Pemain Timnas Indonesia Ini Posisinya Terancam Oleh Pemain Naturalisasi

0
119

Debatbola.com – Saat ini Indonesia sedang memproses beberapa pemain untuk dinaturalisasi. Hal ini tentu menjadi kabar positif untuk Indonesia akan kedatangan pemain-pemain berkualitas eropa untuk membela Tim Nasional Senior. Namun hal ini juga bisa menjadi kabar kurang baik bagi pemain-pemain Indonesia karena dapat terancam posisinya. Berikut ini beberapa pemain yang posisinya terancam dengan datangnya pemain naturalisasi:

1. Evan Dimas

Evan Dimas merupakan salah satu pemain Indonesia yang terancam tersingkirkan apabila proses naturalisasi pemain sudah selesai. Biasanya Evan Dimas menjadi starter dalam laga-laga internasional Indonesia. Sebagai contoh adalah pada dua laga terakhir Indonesia di musim ini, pemain ini dua kali menjadi starter pilihan Shin Tae-yong.

Pemain berusia 26 tahun ini memang masih terbilang fit dan bisa diandalkan untuk Timnas Indonesia. Gaya bermain di lini tengah juga tidak bisa diremehkan. Evan Dimas seringkali menguasai lini tengah lapangan dan mampu mengontrol tempo permainan. Tidak hanya itu, Evan Dimas juga pandai memotong bola.

Meskipun keberadaannya sangat membantu Indonesia, posisi Evan Dimas sangat terancam dengan adanya pemain naturalisasi. Selain karena usianya yang sudah 26 tahun, calon penggantinya juga memiliki skill luar biasa dan umurnya masih muda. Bahkan saat ini saja Evan Dimas harus bersaing dengan pemain Indonesia lainnya untuk menduduki bangku Senior Tim Nasional Indonesia.

2. Elkan Baggot

Elkan Baggot seorang pemain yang patut mendapat julukan tembok raksasa Tim Nasional Indonesia. Selain bermain untuk Tim Nasional Indonesia, pemain kelahiran Thailand tersebut saat ini bermain untuk klub Liga Inggris, Ipswich Town. Terakhir bersama Tim Nasional Senior, Elkan Baggot bermain empat kali dalam ajang Piala AFF 2020 dan berhasil mengumbangkan satu gol.

Elkan Baggot bermain sangat baik untuk Indonesia dengan berbagai kontribusi yang luar biasa. Meskipun demikian, posisi Elkan Baggot dapat terancam apabila proses naturalisasi pemain selesai. Elkan Baggot harus bersaing dengan calon pemain naturalisasi Jordi Amat untuk mengambil posisi lini tengah terbaik.

Perlu diketahui, Jordi Amat merupakan pemain bek tengah yang sangat tangguh. Pemain ini sekarang sedang bermain di Liga Belgia membela KAS Eupen. Sebelumnya, Jordi Amat juga sudah berpengalaman membela klub besar seperti Espanyol, Swansea City, hingga Real Betis.

3. Alfeandra Dewangga

Alfeandra Dewangga bermain sangat baik untuk Tim Nasional Senior dalam ajang Piala AFF 2020. Berkat kontribusinya dan permainan ketat dari Alfeandra Dewangga, Indonesia mampu menembus final Piala AFF 2020. Alfeandra Dewangga menjadi pemutus serangan yang sangat baik di lini tengah hingga pertahanan Tim Nasional Indonesia.

Namun Alfeandra Dewangga harus bersaing dengan pemain lain untuk memasuki tim inti Indonesia. Ditambah lagi saat ini Indonesia sedang memproses naturalisasi pemain-pemain Tangguh yang berpengalaman di eropa. Salah satunya adalah Jordi Amat yang sudah dibahas sebelumnya.

Jordi Amat merupakan pemain kuat yang berpotensi menggeser peran Alfeandra Dewangga untuk daftar pemain inti Timnas Indonesia. Tidak hanya Elkan Baggot yang terganggu keberadaannya, Alfeandra Dewangga juga dapat terganggu atas keberadaannya di Timnas Indonesia. Bek berusia 20 tahun ini akan bersaing secara ketat dengan Elkan Baggot dan Jordi Amat.

4. Asnawi Mangkualam

Pemain yang sedang merumput di Liga Korea Selatan ini biasa menjadi starter Tim Nasional Indonesia. Terakhir adalah laga kontra Kamboja dan Laos. Asnawi Mangkualam memiliki kemampuan yang baik dan merata antara bertahan dan menyerang.

Apabila pelatih asal Korea Selatan, Shin Tae-yong tidak mengganti posisi Asnawi, pemain ini dapat menjadi cadangan atau pilihan kedua setelah Sandy Walsh. Sandy Walsh merupakan pemain yang sedang proses naturalisasi dan menempati posisi sama dengan Asnawi. Terlebih Sandy Walsh bukan pemain yang biasa-biasa saja.

Sandy Walsh merupakan pemain luar biasa dan sudah sering dipercaya tim asal Belgia, KV Mechelen untuk menjadi pemain utamanya. Dalam persaingan ketatnya liga Belgia, Sandy Walsh sudah dimainkan sebanyak 24 kali. Tentu saja ini membuktikan bahwa performanya bisa menjadi pilihan utama tim yang dibelanya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here