Panggung Ferran Torres

0
223
Panggung Ferran Torres

Debatbola.com  –  Setelah dipastikan meraih gelar juara Premier league, Manchester City kembali menorehkan kemenangan pada lanjutan Premier League pekan ke-37. Menghadapi Newcastle United, City menang dengan skor 4-3.

Pada laga ini, penyerang muda asal Spanyol, Ferran Torres, jadi bintang. Pemain berusia 21 tahun 75 hari itu mencetak tiga gol yang menjadikannya sebagai pemain termuda yang mencetak hattrick di tim asuhan Pep Guardiola. Ia melampaui rekor Lionel Messi.

Pep Guardiola jelas memuji ketajaman Ferran. Ia bersyukur memiliki pemain seperti Ferran yang bisa diandalkan di berbagai posisi, khususnya ketika para pemain utama mengalami cedera sepanjang musim ini.

“Ini adalah musim pertamanya di Inggris tapi catatannya sudah luar biasa. Dia datang ke sini sebagai pemain sayap, tapi dia harus berpikir sebagai seorang striker. Khususnya ketika Sergio Aguero dan Gabriel Jesus tidak ada, dia bermain di sana,” tutur Pep pada Sky Sports.

“Dia tidak terlalu mendapatkan banyak menit bermain, tapi ketika dia bermain dia punya naluri mencetak gol. Aku sangat senang. Dia bisa menjadi pemain nomor 9. Kami akan menggunakannya, dia pemain brilian. Ritmenya, khususnya secara bertahan, dia sangat meningkat.”

Ferran direkrut dari Valencia dengan nilai transfer 23 juta euro. Dikontrak lima tahun, Ferran disebut-sebut didatangkan sebagai suksesor David Silva, legenda City yang juga berasal dari Valencia. Pep merasa pembelian ini mulai terbukti berhasil dan bermanfaat bagi City.

“Pergerakannya membuat dia seperti striker. Gol ketiga mengenai tiang tapi dia sudah tahu akan bergerak ke mana. Para penyerang tahu bola akan datang ke mana. Dia punya kemampuan untuk jadi striker.”

“Dia masih muda. Sebuah transfer yang bagus. Aku bisa memainkannya di kiri, kanan, atau sebagai striker. Musim sangat panjang, tapi kami tak bisa memainkan lebih dari 11 pemain. Penyerang terbaik yang kami beli tak bisa mendapatkan menit bermain yang banyak.”

Mengenai hasil pertandingan yang berakhir dengan skor tipis, Pep menjadikan hal tersebut jadikan pelajaran. Ia berharap apa yang terjadi pada laga tersebut tak terulang pada laga final Liga Champions melawan Chelsea.

“Cara para pemain melawan dan cara mereka berlari, cara mereka membalikkan keadaan setelah 1-0 menjadi 3-2, mereka tahu apa yang mereka harus lakukan. Mereka tahu kalau ingin menang atau menandingi Chelsea di final, tentu mereka harus mampu membuktikannya. Lebih baik hal seperti ini terjadi hari ini. Semoga hal seperti ini terjadi di final.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here