Penyebab Mekanisme Transfer Modern Tidak Bisa Diterapkan Di Liga 1 Indonesia

0
56

Debatbola.com – Bursa transfer di Liga 1 Indonesia resmi dibuka setelah selesainya kompetisi di musim ini atau tepatnya tanggal 1 April kemarin. Semua klub sudah bergerak baik secara senyap maupun secara terang-terangan untuk mendapatkan pemain incarannya. Banyaknya kejutan di bursa transfer musim ini membuat hal tersebut menarik untuk diamati.

Jika diamati lebih seksama, mekanisme bursa transfer di Liga Indonesia sedikit berbeda dengan bursa transfer di Liga Eropa. Mekanisme transfer yang dipakai di Indonesia masih tergolong ketinggalan jaman dan tak sesuai dengan transfer modern. Rupanya ada alasan kuat mengapa bursa transfer modern sulit diterapkan di Indonesia.

Mekanisme Bursa Transfer Indonesia

Memasuki bursa transfer di musim ini, mekanisme transfer yang dipakai di Indonesia terus menjadi sorotan. Mekanisme tersebut berbeda dengan yang digunakan klub-klub top Eropa dan termasuk dalam gaya transfer yang ketinggalan jaman. Kabarnya, kesalahan dalam bursa transfer itulah yang menjadi penyebab Liga Indonesia tidak semaju Liga lainnya.

Bursa transfer yang diterapkan di Indonesia memiliki ciri khas membeli pemain sebanyak-banyaknya namun kontrak yang diberikan hanya semusim. Padahal seharusnya klub juga memikirkan aset penting yang dimiliki klub tersebut. Selain itu, kebanyakan klub Indonesia memilih membeli pemain dulu baru menentukan siapa pelatihnya.

Biasanya klub-klub besar Eropa akan menentukan pelatih terlebih dahulu sebelum menentukan pemain yang akan direkrut. Hal tersebut dilakukan untuk menghindari pemain yang tidak sesuai dengan materi serta taktik yang dipakai sang pelatih. Bahkan sebagian besar pemain yang direkrut merupakan rekomendasi atau permintaan sang pelatih yang menjabat.

Kecenderungan Liga Indonesia yang memberikan kontrak berdurasi hanya setahun untuk pemainnya juga menjadi sorotan. Beberapa klub memang sudah ada yang berani memberikan kontrak jangka panjang untuk pemainnya, namun hanya untuk pemain muda saja. Untuk pemain yang sudah berpengalaman justru hanya menerima kontrak pendek.

Klub-klub di Indonesia juga jarang melepas pemainnya dengan status transfer dan bahkan hanya bisa dihitung dengan jari jumlahnya. Rata-rata pemain akan dilepas setelah kontraknya habis meskipun pemain tersebut memiliki kontrak yang cukup panjang. Selain karena habis kontrak, pemain biasanya dikeluarkan karena tidak memenuhi ekspektasi klub.

Alasan Tidak Bisa Terapkan Mekanisme Transfer Modern

Mekanisme bursa transfer di Indonesia yang masih kolot tersebut rupanya masih langgeng dan sulit digantikan dengan mekanisme yang lebih modern. Hal tersebut juga diakui oleh Yusuf Kurniawan yang merupakan pengamat Sepak Bola di Indonesia. Menurut Yusuf, langgengnya mekanisme kolot tersebut dikarenakan tidak ada jaminan dari Industri Sepak Bola.

Sepak bola di Indonesia tidak menerima dukungan yang memadai dari Industri sehingga segalanya menjadi tidak pasti. Peraturan terkait regulasi, tata cara pelaksanaan serta izin dari pihak pemerintah juga terus mengalami perubahan. Ketidakpastian tersebut membuat kontrak jangka panjang menjadi suatu hal yang sulit.

Selain alasan tersebut, masih ada alasan non teknis yang membuat klub belum berani memberikan kontrak jangka panjang pada para pemainnya. Salah satu alasan non teknis yaitu tuntutan para suporter yang mengharuskan klubnya berprestasi. Biasanya klub akan melakukan bongkar pasang pemain di bursa transfer demi meraih prestasi secara instan.

Liga 1 Indonesia juga masih kekurangan sponsor sehingga membuat klub kesulitan mendatangkan pemain yang berkualitas. Beberapa klub memang ada yang memperoleh sponsor yang memadai sehingga bisa jor-joran dalam merekrut pemain. Namun ada klub yang kesulitan mendapatkan sponsor sehingga memakai pemain seadanya.

Baru-baru ini juga ada klub yang melakukan pembelian secara tergesa-gesa karena dikejar waktu meskipun ada klub yang terlihat santai. Seperti contohnya Persija yang sudah merekrut 3 pemain padahal kursi pelatih belum terisi. Padahal pembelian pemain sebelum pelatih tersebut sangat beresiko karena takutnya tidak sesuai dengan materi pelatih meskipun pemain tersebut berkualitas.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here