10/2021) kemarin, Persik Kediri kalah dengan skor telak 0-3 dari PSIS Semarang. Ketiga gol lawan tercipta dengan proses yang sama yakni dengan memanfaatkan celah atas kelengahan barisan pertahanan Persik Kediri yang telah terbuka sepanjang menit di babak pertama.

Masih Belajar Strategi dan Taktik Baru

Sang pelatih pun berdalih bahwa permainan yang kurang optimal ini lantaran penerapan strategi dan taktik baru. Karena memang setelah ditinggal oleh pelatih sebelumnya, Joko Susilo, maka Persik perlu mengubah cara bermainnya. Alfiat mengatakan bahwa perubahan sistem ini dilakukan dengan formasi tiga bek 4-3-3.

Namun memang dirinya harus mengamati kondisi pemain terlebih dahulu. Para pemain yang telah ia pilih memang menunjukkan perkembangan yang bagus selama proses latihan. Jika dilihat dari jalannya laga, sebenarnya Persik juga tidak tampil terlalu buruk. Justru Risna Prahala Benta dan rekan-rekannya mempunyai banyak peluang yang sayangnya tidak bisa berbuah gol sepanjang babak kedua.

Situasi tersebut tercipta pada saat Persik mengubah formasinya menjadi 4 bek sejajar setelah ditariknya OK Jhon. Agresivitas dari lini serang ini semakin massif lantaran masuknya Antoni Putro Nugroho dan Hariyanto Panto. Akan tetapi, sekali lagi transisi para pemain masih terbilang lambat.

Hal tersebut karena PSIS Semarang semakin solid setelah unggul tiga gol dalam babak paruh pertama. Alfiat mengatakan bahwa taktik yang dicoba tidak berjalan dengan lancar sehingga terjadi kebobolan di babak pertama. Kemudian dia menggantinya di babak kedua.

Skema Berjalan Sebentar

Meski demikian, Alfiat juga mengaku tidak merasa kapok lantaran kegagalan perdananya itu. Menurutnya skemanya bisa berjalan pada babak pertama di menit-menit awal. Lantaran pemain kurang disiplin, gawang jadi kebobolan tiga kali. Alfiat menilai memang para pemain terlambat panas.

Alfiat mengatakan bahwa pada babak pertama memang anak-anak kurang disiplin sehingga kebobolan di menit ke-20. Kurang disiplin inilah yang akhirnya membuat semua pemain menjadi down. Tak hanya itu, Alfiat juga menyoroti disiplin pemain yang melemah ketika gol pertama PSIS Semarang.

Gol ini tercipta lantaran bek yang lengah dalam menahan pergerakan dari Andreas Ado. Ketika itu, bola umpan tendangan pojok yang dikirim oleh kapten tim PSIS, Septian David Maulana, bisa diarahkan ke dekat tiang. Sehingga Andreas bisa menyundulnya dan ternyata tepat sasaran. Selain kurang disiplin, skema permainan juga tidak berjalan dengan baik dalam babak pertama.

Akibat dari kekalahan ini, Persik Kediri harus terbenam di zona degradasi klasemen sementara BRI Liga 1 Indonesia musim ini di posisi ke-16. Alfiat akan berusaha untuk evaluasi diri dan juga kinerja para pemainnya. Dirinya mengaku sama sekali tidak kapok ataupun jera. Menurutnya kapan lagi bisa dapat kesempatan untuk debut di Liga 1 Indonesia. Dirinya dan para pemain akan melakukan evaluasi bersama dan mencari solusi.

Alfiat tidak ingin menyia-nyiakan kesempatannya untuk memberikan hasil yang terbaik bagi Persik. Dirinya akan melakukan evaluasi setiap lini supaya para pemain bisa lebih bagus lagi dan bisa tampil maksimal. Beberapa hari ke depan, sebelum menjajal kekuatan Persipura, sang pelatih akan meramu kembali dan membangkitkan semangat tanding Arthur Silva dan rekan-rekannya.

Sang pelatih juga mengatakan bahwa tim masih punya waktu untuk bersiap diri sebelum menyongsong pertandingan berikutnya. Segala aspek akan diperbaiki. Yang terpenting, kekalahan ini tidak membuat tim merasa putus asa. Dirinya berpesan untuk melupakan kekalahan ini dan fokus menatap ke depan dengan motivasi yang tinggi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here