Penyebab Utama Antonio Rudiger Pergi Chelsea Tak Kunjung Beri Kepastian

0
44

Debatbola.com – Antonio Rüdiger sudah resmi bakal berpisah dengan Chelsea, dan baru-baru ini, sang defender menyebut alasan utama mengapa ia pergi. Sanksi yang diperoleh klub bukanlah alasan mengapa Rüdiger memilih cabut. Melainkan tidak adanya kepastian masa depan yang diberikan The Blues.

Sanksi Bukan Alasan Utama Rüdiger Pergi
Musim depan, Chelsea sudah bisa dipastikan bakal kehilangan Antonio Rüdiger yang kontraknya tuntas pada penghujung musim 2021/2022. Rüdiger sudah mendapat tawaran perpanjangan masa bakti. Tetapi ia menolak dan memilih meninggalkan Stamford Bridge musim depan.

Real Madrid dipilih Rüdiger sebagai destinasi karir berikutnya, dengan sang pemain kini menyepakati kontrak empat tahun bareng klub Spanyol. Artinya, musim depan, Rüdiger tidak lagi menjadi pemain Chelsea. The Blues dipastikan kehilangan salah satu bek terbaiknya tersebut.

Kebetulan saja, isu kepergian Rüdiger dari Chelsea makin santer terdengar seiring sanksi yang menghampiri The Blues. Sehingga, banyak yang mengira Rüdiger pergi karena sanksi berat yang tengah menimpa Chelsea. Padahal faktanya, sanksi bukan menjadi alasan utama mengapa Rüdiger pergi.

Pasca final Piala FA kemarin, Rüdiger menegaskan bahwa sanksi bukan alasan utama mengapa ia memilih meninggalkan Stamford Bridge. Rüdiger mengaku tidak mau terlibat dalam polemik sanksi Roman Abramovich. Ia juga menegaskan Chelsea akan selalu terasa spesial buatnya.

Kontrak Tidak Pasti Jadi Alasan Utama
Dalam sesi wawancara pasca final Piala FA, Rüdiger tidak menyebutkan secara pasti apa alasannya pergi dari Chelsea. Ia hanya menyebut kalau sanksi bukan penyebab ia memilih pergi. Tetapi baru-baru ini, Rüdiger secara blak-blakan menyebut mengapa ia memilih cabut dari Chelsea.

Lewat sesi wawancara bersama Player’s Tribune, Rüdiger mengungkapkan alasan mengapa ia pergi dari Chelsea dan bergabung dengan Real Madrid. Negosiasi terkait kontrak disebut menjadi alasan utamanya. Menurut Rüdiger, Chelsea tidak kunjung memberi kepastian masa depannya.

“Keputusan saya, jujur saja datang di bulan Maret.” Kata Rüdiger. “Sanksi itu adalah sesuatu yang tidak diduga-duga oleh siapapun. Memang mudah menyalahkan itu sebagai penyebabnya, terlalu mudah. Tapi ada jeda cukup lama antara Agustus dan Januari yang membuat saya berpikir.”

“Anda mendapat tekanan dari tim-tim lain karena itu di bulan Januari. Tapi anda harus menunggu sampai bulan Juni karena anda punya kandidat pemilik klub. Bahkan sampai sekarang, anda belum bisa bicara dengannya. Saya tak mau menunggu selama itu.”

“Bisnis tetaplah bisnis tapi jika anda tak mendengar apapun dari klub sejak Agustus hingga Januari, situasi jadi makin sulit. Tak ada satupun yang tahu sanksi itu bakal datang, tapi ada klub besar tertarik, dan saya harus memutuskan.”

Bukan Kepergian yang Mudah
Setelah kepindahannya dari Chelsea terkonfirmasi, Rüdiger mengungkapkan bahwa ia optimis menatap petualangan barunya di Real Madrid. Ia menilai kepindahannya ke Real Madrid bukan Cuma soal mencari tantangan sepakbola baru. Tetapi Rüdiger juga ingin mencari tantangan hidup baru.

“Tidak, tidak sekarang, anda harus menunggu.” Kata Rüdiger ketika diminta konfirmasinya apakah kebenaran dirinya gabung Real Madrid. “Hanya ada satu hal yang bisa katakan. Dengan segala hormat untuk Chelsea, mungkin anda tidak akan melihat saya lagi di Inggris.”

“Saat saya meninggalkan Jerman, saya ingin menemukan jati diri saya, menemukan Toni Rüdiger yang baru. Juga untuk belajar bahasa baru, budaya baru, semuanya. Bukan cuma sepakbola tapi juga tantangan hidup baru. Saya yakin ini akan jadi tantangan bagus.”

“Kepergian ini bukanlah kepergian yang membahagiakan. Tentu ini menyedihkan, dan akan menjadi emosional serta sulit. Tapi memang seperti ini kejadiannya. Lima tahun bukan waktu yang sebentar. Chelsea menjadikan saya dewasa.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here