Pemain Timnas Wanita Kanada Jadi Atlet Transgender Non-Biner Pertama yang Berlaga di Olimpiade

0
245

Debatbola.com – Selama ini, tercatat belum pernah ada atlet Olimpiade yang terang-terangan mengungkapkan bahwa dirinya adalah seorang transgender. Bahkan, selama ini, tidak ada satupun atlet transgender yang berlaga di cabang Olimpiade. Namun, pesepakbola wanita asal Kanada baru-baru ini berani mengungkapkan bahwa dirinya adalah seorang transgender non-biner.

Pecahkan Rekor di Olimpiade

Ajang Olimpiade bisa dibilang adalah ajang olahraga terbesar, dan olahraga ini berhak diikuti oleh siapapun. Namun, dalam sejarah perjalanannya, belum ada satupun atlet transgender yang berlaga di ajang olahraga ini. Sejarah juga mencatat bahwa belum ada satupun atlet Olimpiade yang berani terang-terangan mengaku bahwa dirinya adalah transgender.

Namun, di ajang Olimpiade Tokyo 2020, sesuatu yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, termasuk munculnya atlet-atlet transgender. Contohnya di cabang olahraga sepakbola wanita. Ada salah satu punggawa timnas wanita Kanada yang ternyata merupakan transgender, dan pemain tersebut bahkan sudah mengakuinya sejak lama.

Pemain Kanada yang merupakan seorang transgender adalah Rebecca Catherine Quinn, atau kerap dipanggil Quinn. Quinn yang ikut dibawa ke dalam skuad timnas wanita Kanada di ajang Olimpiade turut serta dalam starting XI di laga melawan timnas wanita Jepang. Ia pun menjadi atlet pertama yang berlaga di Olimpiade, sekaligus mengaku sebagai transgender.

Perasaan Quinn

Selepas pertandingan melawan Jepang, Quinn mengungkapkan perasaannya sebagai atlet pertama yang berlaga di Olimpiade sekaligus mengaku sebagai transgender non-biner. Ia mengaku bangga bisa mendapat status demikian. Quinn juga berharap agar di masa depan, akan ada lebih banyak atlet seperti dirinya.

“Atlet pertama yang berlaga di Olimpiade dan mengaku sebagai transgender, saya tak tahu bagaimana perasaan saya, saya merasa bangga ada nama ‘Quinn’ di starting line-up.” Tutur Quinn, seperti dikutip via South China Morning Post. “Saya sedih karena atlet Olimpiade sebelum saya tidak bisa hidup dengan layak karena dunia tak menerima mereka.”

“Tapi yang paling penting, saya mulai peduli pada kenyataan yang ada sekarang. Seorang transgender wanita dilarang tampil di turnamen-turnamen olahraga. Transgender wanita menerima diskriminasi dan mimpi mereka di Olimpiade kerap dihancurkan. Perjuangan kami (transgender) belum berakhir, dan saya akan merayakannya ketika kami sudah selesai.”

Perlu diketahui, Quinn merupakan salah satu pemain yang sudah cukup berpengalaman di dunia sepakbola karena ia tercatat pernah membela beberapa klub di sejumlah negara. Quinn pernah memperkuat tim Kanada seperti Toronto Lady Lynx. Ia juga pernah berkarir di Amerika Serikat dan Eropa bersama Washington Spirit dan Paris FC.

Bukan Transgender Pertama di Olimpiade Tokyo

Sekadar informasi, Quinn mengakui bahwa dirinya adalah seorang transgender non-biner alias bukan termasuk golongan pria, maupun wanita pada tahun 2000 silam. Quinn juga pernah tampil di Olimpiade 2016 dan membawa Kanada meraih medali perunggu kala itu. Lalu di tahun 2020 ini, bursa judi bola online mencatatkan Quinn telah tampil 72 menit bareng Kanada.

Quinn sendiri bukan merupakan satu-satunya atlet transgender yang terdaftar di ajang Olimpiade. Di cabang olahraga lain, ada juga beberapa atlet transgender yang turut serta. Salah satunya adalah atlet angkat beban Selandia Baru Laurel Hubbard. Hubbard bakal berkompetisi di kelas angkat beban 87 kg+.

Sebagai seorang atlet transgender, Hubbard pun bakal dinobatkan sebagai atlet transgender wanita pertama yang berlaga di Olimpiade. Sejatinya ada pula atlet transgender lain, seperti atlet freestyle BMX asal AS, Chelsea Wolfe. Namun, tak seperti Hubbard dan Quinn, Wolfe bukan atlet utama di Olimpiade, jadi ia kemungkinan besar tak akan ikut berkompetisi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here