Persaingan Ketat Pemain Arema Menempati Posisi Winger

0
23

Debatbola.com – Dalam bursa transfer pemain kloter ini, Arema FC sudah jor-joran merekrut banyak pemain baru. Pemain-pemain tersebut juga bukanlah pemain sembarangan, terdapat 9 pemain lokal yang sudah besar namanya dan kebanyakan memiliki posisi yang sama. Dengan demikian artinya akan banyak persaingan ketat untuk menempati posisi tersebut terutama posisi winger.

Tim Dengan Pemain Bintang

Arema FC sendiri terkenal sebagai tim dengan gudang pemain bintang. Saat ini, apabila melihat komposisi pemain, terlihat akan sulit bagi pemain-pemainnya menembus tim inti. Pasalnya pemain yang ada memiliki posisi yang sama dan dengan kualitas yang sama baiknya. Untuk itu setiap pemain harus bersaing dengan sangat ketat dan bersungguh-sungguh untuk menembus tim utama.

Sektor sayap atau posisi winger menjadi posisi yang paling ketat persaingannya. Pasalnya di posisi ini menumpuk pemain-pemain hebat yang kualitasnya tidak bisa diragukan lagi. Tercatat ada 7 pemain yang siap menempati sektor sayap di Arema FC. Padahal dalam setiap laga hanya akan dimainkan beberapa pemain sayap sesuai dengan formasi dan strategi yang diusung Arema FC.

7 pemain yang ada juga mampu menempati posisi sayap kanan dan kiri. Ke-7 pemain tersebut diantaranya adalah Ilham Udin Armaiyn, Adam Alis, Irsyad Maulana, Dendi Santoso, Tito Hamzah, Kushedya Hari Yudo, dan Dedik Setiawan. Meskipun ada 2 pemain yang berposisi asli sebagai striker, namun 2 pemain tersebut juga dimainkan di sektor sayap oleh Eduardo Almeida.

Karakter Berbeda Dengan Kualitas Sama Baiknya

Apabila dilihat lebih jauh, 7 pemain sayap yang ada meskipun memiliki kualitas yang sama namun terdapat perbedaan setiap karakternya. Meskipun rata-rata pemain sayap mengandalkan kecepatan, ada pemain yang tidak terlalu mengunggulkan aspek tersebut. Salah satunya adalah Dendi Santoso, dirinya tidak terlalu cepat dibanding winger lainnya.

Dendi Santoso memiliki karakter yang lebih bisa mengatur tempo permainan. Dirinya mampu mempercepat atau memperlambat proses serangan dadakan Arema FC. Kemudian ada nama Dedik Setiawan yang tanpa diduga sering melakukan finishing secara tiba-tiba dan hasilnya akurat. Sedangkan Tito dan Ilham Udin memiliki karakter kecepatan berlari diatas rata-rata.

Sisanya lebih menonjolkan akurasi umpan matang. Mulai dari umpan pendek hingga umpan panjang ke depan. Dengan berbagai karakter yang berbeda menjadikan pelatih Arema FC tinggal memilih winger yang sesuai dengan strategi yang akan dipakai saat pertandingan berikutnya. Ini cocok dengan pelatih yang terkenal sering mengubah taktik dan cara menyerang tergantung tim yang dihadapi.

Pendapat Irsyad Maulana

Dengan persaingan yang terjadi saat ini, Irsyad Maulana selaku winger baru Arema FC angkat bicara. Dirinya sangat yakin bahwa kesempatan menjadi starter masih terbuka dan bisa diraih oleh semua pemain, mulai dari pemain yang sudah lama di Arema FC maupun pemain rekrutan baru termasuk dirinya. Semua bisa saja menjadi pemain inti asalkan memberikan kualitas yang terbaik.

Dirinya juga menambahkan bahwa pelatih Arema FC saat ini lebih melihat bagaimana performa pemain yang ada. Eduardo Almeida memang tidak melihat bagaimana nama besar pemain tersebut, namun melihat bagaimana perkembangan permainannya. Irsyad Maulana sendiri sangat yakin dirinya mampu menunjukkan kualitasnya dan layak menjadi pemain inti Arema FC.

Apalagi menumpuk pemain bukan kali ini dilakukan Arema FC. Sebelumnya juga Arema FC juga pernah melakukan hal sama pada musim lalu. Stok pemain sayap Arema FC sangat banyak dan mereka dimainkan berdasar perkembangan kualitas saat latihan dan bermain di lapangan. Jadi siapa saja bisa menjadi pemain inti Arema FC. Pendapat Irsyad Maulana memang benar adanya dan dirinya sudah mengetahui karakter pelatihnya sekarang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here