Paul Scholes Sarankan Ten Hag Tiru Metode Mikel Arteta di Arsenal

0

Debatbola.com – Erik Ten Hag bakal memulai tugasnya sebagai pelatih Manchester United dalam hitungan pekan. Mantan pelatih Ajax itu dipasrahi tugas berat, mengubah Setan Merah kembali menjadi tim yang ditakuti. Soal bagaimana cara Ten Hag melakukan tugasnya, Paul Scholes punya saran, dan sarannya adalah agar Ten Hag mengikuti metode Mikel Arteta.

Tugas Berat Menanti

Teka-teki pelatih pengganti Ralf Rangnick di Manchester United akhirnya terjawab dengan Erik Ten Hag maju ke kursi kepelatihan tim. Sekitar sepekan yang lalu, Manchester United meresmikan kedatangan Ten Hag ke Old Trafford. Pria Belanda itu rencananya bakal dikontrak tiga tahun, dengan opsi perpanjangan selama satu musim setelahnya.

Dengan musim kompetisi 2021/2022 yang belum berakhir, praktis Ten Hag belum bisa memulai tugasnya sebagai nahkoda baru Setan Merah. Tugas Ten Hag sendiri dipastikan tidak akan mudah. Pasalnya, ia dipasrahi tugas mengubah tim yang sedang terpuruk, menjadi tim yang perkasa lagi seperti era-era terdahulu.

Tercatat, Ten Hag merupakan manajer permanen ke-5 yang ditunjuk manajemen Manchester United pasca lengsernya Sir Alex Ferguson dari kursi kepelatihan pada tahun 2013 silam. Musim ini, jangankan untuk mendapatkan gelar, amankan posisi empat besar saja rasanya sulit, dan tugas Ten Hag adalah mengubah semua kesulitan Setan Merah selama ini.

Tirulah Mikel Arteta

Paul Scholes yang dahulu pernah memperkuat Manchester United jelas memahami situasi sulit yang dihadapi mantan timnya. Ia juga paham bahwa Ten Hag menghadapi tantangan yang mungkin menjadi tantangan terbesar dalam karirnya. Untuk itu, Scholes memberi sedikit saran, dan saran Scholes ternyata berkaitan dengan Mikel Arteta.

Semua orang tahu bagaimana Arteta dicaci dan dihujat di paruh musim pertama karena hampir membuat Arsenal lengser dari kasta pertama. Namun, Arsenal mulai bangkit dan kini ikut menjadi pejuang zona Liga Champions. Scholes ingin Ten Hag meniru semangat dan kedisiplinan Arteta yang dikenal tak kenal ampun dan kompromi.

“Itu tentu menjadi pekerjaan yang besar buat dia.” Kata Scholes kepada talkSPORT, mengomentari tugas berat yang menanti Ten Hag. “Saya pikir akan ada sebuah resiko yang muncul terkait pekerjaan ini. Juga akan ada manajer-manajer potensial lain yang mungkin harusnya anda tiru.”

“Memang, dia telah melakukan tugasnya dengan sangat baik di Ajax, juga, dia punya pengalaman bagus bersama Pep (Guardiola) di Bayern München. Tapi dia harus percaya dengan metodenya sendiri. Pekerjaan ini 10 kali lebih berat dibanding pekerjaan di Ajax yang kita tahu merupakan tim terbaik di seluruh Belanda.”

“Yang terpenting adalah dia harus menjadi manajer yang keras dan harus membuat para pemainnya percaya dengan metodenya. Agak seperti Mikel Arteta di Arsenal. Arteta telah mengambil tugas pembangunan yang sangat besar, dan dia dikenal tak kenal kompromi. Saya pikir metode yang diterapkan harusnya sama seperti itu.”

Hasil Belum Tentu Sama

Bisa dibilang, apa yang dikatakan Scholes sedikit ada benarnya. Arteta melatih Arsenal dengan caranya sendiri, yakni dengan cara keras dan tanpa kompromi. Lihat saja, sudah ada berapa nama besar yang ia coret karena masalah indisipliner. Termasuk Pierre-Emerick Aubameyang yang sampai-sampai memilih pergi meninggalkan Meriam London.

Namun, apabila cara ini diimplementasikan ke Manchester United, belum tentu hasilnya bakal sama. Setan Merah punya banyak bintang, dan banyak pengamat menilai masalah mereka adalah tidak bisa mengendalikan ego para bintang tersebut. Semoga saja, seiring kedatangan Ten Hag, egoisme para bintang Manchester United bisa agak terkendali.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

error: No !!!
Exit mobile version