Penyebab Performa PSIS Semarang Menurun Padahal Sebelumnya Tak Terkalahkan

0
152

Debatbola.com – PSIS Semarang memberikan penampilan yang sangat mengagumkan dalam kompetisi BRI Liga 1 2021/2022 di awal musim. Bahkan dalam delapan laga awal musim PSIS Semarang sama sekali tidak menelan kekalahan. Hal itu membawa PSIS Semarang memuncaki klasemen awal musim cukup lama.

Namun menginjak pertengahan musim PSIS Semarang mulai naik turun di puncak klasemen. Hal ini bukan karena alasan, pasalnya performa dari tim Mahesa Jenar ini mulai mengalami penurunan. Lantas apa saja hal yang mengakibatkan performa PSIS Semarang menurun?

Keseringan Ganti Pelatih

Klub sepak bola asal Semarang ini nampaknya selalu mengalami perubahan menarik selama mengikuti BRI Liga 1 musim 2021/2022. Bagaimana tidak, PSIS Semarang tercatat sudah melakukan empat kali pergantian pelatih dalam satu musim liga. Mulai dari pelatih lokal hingga luar pernah menukangi PSIS Semarang selama musim 2021/2022.

Pada awal musim, PSIS dilatih oleh pelatih lokal yaitu Imran Nahumarury. Namun kepelatihannya hanya berlangsung sebentar yakni beberapa pekan saja. Setelah Imran mengundurkan diri, PSIS Semarang dilatih oleh pelatih luar negeri.

Ian Andrew Gillan pelatih berpaspor Australia dan Skotlandia akhirnya mengganti posisi Imran Nahumarury. Namun sama seperti pelatih sebelumnya, Ian Andrew Gillan tidak bertahan lama setelah manajemen PSIS membawa kembali pelatih sebelumnya yaitu Imran Nahumarury. Tidak berselang lama Imran mundur lagi dan akhirnya PSIS ditukangi Dragan Djukanovic.

Badai COVID-19

Covid-19 menjadi salah satu faktor performa PSIS Semarang menurun drastis setelah sebelumnya menjadi tim yang tak terkalahkan di awal musim. Badai Covid-19 yang ikut melanda kompetisi BRI Liga 1 turut menurunkan kualitas PSIS Semarang. Banyak pemain yang harus rela absen hampir di setiap laga PSIS Semarang.

PSIS Semarang harus rela kehilangan belasan pemainnya dalam laga-laga penting BRI Liga 1. Banyak pemain PSIS Semarang yang ikut terkonfirmasi positif Covid-19 dan terpaksa menjalankan karantina. Tentunya ini bukan hal mudah bagi PSIS Semarang, pasalnya tim ini tidak bisa mengerahkan kekuatan terbaiknya.

Bahkan saat berhadapan dengan Barito Putera pada kamis lalu 11 Februari 2022, PSIS Semarang memainkan 4 pemain cadangannya. Tim sepak bola asal Semarang tersebut tidak bisa memainkan empat pemain utamanya. Bahkan daftar pemain cadangan dalam laga, tidak ada kiper pengganti. Ini tentunya sangat sulit membicarakan persoalan teknis apabila pemainnya saja tidak ada.

Pemain Anyar Tidak Tampil Maksimal

Selama bursa transfer musim lalu, PSIS Semarang mendatangkan banyak pemain. Namun hingga kini penampilan pemain-pemain tersebut kurang maksimal dan terkesan biasa saja. Ini tentunya di luar ekspektasi manajemen PSIS Semarang yang berharap banyak pada pemain anyar.

Sebagai contoh pemain anyar PSIS, Chevaughn Walsh hingga saat ini belum bisa menjadi mesin pemburu gol PSIS Semarang. Sejauh ini Chevaughn Walsh baru mencetak satu gol saja. Padahal pemain ini sudah digadang-gadang dapat menjadi pengganti Bruno Silva yang lebih baik. Namun nyatanya ekspektasi tersebut jauh dari realita saat ini.

Hal serupa juga terjadi pada rekrutan terbaru PSIS Semarang yaitu Flavio Beck, Rachmad Hidayat, Taufik Hidayat, serta Ahmad Baasith. Semuanya tampil biasa saja seperti pemain lama PSIS Semarang. Belum ada kejutan yang luar biasa dari para pemain anyar tersebut.

Ketiga hal diatas merupakan alasan utama performa PSIS Semarang menurun drastis. Hal tersebut membuat tim berjuluk Mahesa Jenar ini kesulitan memuncaki klasemen BRI Liga 1. Tentunya ketiga hal diatas bisa menjadi bahan evaluasi tim Mahesa Jenar supaya performanya lebih baik lagi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here