Newcastle Bisa Menjadi Solusi Perselisihan Antara Aaron Ramsey dan Juventus

0
79

Debatbola.com – Aaron Ramsey adalah pemain dengan bayaran termahal di Bianconeri setelah kepergian Ronaldo ke Manchester United. Memiliki gaji yang sangat tinggi setiap musimnya tidak dibarengi dengan kontribusi Ramsey di lapangan. Performanya kian menurun akibat cedera yang sering dialaminya saat bersama dengan Juventus.

Baru-baru ini terjadi masalah yang membuat hubungan Aaron Ramsey dengan klubnya kian memburuk. Ramsey yang dulu menolak semua penawaran klub yang ingin merekrutnya kini mulai memberi kesempatan untuk klub-klub tersebut. Januari yang akan datang Ramsey dikabarkan siap angkat kaki dari kota Turin.

Hubungan yang Semakin Retak

Aaron Ramsey bergabung dengan Juventus pada tahun 2019 lalu setelah berakhirnya kontrak dengan Arsenal. Tiga tahun bersama Nyonya Tua, Aaron Ramsey hanya tampil sebanyak 69 kali dari semua kompetisi yang diikuti Juventus. Ramsey juga hanya mampu menyumbang gol sebanyak 6 buah selama karirnya di Juventus.

Kontribusi yang sangat minim dari Ramsey diakibatkan karena seringnya pemain tersebut mengalami cedera. Dalam kurun waktu 3 tahun, total Aaron Ramsey sudah mengalami cedera sebanyak 10 kali. Jumlah penampilan Ramsey di Timnas Wales pada tahun 2020 bahkan lebih banyak dibandingkan penampilan dirinya dengan Juventus di tahun yang sama.

Hubungan keduanya kian memburuk saat Ramsey menyatakan jika cedera yang dialaminya disebabkan karena sistem latihan Juventus yang buruk. Tim medis Juventus juga dianggap kurang baik dalam merawat pemain berusia 30 tahun tersebut. Aaron Ramsey bahkan membandingkan antara Timnas Wales dan Juventus dalam merawatnya yang sedang cedera.

Pernyataan Aaron Ramsey tersebut tentu membuat pihak Juventus dan juga para fans kecewa. Julukan mumi diberikan pada Ramsey oleh para fans karena seringnya pemain tersebut masuk ruang perawatan. Hubungan keduanya kini semakin renggang dan kemungkinan keluarnya Ramsey dari Turin semakin besar.

Newcastle Sebagai Jalan Keluar

Hubungan antara Aaron Ramsey dan Juventus yang kian memburuk membuat Juventus ingin segera menghentikan kontrak antara keduanya. Bianconeri tidak ingin dibebankan dengan gaji mahal Ramsey sedangkan kontribusinya hampir tidak ada. Alasan inilah yang membuat si Nyonya Tua ingin menjual Aaron Ramsey.

Juventus sudah berusaha menjual pemain berusia 30 tahun tersebut sejak bursa transfer musim panas kemarin. Penolakan Ramsey terhadap klub-klub yang akan merekrutnya membuat pemain tersebut bertahan di Turin hingga sekarang. Bianconeri kini bisa bernafas lega setelah Ramsey mau terbuka terhadap tawaran yang diterimanya.

Newcastle bisa menjadi solusi dari keretakan hubungan antara Aaron Ramsey dengan Juventus. Klub yang baru saja diambil alih oleh Pangeran asal Arab Saudi tersebut sudah siap merekrut pemain-pemain yang memiliki gaji tinggi di bursa transfer mendatang. Aaron Ramsey adalah salah satu pemain yang menjadi bidikan klub tersebut.

PIF sebagai badan yang menaungi Newcastle saat ini siap menggelontorkan dana sebesar 150 juta pounds untuk satu tahun ke depan. Besarnya anggaran yang dikeluarkan tentu mampu memboyong Aaron Ramsey dari Juventus yang tentunya berharga mahal. Jumlah gaji tahunan sebesar 7 Juta pound tentu tidak ada apa-apanya bagi klub tersebut.

Kembali ke Liga Inggris

Tawaran dari Newcastle tentu membawa angin segar bagi Aaron Ramsey dan juga Juventus. Ramsey juga berkesempatan kembali ke Liga Inggris jika setuju untuk bergabung dengan The Magpies. Kompetisi yang pastinya sangat familiar untuk anggota Timnas Wales tersebut.

The Magpies kabarnya sudah melakukan negosiasi dengan pihak Juventus melalui Ruben Neves. Ramsey akan bisa kembali ke Liga Inggris pada musim depan jika tidak ada halangan. Newcastle akan membawa angin segar baru untuk karir Aaron Ramsey kedepannya.

Namun Newcastle bukan satu-satunya klub yang menginginkan jasa mantan gelandang Arsenal tersebut. Klub Everton dan Crystal Palace dikabarkan juga ingin merekrut sang pemain sejak bursa transfer musim kemarin. Akan tetapi keengganan Ramsey untuk meninggalkan Bianconeri membuat proses transfer tersebut gagal.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here