Menguak Filosofi Permainan Kedua Negara Yang Hendak Bertempur di Final Olimpiade

0

Debatbola.com – Berbicara mengenai perhelatan akbar Olimpiade Tokyo, semua mata publik agaknya akan tertuju pada partai final antara Brasil kontra Spanyol. Hal tersebut lantaran partai final tersebut adalah final yang cukup ideal dan sepadan menurut kacamata publik umum. Praktis kini para publik penggiat sepakbola Internasional akan disuguhi satu partai terakhir yang sekaligus menjadi penutup manis.

Berhubung ini adalah final yang sepadan, publik tak akan masalah siapapun yang dinyatakan keluar menjadi juara dan merengkuh emas. Diperkirakan Spanyol dan Brasil akan mati-matian demi tujuan utamanya yakni membawa medali emas ke rumahnya. Maka dari itu partai Brasil kontra Spanyol dinilai partai yang sangat pas sebagai tontonan terakhir pada ajang elite empat tahunan ini.

Namun satu sisi, ada masalah cukup telak yang kini sedang menerpa kubu pasukan muda Brasil dan Spanyol. Pasalnya kedua kubu yang akan bertarung di partai puncak ini agaknya alami problem pada kondisi fisiknya. Diperkirakan sedikit banyak pasukan muda Matador dan pasukan muda Samba ini akan alami keletihan pada pemainnya.

Kelelahan yang cukup hebat nampaknya akan menjadi kendala yang cukup berarti sebelum partai puncak ajang empat tahunan ini dipertemukan. Media inter303 menilai wajar apabila kedua kubu alami keletihan pada pemainnya, hal tersebut lantaran kedua kubu sudah melakoni total lima partai berat. Terlepas dari segala kondisi fisik kedua kubu, kini akan menarik apabila sedikit membahas mengenai filosofi bermain dari pasukan Spanyol dan Brasil.

Filosofi Bermain Brasil Adalah Skill Individu Pemain

Jika mengulas sedikit mengenai Brasil, tentunya negara ini menjadi sangat unik karena hampir setiap tahunnya selalu memunculkan bakat top. Tak hanya itu, Brasil cukup dikenal sebagai negara yang mampu mencetuskan pemain muda berbakat di barisan serang hampir setiap eranya. Terutama pemain sayap, kini cukup banyak pemain asal Brasil di posisi winger yang sudah malang melintang di berbagai liga top Amerika maupun Eropa.

Tak mengherankan apabila Brasil sangat mumpuni apabila berbicara mengenai skill dan individu dari para amunisinya. Brasil U23 juga demikian, filosofi permainannya pun agaknya tak jauh beda dari pasukan Samba senior. Pasalnya pasukan Brasil U23 juga mempunyai filosofi bermain yang kerap mengandalkan kecepatan sayapnya ketika bertarung.

Skill individu pemain sayapnya akan menjadi kunci yang sangat vital, hal tersebut lantaran para pemain sayap Brasil dinilai sangat mumpuni. Kemungkinan besar filosofi permainan dengan mengandalkan skill individu ini nantinya akan kembali jadi andalan pasukan muda Samba. Pekerjaan berat nampaknya kini dipikul oleh para winger dan fullbek dari pasukan Brasil U23 yang diperkirakan akan dituntut lebih atraktif.

Sedangkan Filosofi Bermain Spanyol Adalah Kerja Tim

Sedangkan kubu Spanyol U23 tentunya mempunyai filosofi yang sangat jauh berbeda apabila dibandingkan dengan pasukan muda Samba. Pasalnya Spanyol juga tak mau kalah dalam urusan keunikan filosofi permainan yang selama ini terus diterapkannya.

Memang benar bahwa secara individual, para pemain Spanyol U23 terbilang sangat mumpuni dan mempunyai kemampuan skill di atas rata-rata. Namun kubu Spanyol U23 tidak semata-mata terus mengandalkan skill dan individu para pemainnya ketika melakoni laga. Spanyol U23 sendiri lebih kerap memainkan filosofi bermain dengan menjunjung kerja tim yang tinggi.

Praktis kunci permainan pasukan Spanyol U23 selama ini lebih mengarah ke kekompakan serta kreativitas para gelandangnya. Dalam hal ini pasukan Spanyol U23 diperkirakan juga akan menerapkan filosofi permainan yang sama ketika bentrok lawan pasukan muda Samba.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

error: No !!!
Exit mobile version