Mulai Melatih di Inggris, Ten Hag Ungkap Persamaan Manchester United dengan Ajax

0
47

Debatbola.com – Erik Ten Hag sudah resmi menjadi pelatih Manchester United, dan ia akan segera memulai karirnya di Manchester. Dalam sebuah kesempatan, Ten Hag tampil dalam sesi wawancara. Ia pun mengungkap sejumlah persamaan mendasar antara Manchester United dan Ajax.

Tugas Ten Hag Segera Dimulai
Pencarian manajer baru Manchester United berakhir sudah, dengan Erik Ten Hag muncul sebagai pemenangnya. Ten Hag, meninggalkan Ajax di akhir musim 2021/2022 dan memilih merapat ke Old Trafford. Ia akan menggantikan peran Ralf Rangnick yang berganti jabatan menjadi konsultan.

Secara resmi, Setan Merah memperkenalkan Ten Hag sebagai pelatih anyar mereka pada Senin (23/5). Dengan ini, Ten Hag secara resmi telah menjadi nahkoda baru Setan Merah per musim 2022/2023. Tugasnya melatih juga bakal dimulai sesegera mungkin.

Meski kedatangan Ten Hag banyak dinanti pecinta sepakbola, rupanya, beberapa pihak juga tampaknya kurang yakin dengan rekam jejak sang pelatih. Memang, Ten Hag punya tradisi juara di Ajax. Tetapi kompetisi Liga Inggris adalah kompetisi yang jauh berbeda dari Liga Belanda.

Di Belanda, Ajax sudah menjadi penguasa, sehingga misi Ten Hag membawa tim asal Amsterdam merajai Liga Belanda sedikit dipermudah. Beda dengan Manchester United yang tahun-tahun ini memang sedang terpuruk. PR Ten Hag adalah mengembalikan tim ini menjadi tim bermental juara.

Persamaan Ajax dan Manchester United
Memang, kompetisi Liga Inggris dan Liga Belanda adalah kompetisi yang jauh berbeda. Tapi sepertinya, Ten Hag tak akan butuh waktu lama untuk beradaptasi. Pasalnya menurut sang pelatih sendiri, Ajax dan Manchester United punya beberapa kesamaan.

Tampil dalam sesi wawancara perdananya sebagai pelatih Manchester United, Ten Hag mengungkap adanya beberapa persamaan De Amsterdammer dengan The Red Devil. Ajax dan Manchester United sama-sama menjadi tim yang ditakuti tim lain. Juga dikenal punya historis mencetak generasi-generasi emas.

“Ya, ada beberapa kesamaan.” Kata Ten Hag ketika ditanya apakah ada kemiripan antara Ajax dengan Manchester United atau tidak. “Lawan selalu termotivasi tinggi ketika menghadapi kami. Gaya main menyerang juga sama.”

“Kami disini bermain di Theatre of Dreams, jadi kami harus menghibur para penonton. Yang harus kami lakukan adalah bermain menyerang, dan bertahan dengan pressing tinggi. Itulah persamaannya. Saya kira, Ajax dan Manchester United juga punya sejarah mengorbitkan pemain muda.”

Tim yang Mengubah Diri Sendiri
Sudah disebutkan di awal bahwa PR berat yang menanti Erik Ten Hag sekarang adalah bagaimana caranya ia mengubah Manchester United kembali menjadi tim bermental juara. Ten Hag mengakui dirinya tak bisa lakukan ini sendirian. Karena segalanya ditentukan oleh kerjasama tim.

“Tidak, Manchester United tidak perlu mengikut bagaimana sepakbola saya. Ini soal sepakbola, identitas dan filosofi Manchester United. Saya pikir, saya harus bermain dengan sepakbola menyerang. Jadi kami akan membangun struktur yang sesuai dengan rencana saya.”

“Selalu, dimanapun saya berada, saya menuntut hal tinggi dari pemain saya. Saya harap mereka memberikan 100 persen. Menjadi bagus tidak cukup, tetapi kami harus menjadi lebih baik. Pemain harus bersatu demi membentuk tim yang siap melawan siapa saja.”

Menanti Kiprah Ten Hag di Inggris
Menilik perjalanan karirnya, Ten Hag terbilang cukup apik ketika menangani sebuah klub. Ajax menjadi bukti terakhir bagaimana cemerlangnya polesan tangan dingin seorang Erik Ten Hag. Sejak bergabung pada 28 Desember, Ten Hag telah mengemas 215 laga sebagai juru taktik Ajax.

Selama menangani Ajax, Ten Hag mengemas 159 kemenangan, 27 seri dan 29 kalah dari total 215 laga. Tiga gelar Liga Belanda telah ia persembahkan untuk Ajax. Kini, tinggal melihat bagaimana rekam jejak sang pelatih bareng Setan Merah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here