Pernah Dicap Sebagai Transfer Terburuk, Nicolas Pepe Kini Unjuk Gigi

0
201

Debatbola.com – Nicolas Pépé sempat dicap banyak orang sebagai transfer terburuk yang pernah dilakukan oleh Arsenal. Namun, di pekan-pekan terakhir Liga Primer Inggris, Pépé berhasil menjawab semua kritikan yang ditujukan padanya. Performa impresifnya seakan menjadi pembuktian bahwa Arsenal tak percuma mendatangkannya dengan biaya mahal.

Sempat Dicap Transfer Terburuk

Musim 2019/2020, tepatnya pada bulan Agustus tahun 2019, Arsenal sukses mengamankan jasa pemain Lille, Nicolas Pépé. Kala itu, Pépé memecahkan rekor sebagai rekrutan termahal Arsenal dengan biaya transfer sebesar 80 juta euro, seperti dikutip dari Transfer market. Namun, performa Pépé ternyata jauh dari ekspektasi.

Sepanjang musim 2019/2020, Pépé tampil kurang konsisten memperkuat tim Meriam London. Mantan pemain Lille itupun mendapat banyak kritikan atas performa mengecewakannya. Ia bahkan sempat dicap sebagai transfer paling gagal sepanjang sejarah Arsenal.

Pembuktian Pépé

Meski tampil mengecewakan di musim 2019/2020, Pépé perlahan mulai membuktikan kualitasnya. Puncak penampilan impresifnya terjadi pada penghujung musim 2020/2021 ini. Terkini, Pépé ikut mencetak dua gol ketika Arsenal bersua Brighton pada gameweek terakhir Premier League, Minggu (23/5).

Catatan dua gol ke gawang Brighton membuat Pépé genap mengoleksi 16 gol dan lima assist, atau berkontribusi mencetak 21 gol untuk The Gunners. Gol ini juga merupakan gol ke-5 Pépé dalam tiga pertandingan terakhirnya di EPL. Sebelumnya ia juga mencetak satu gol melawan West Bromwich Albion, dan dua gol melawan Crystal Palace.

Penampilan impresif Pépé di akhir musim 2020/2021 ini tentu menjadi pembuktian Pépé kepada para penggemar Arsenal bahwa ia bukanlah transfer terburuk The Gunners. Arsenal mendatangkan Pépé dengan biaya yang terbilang mahal. Pépé pun akhirnya bisa membuktikan bahwa Arsenal tak sia-sia mengeluarkan biaya hingga 80 juta euro.

Banjir Pujian

Performa Pépé di akhir musim 2020/2021 juga tentu saja menuai pujian dari banyak orang. Eks pemain Arsenal Thierry Henry pernah memuji Pépé, begitu pula eks pelatih Tottenham Hotspur, Chelsea dan Manchester United, José Mourinho. Mantan pemain Arsenal lainnya, Freddie Ljungberg juga tak mau ketinggalan memberikan pujian.

Ketika ditanya mengenai penampilan Pépé, Henry, Mourinho dan Ljungberg memberikan jawaban yang hampir serupa. Henry, Mourinho dan Ljungberg mengatakan bahwa mereka sudah tahu potensi yang ada dalam diri Pépé. Karenanya, mereka yakin bahwa suatu saat, Pépé akan bersinar seperti sekarang.

“Saya menyukainya. Dia adalah pemain yang canggung untuk dilawan, pemain yang sangat bagus dalam situasi satu lawan satu.” Kata Ljungberg kepada BT Sport ketika ditanya mengenai Pépé. “Penampian hari ini adalah penampilan yang selalu saya lihat di sesi latihan, dan ini juga penampilan yang pasti ingin anda saksikan di setiap laga.”

Seperti halnya Ljungberg, Mourinho juga mengakui bahwa dirinya sudah mengetahui potensi Pépé. Mourinho berkata, “Setelah saya meninggalkan United, saya sering pergi ke Lille karena teman saya (Christophe Galtier) adalah pelatih di sana. Jadi saya tahu banyak akan kualitasnya (Pépé).”

“Lille bermain dengan skema 4-4-2 dan dia adalah pemain sayap kanan. Dia tahu caranya bertahan, caranya menjadi winger dalam formasi 4-4-2. Ketika memegang bola ataupun tidak memegang bola dia sangat efektif dan cepat. Dia sangat tenang ketika sudah berhadapan dengan kiper, dan saya pikir, anak ini punya potensi yang fantastis.”

Sementara itu, Henry pernah meminta Pépé tak mendengarkan apa kata orang. “Dia harus memastikan dia tak mendengar apa kata orang dan fokus bermain saja.” Kata Henry. “Tidak mudah untuk bergabung dengan tim baru dan beradaptasi dengan permainan baru. Jadi dia perlu beradaptasi, kita harus memberinya waktu.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here