Nyaman Dengan AC Milan, Fikayo Tomori Tutup Pintu Untuk Chelsea

0
72

Debatbola.com – Fikayo Tomori nampaknya sudah benar-benar menganggap Chelsea sebagai masa lalu dalam perjalanan karirnya di dunia sepak bola. Sekarang dia tengah merintis kisah barunya bersama AC Milan dengan masa depan yang lebih indah.

Bertahan di Era Lampard

Sejarah telah mencatat jika Fikayo Tomori tumbuh besar dari akademi sepak bola muda milik Chelsea. Bek kelahiran 19 Desember 1997 ini sudah berada di bawah bendera The Blues sejak tahun 2005 silam. Akan tetapi sang pemain baru bisa mendapatkan kesempatan untuk dipromosikan ke skuad senior pada tahun 2016 lalu. Debutnya tercatat terjadi menjelang musim 20015/2016 berakhir.

Chelsea sendiri sejak dulu terkenal sebagai klub yang selalu bergelimang pemain berkualitas jempolan. Bahkan untuk sektor bertahan, The Blues memiliki banyak pemain hebat. Situasi ini lah yang akhirnya memaksa Fikayo Tomori untuk menerima tawaran merantau ke klub lain sebagai pemain pinjaman.

Solusi tersebut dianggap menjadi yang terbaik untuk pemain kelahiran Kanada ini demi bisa memiliki jam bermain yang ideal. Pada tahun 2017, Tomori dipinjamkan untuk pertama kalinya dengan bergabung klub tetangga, Brighton & Hove Albion.

Tercatat Fikayo Tomori juga dipinjamkan ke sejumlah klub seperti Hull City dan juga Derby County sebelum akhirnya kembali ke Chelsea. Tomori kembali mendapatkan tempat di Stamford Bridge kala Chelsea di nahkodai Frank Lampard. Sang pelatih saat itu memilih mempertahankan Tomori dengan berbagai alasan.

Salah satunya saat itu Chelsea tengah mendapatkan embargo pemain yang memaksa klub puasa dalam belanja pemain. Situasi ini praktis menjadi ajang para pemain muda akademi untuk mendapatkan kesempatan bermain di skuad utama. Terlebih lagi Lampard lebih suka memakai pemain dari akademi, termasuk dengan memakai jasa Fikayo Tomori.

Terlanjur Cinta dengan AC Milan

Awal musim ketika Frank Lampard resmi menjabat sebagai pelatih Chelsea, kisah Fikayo Tomori bersama klub asal London ini berjalan begitu indah. Akan tetapi, seiring berjalannya waktu, bek 23 tahun ini mulai krisis jam bermain dan terpinggirkan. Alhasil ketika tawaran peminjaman dari AC Milan datang di awal tahun 2020 datang, Fikayo Tomori langsung menerimanya.

Ternyata apa yang diharapkan sang pemain ada dalam AC Milan. Tomori langsung mendapatkan jam bermain dan menjadi pilihan utama di barisan pertahanan skuad I Rossoneri. Bahkan Fikayo Tomori juga menggeser Alessio Romagnoli dari starting eleven. Terkesan dengan penampilan gemilang Tomori, manajemen AC Milan dengan mantap mematenkan jasanya di jendela transfer musim panas.

Berbeda dengan kasus Tammy Abraham yang pindah ke AS Roma dengan diselipkan klausul buyback di akhir masa peminjamannya, klausul pembelian Tomori tidak memakai skema seperti itu. Sempat suatu ketika Fikayo Tomori diberi pertanyaan tentang kemungkinannya kembali ke Stamford Bridge. Namun sang bek nampak ragu untuk menjawabnya.

“Saya tidak tahu (akan kembali ke Chelsea atau tidak), yang saya tahu saya mencintai AC Milan, dan saya senang berada di sini. Chelsea memang pernah menjadi bagian besar dalam hidup saya, 15 sampai 16 tahun lalu, saya kira saya sudah berhasil memiliki mimpi itu. Dengan tampil di Stamford Bridge, bermain di Liga Premier dan juga Liga Champions,”  dikutip ungkapan Fikayo Tomori via media wahana88 kepada DAZN.

Usai menggapai mimpinya bermain bersama Chelsea di era Frank Lampard, kini Fikayo Tomori mengungkapkan jika dirinya memiliki mimpi baru. Dia membuka lembaran baru dan bermimpi ingin membawa AC Milan menjadi juara di Liga Champions musim 2021/2022 ini. Sama seperti saat dirinya mengantarkan Chelsea untuk menjadi juara Liga Champions di musim 2020/2021 kemarin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here